Commenting merupakan salah satu fitur yang sangat krusial untuk sebuah blog. Blog menjadi “lebih hidup” karena faktor commenting yang membuat blog menjadi sebuah komunikasi dua arah, lebih dari sekedar website biasa.
Berkaitan dengan commenting, saya jadi ingin bercerita satu hal mengenai topik yang satu ini
Awal mula saya membangun bloggingly, saya bertekad untuk membalas semua komentar yang masuk. Tujuannya? Community building. Agar komunikasi dua arah benar – benar terjadi. Agar blog benar-benar menjadi conversation.
Awalnya saya konsisten dengan hal itu, Namun ketika jumlah komentar yang masuk mulai membuat saya kewalahan, saya mulai salektif dalam merespons komentar. Gaya. Padahal belum terlalu banyak juga sih
Hingga akhirnya saya menemukan tulisan Neil Patel dari QuickSprout, co-founder dari Crazy Egg dan KISSmetrics mengenai “15 Things I Wish I Had Known When I Started My First Blog“. Salah satu poinnya berbicara mengenai commenting, dan hal ini cukup nendang untuk saya:
Respond to every commentor
The biggest mistake I made was taking commentors for granted. If I responded to every commentor since the first day I started blogging, I would have built tons of relationships. After I started to respond to every comment, I got to know a ton of people on a personal level, such as you.
![]()
Yep. Komunikasi dua arah yang diciptakan dari diskusi di kolom komentar membangun relationship. Dan relationship merupakan salah satu aset terbaik yang pernah ada.
Lagipula, ingat satu petuah bijak yang terkenal itu: Perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Ingat rasanya ketika anda berkomentar di satu blog dengan semangat 45-nya, dan tidak direspons sama sekali?
Menyebalkan kan?
Apakah anda menginginkan hal itu terjadi pada diri anda?
Well, mungkin membalas semua komentar terdengar terlalu utopis karena terkadang ada komentar yang tidak nyambung dan penuh sarkasme lebih baik di skip atau di unapprove, mulai sekarang saya akan selalu berusaha semaksimal mungkin membalas komentar yang masuk.
Ehmm… kecuali komentar pendek yang tidak reply-able *halah* seperti komentar yang sangat tidak nyambung, spam, dan kasar.
Ada resikonya sih: ruang database melunjak. Tapi berapa sih nilai ruang database dibandingkan dengan relationship yang terbangun?
I guess it’s worth enough.
Bagaimana dengan anda? Pendapat anda?
Enjoy!








