SEO Blog Comments by seowhatdotcom

SEO Blog Comments by seowhatdotcom

Commenting merupakan salah satu fitur yang sangat krusial untuk sebuah blog. Blog menjadi “lebih hidup” karena faktor commenting yang membuat blog menjadi sebuah komunikasi dua arah, lebih dari sekedar website biasa.

Berkaitan dengan commenting, saya jadi ingin bercerita satu hal mengenai topik yang satu ini :)

Awal mula saya membangun bloggingly, saya bertekad untuk membalas semua komentar yang masuk. Tujuannya? Community building. Agar komunikasi dua arah benar – benar terjadi. Agar blog benar-benar menjadi conversation.

Awalnya saya konsisten dengan hal itu, Namun ketika jumlah komentar yang masuk mulai membuat saya kewalahan, saya mulai salektif dalam merespons komentar. Gaya. Padahal belum terlalu banyak juga sih :P

Hingga akhirnya saya menemukan tulisan Neil Patel dari QuickSprout, co-founder dari Crazy Egg dan KISSmetrics mengenai “15 Things I Wish I Had Known When I Started My First Blog“. Salah satu poinnya berbicara mengenai commenting, dan hal ini cukup nendang untuk saya:

Respond to every commentor

The biggest mistake I made was taking commentors for granted. If I responded to every commentor since the first day I started blogging, I would have built tons of relationships. After I started to respond to every comment, I got to know a ton of people on a personal level, such as you. ;-)

Yep. Komunikasi dua arah yang diciptakan dari diskusi di kolom komentar membangun relationship. Dan relationship merupakan salah satu aset terbaik yang pernah ada.

Lagipula, ingat satu petuah bijak yang terkenal itu: Perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain. Ingat rasanya ketika anda berkomentar di satu blog dengan semangat 45-nya, dan tidak direspons sama sekali?

Menyebalkan kan?

Apakah anda menginginkan hal itu terjadi pada diri anda? ;)

Well, mungkin membalas semua komentar terdengar terlalu utopis karena terkadang ada komentar yang tidak nyambung dan penuh sarkasme lebih baik di skip atau di unapprove, mulai sekarang saya akan selalu berusaha semaksimal mungkin membalas komentar yang masuk.

Ehmm… kecuali komentar pendek yang tidak reply-able *halah* seperti komentar yang sangat tidak nyambung, spam, dan kasar.

Ada resikonya sih: ruang database melunjak. Tapi berapa sih nilai ruang database dibandingkan dengan relationship yang terbangun?

I guess it’s worth enough. :)

Bagaimana dengan anda? Pendapat anda?

Enjoy! :D

10 komentar untuk post ini
Whos The Dick Writing Comments On My Blog by Laughing Squid

Who's The Dick Writing Comments On My Blog by Laughing Squid

Pernahkah anda menuliskan pendapat atau apa yang anda ketahui di blog anda dengan baik-baik, namun selang beberapa saat setelah tulisan tersebut di publikasikan, ada satu komentar yang nyolot masuk ke dalam kolom moderasi anda? Bunyinya mungkin seperti ngajak berantem anda, atau meragukan dan meremehkan pendapat anda, atau berkata dengan kasar di kolom komentar anda.

Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang anda lakukan jika mendapatkan komentar yang ngajak berantem seperti itu? ;)

Pilihan pertama yang paling mudah adalah langsung menekan link delete comment di panel moderasi anda. Atau lebih parahnya, menekan link spam agar dia yang berkomentar tidak bermutu tersebut akan langsung dihajar mbah Akismet saat kembali berulah dengan komentar ngasalnya. Atau mungkin, anda juga dapat meng-approve komentar tersebut dan lalu membalasnya dengan penuh sarkasme. Atau meng-approve-nya dan membiarkannya berlalu.

Pilihan mana yang anda lakukan? ;)

Beberapa kali saya mendapati saya dan blog yang saya kelola berada di dalam kondisi seperti itu. Dan yang saya lakukan sederhana saja:

Approve komentar ngasal tersebut, lakukan sedikit editing jika pada komentar tersebut ada kata-kata tanpa arti (seperti umpatan dan you-know-lah) yang tidak cocok dengan kesantunan yang saya coba ciptakan di kolom komentar tanpa merubah konteksnya. Setelah itu, jawab dengan baik-baik dengan penuh kesantunan.

*Loh?

Ya, meskipun seseorang berkomentar dengan kasar di kolom komentar anda, tetap jawab dan sikapi dengan santun. Tidak dengan balik mengkasari komentator tersebut.

Here’s the why:

  1. Sudah kodratnya ada orang yang tidak setuju dengan pendapat anda. Dimana ada pendapat, disitu pasti ada pertentangan. Tidak mungkin semua orang setuju dengan anda, Note that.
  2. Kalau anda memusingkan diri anda dengan mengkasari balik komentar yang tidak baik tersebut, anda merusak citra diri anda. Orang dinilai dari caranya menanggapi sesuatu.
  3. Setiap orang selalu memiliki kemungkinan untuk berubah menjadi orang yang lebih baik. Masalahnya, tidak ada orang yang menjadi baik dengan dikasari balik. Posisikan saja diri anda dalam posisi mereka.
  4. Kasar + Kasar = Makin kasar. Mengapa tidak merespon kekasaran dengan kesantunan agar pemberi komentar tersebut menjaid segan dengan sendirinya?

Well, itu pendapat berdasarkan apa yang saya lakukan dalam menghadapi kondisi seperti itu.

Jika anda dalam posisi serupa, apa yang anda lakukan? ;)

Enjoy! :D

P.S.

Sepertinya hal ini berlaku juga ketika anda mendapati tulisan anda di copy paste tanpa izin dan linkback y? Haha :D

10 komentar untuk post ini
Where All The Magic Happens by DarkHawke

Where All The Magic Happens by DarkHawke

Sadar atau tidak sadar, setiap entri yang kita buat di blog kita memiliki karakter dan jenisnya masing – masing. Bukan bermaksud mengkotak- kotakkan jenis tulisan dan mencari jenis tulisan mana yang terbaik, namun post ini merupakan upaya saya dalam memahami “pola” dari tulisan. Semua hal didunia memiliki pola. Dan sekali kita memahami pola nya, semuanya akan menjadi lebih mudah. So here we go.

Tulisan Tutorial

What: Tulisan yang memandu pembacanya melakukan sesuatu.
Contoh: [Sruput 20-an] Menghadapi si Sombong dan si Tukang Pamer
Plus: Tulisan dengan jenis seperti ini, sadar tidak sadar biasanya lebih SEO friendly. Implikasinya? Tulisan berjenis ini lebih banyak mendatangkan pengunjung via search engine
Minus : Tulisan tipe ini sangat memikat peng-copy paste untuk meng-copy paste-nya! (pengalaman pribadi sih :P ) Tulisan tipe ini kurang memicu orang untuk berkomentar mengenai pendapat mereka, kecuali dua hal: Mereka yang terbantu karena panduan tutorial anda, dan mereka yang menanyakan “mengapa hasil yang saya dapat tidak seperti yang tertera pada tutorial?”. Kalau boleh jujur, somehow, jawaban kedua bisa menjadi agak membosakan :P

Tulisan Definisi

What: Tulisan yang menjelaskan pengertian akan sesuatu
Contoh: Semantic HTML: Definisi dan Pengaruhnya Terhadap SEO
Plus: Biasanya lebih SEO-Friendly. Mendatangkan pengunjung melalui Search engine.
Minus: Tulisan jenis ini memiliki masalah yang sama seperti Tulisan Tutorial.

Tulisan Opini

What: Tulisan yang menggambarkan pandangan anda atas suatu fenomena.
Contoh: Menjadi [Bukan] Diri Sendiri
Plus: Karena melibatkan pandangan pribadi, tulisan jenis ini lebih menunjukan kepribadian dan posisi anda dalam menghadapi sesuatu. Lebih mendorong orang untuk berkomentar, karena setiap orang pastilah memiliki pandangannya masing – masing. Memicu community building. Untuk opini yang sangat menarik, umumnya Social-Bookmark-able.
Minus: Karena opini, nilai benar – salahnya menjadi relatif. Siap – siap saja mendapatkan komentar pedas jika sudut pandang yang anda ambil cukup ekstrim. Umumnya, tidak SEO friendly

Tulisan Listing

What: Tulisan yang formatnya daftar/list dari suatu topik. (Umumya berdasarkan info dari sumber lain, meski beberapa melist dari sumber sendiri)
Contoh: 15 Tool Pemantau Popularitas Blog (3)
Plus: Menyumbang Pingback ke orang lain. Karena melibatkan orang lain, biasanya artikel seperti ini laris di komentari dan lebih hidup. Jenis tulisan seperti ini juga lebih menarik dan mengundang orang untuk membacanya.
Minus: Kadang – kadang, ada yang dikecewakan karena sumbernya tidak ikut terlisting. Beberapa menyikapinya dengan tidak tepat sih, meski ada juga yang menyikapinya dengan baik dengan memberikan tautan via komentar

Tulisan Kontroversi

What: Tulisan yang mengutarakan pendapat yang bertolak belakang terhadap pendapat orang banyak
Contoh:Blog Kok Isinya orang Berantem Aja sekarang ??
Plus: Percayalah, manusia itu menyukai kontroversi! it means traffic!
Minus: Jika kontroversi diangkat dengan cara yang tidak tepat, malah akan merusak citra anda. Sekali citra rusak, ribuan kali effort untuk membangunnya kembali.

Tulisan Review

What: Tulisan yang berisi pengalaman pribadi atas sesuatu. Entah itu produk, blog, atau acara. Masih tergolong kedalam Tulisan Opini
Contoh: Review PPC Lokal Indonesia
Plus: Umumnya tulisan seperti ini SEO friendly. Jika review yang anda bagus, hal ini akan mengundang “terima kasih” dari yang direview.
Minus: Terkadang ada yag tidak setuju dengan pendapat kita kan? ;)

Tulisan Pertanyaan

What: Tulisan yang meminta pengunjung untuk memberikan jawabannya via komentar
Contoh: Fun Weekend: The Elevator Pitch
Plus: Interaktifitas tinggi. Pengunjung merasa dihargai. Sangat membangun komunitas
Minus: Tulisan seperti ini tidak akan berkerja dengan baik di blog dengan traffic rendah dan interaktifitas rendah. Percaya lah.

Yep. Mungkin 7 jenis dulu dari saya. Masing – masing jenis tulisan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tinggal digunakan sesuai kebutuhan. :D

Ada yang mau menambahkan?

Enjoy! :D

10 komentar untuk post ini
geometry of death II by deborah d. lattimore

geometry of death II by deborah d. lattimore

Selamat hari senin, selamat awal pekan. Di awal pekan ini, ada dua hal yang bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

Well, Sabtu – Minggu kemarin bisa jadi akhir pekan yang kurang biasa untuk anda yang berlangganan Feed Bloggingly. Untuk pertama kalinya dalam tahun ini, kami miss dalam mengupdate Bloggingly.

Alasannya? Sederhana: Nenek dari pihak ayah, ibunda ayah saya wafat sabtu dini hari kemarin.

Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni kesalahan – kesalahannya.

Sebenarnya saya sudah menset bahwa bloggingly bukan tempat untuk menyampaikan hal – hal pribadi. Namun saya setuju mengenai beberapa pendapat yang mengatakan bahwa blog bukanlah blog jika tidak melibatkan pengalaman personal. Besides, ada beberapa pelajaran yang saya dapat dari peristiwa ini dan saya rasa hal tersebut akan berguna untuk audience bloggingly.

Sabtu dini hari lalu, saya dan keluarga meluncur ke kampung halaman kami di Cijulang – Pangandaran setelah mendengar kabar kewafatan nenek kami. Pukul 9, prosesi pemakaman dilaksanakan. Beres pemakaman, tebak hal apa yang terlintas di pikiran saya?

Apa yang akan terjadi jika saya meninggal sekarang?

Saya bukan cucu yang ideal. Kedekatan emosional yang saya miliki dengan nenek saya tidak terlalu dalam. Yep, saya rasa dengan rasio pertemuan yang hanya setahun sekali setiap mudik, akan agak sulit membangun kedekatan yang intens.

Semuanya dikarenakan satu hal: Hubungan emosional yang tidak mendalam.

Otak saya mensimulasikan satu hal: Jika suatu saat saya meninggal nanti, siapa yang akan merasa kehilangan atas kepergian saya? Kepada siapa saja saya membangun kedekatan emosional?

Menghubungkan peristiwa ini dalam kegiatan blogging, mari kita coba ambil satu contoh ekstrim. Katakanlah pria yang disebut – sebut sebagai Master Adsense Indonesia dipanggil yang Kuasa (Punten saya jadikan contoh Mas. Contoh harus orang yang baik kan?). Akan banyakkah yang merasa kehilangan? Di luar keluarganya, mereka – mereka yang belajar banyak dengan beliau pasti merasa kehilangan yang amat sangat. Jasa beliau banyak: Men-share ilmunya kepada orang lain. Mereka yang mendapatkan sesuatu dari mengaplikasikan ilmu beliau pasti merasa kehilangan. Seorang bijak pernah bilang: umur fisik itu terbatas, jadi berencanalah untuk hidup panjang melalui kebaikan yang anda berikan untuk orang lain.

Bukankah begitu?

Beberapa dari anda mungkin masih merasa bahwa blogging hanya merupakan satu episode kecil dari kehidupan anda di dunia ini, sementara beberapa dari kita mungkin memiliki harapan besar kepadanya. Tidak ada masalah dengan hal itu, namun saya mempercayai satu hal yang menurut saya sangat indah:

Sekecil apapun suatu hal, jika dilakukan dengan baik akan mendatangkan kebaikan.

Mereka bertugas menyapu jalan, dalam konteks sosial kita mungkin tidak diposisikan tinggi. Namun mereka yang menyapu jalan dengan ikhlas dan niat yang baik tetap memiliki posisi yang baik menurut Yang Maha Baik.

Sekarang lihat diri kita, blogger.

Blog merupakan alat. Entah besar atau kecil anda mengaggap blog, namun kenyataannya blog bisa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan kebaikan. Kebaikan bisa berupa banyak hal: Pengalaman baik yang membantu orang memutuskan sesuatu? Panduan mengenai cara melakukan sesuatu? Pandangan anda akan sesuatu yang menginspirasi orang lain? Tutorial yang memudahkan orang lain dalam melakukan sesuatu? Bisa jadi berbagai macam hal.

Pertanyaannya adalah:

Sudahkan anda menggunakan blog sebagai media menyampaikan kebaikan? Agar jika suatu saat jika anda dipanggil oleh Yang Kuasa, setidaknya orang lain pantas untuk mengenang anda karena anda “memberikan” sesuatu melalui blog anda. Karena anda membantu orang lain melakukan sesuatu karena pandangan yang anda sampaikan di blog anda.

Sudahkah?

Selamat Hari Senin, kawan.

Enjoy!

P.S.

  1. Sebenarnya blogging dan pemanfaatan blog hanya satu lingkup dari pertanyaan yang muncul di otak saya. Pertanyaan asli yang muncul di otak saya adalah: Jika suatu saat nanti saya dipanggil menghadap yang kuasa, hal apa saja yang sudah saya lakukan agar orang lain pantas mengengan saya? Karena bloggingly membahas tentang blogging, maka saya hubungkan hal tema tersebut dengan blogging.
  2. Anyway, meskipun saya menyebutkan diatas bahwa kedekatan emosional saya dengan Nenek saya tidak terlalu intens, hal tersebut bukannya berarti beliau tidak berjasa atas hidup saya. Beliau SANGAT BERJASA ATAS HIDUP SAYA, note that. Hanya saja, karena kedekatan yang kurang intens, ingatan saya akan hal tersebut jadi tidak terlalu clear. Implikasinya ya tadi itu.
  3. Semoga Beliau yang meninggalkan kita diterima disisi-Nya. Amin
2 komentar untuk post ini
Ordering by phone by Bill DAgostino

Ordering by phone by Bill D'Agostino

Kemarin saya membaca sebuah post yang cukup menarik di dailysocial : Tumblr tambahkan fitur Draft & Post Audio.

Menariknya apa? Otak saya tiba – tiba mensimulasikan satu imajinasi baru: Apa yang akan terjadi jika blogging dilakukan by phone?

Bayangkan hal ini : Pihak penyedia jasa blog dan penyedia jasa seluler bekerja sama menyediakan satu nomer khusus. Ketika anda mendapati sesuatu yang menarik dan anda ingin men-sharenya di blog anda, yang anda perlu lakukan adalah menelfon ke nomer khusus tadi, dan berbicara lah.

Pembicaraan anda ke nomer khusus tadi direkam secara otomatis, dan ketika anda menyudahi sambungan telephone nya, secara otomatis hasil percakapan anda ke nomer khusus tadi dipublikasikan di blog anda atau masuk ke draft di dashboard.

Simple kan?

Lalu yang menjadikan ide ini menarik apa?

Ada pepatah menarik : idea have wings. They fly quickly. Ide yang bagus biasanya muncul secara tiba – tiba. Blog dengan konten bermedia teks memang baik, namun terkadang ada jeda antara ide yang menarik muncul hingga saat dimana anda mencapai PC untuk menuliskannya.

Sedangkan handphone? Sudah menjadi komoditas umum. Handphone merupakan salah satu barang yang pasti dibawa setelah dompet. Jika ide kecil ini diimplementasikan, bayangkan bahwa ketika ide mengenai sesuatu muncul, saat itu juga ide tersebut dapat diterbitkan secara online dalam bentuk podcast ataupun bentuk lainnya.

Well, meski terdengar seperti 12second dalam bentuk audio, ide sederhana ini cukup menarik kan? Bagaimana pendapat anda?

Enjoy! :D

P.S.

Ada orang penyedia jasa seluler yang membaca tulisan ini? Bagaimana pendapat anda?

8 komentar untuk post ini

Sudah dengar kabar kalau domain Jackbook.com milik om Jacky Supit dijual dengan harga sekitar $70 ribu?

Harga yang fantastis. Pertanyaan pertama yang muncul di otak saya adalah, mengapa harga sebuah domain bisa semahal itu? Yang lebih penting lagi, bagaimana cara menentukan harga sebuah domain?

Setelah sedikit berkeliling, akhirnya saya menemukan artikelnya O-om (saat me-review kemarin) tentang URLrate: tools penaksir harga domain yang katanya relatif cukup akurat.

URLrate

URLrate

Tinggal masuk ke URLrate, ketikkan domain yang anda ingin teksir harganya, dan klik submit. URLrate akan menaksir harga domain tersebut berdasarkan kriteria ini :

  • Umur Domain
  • PageRank
  • Inbound Links
  • Trafic Rank ( berdasarkan Alexa )

Tak lama kemudian, harga domain yang anda ketikkan tadi akan muncul. Tak lupa, disediakan juga widget dan code hasil pencariannya agar harga domain yang diinginkan dapat di embedd di sidebar anda.

Btw, Saya mencoba mengetahui harga domain bloggingly, dan ternyata nilainya lumayan juga :

$34,727.00


bloggingly.com rated by URLRate.com

Wow, ada yang berminat? hihi :P

Anyway, bagaimana dengan anda? berapa “harga” domain blog anda?

Enjoy! :D

P.S.

Ada yang ingin tahu domain – domain yang paling banyak di cari harganya? Atau yang baru saja di ranking? Domain tertua? Backlink terbanyak atau ranking aleza tertinggi? Simak di URLrate Leaderboards

6 komentar untuk post ini

Ada yang belum tahu Blog-nya Agus Ramadhani a.k.a. Oom?

O-om.com, i’m OOM, your blogging stuffs

O-om.coms Icon

O-om.com's Icon

Blog tentang blogging, namun dengan beberapa fokus spesifik : Blogging Stuff, Blogging Tips, Blogger Tutorial, Blogger Template, dan tenty saja : Make money online.

Yang menarik dari O-om.com?

Ulasan aplikatifnya. Ulasan O-omyang mengunakan custom domain blogger ini mencakup berbagai hal mengenai blogging, namun setelah saya lihat – lihat postingan yang di terbitkan oleh Oom, ternyata kebanyakan mencakup ulasan mengenai web service yang mensupport blogging baik untuk tujuan make money ataupun selain itu. Yang menjadi nilai tambahnya lagi, ulasannya dibuat sedemikian rupa dalam format how to yang sangat mudah untuk diikuti.

Mungkin ini yang membuat basis pembaca O-om yang besar y? Saya sampai terkagum – kagum melihatnya : 1272 email readers, 3349 feed subscriber, 978 blogger follower, 689 google friend connect’s friends. Untuk ukuran blog yang disajikan dalam bahasa indonesia, ini tergolong dahsyat :D

Satu nilai tambah lagi : O-om sangat eksis di berbagai social network! Facebook? Twitter? FriendFeed? Plurk? Technorati? Blogcatalog? Digg? Delicious? Wah, sosialita online nih :P Sudah eksis di berbagai Social Network, O-om pun memberikan fasilitas O-om mail lagi. Email service berbasis Gmail dari Google Apps. Wuih.

Nilai minus dari O-om?

Apa ya? Sulit menemukan nilai minus dari Oom, terlebih jika anda termasuk cakupan topik pembacanya. Desain clean dan simple. Frekuensi Update teratur. Konten informatif. Menyediakan freebies berupa e-book lagi. Tidak heran kalau followernya bejibun.

Kalau dicari – cari nilai minus dari O-om, maka nilai minus tersebut adalah O-om belum “membocorkan” rahasia tentang bagaimana caranya memiliki basis readership hingga 3349 feed subscriber itu. Haha! :P

Overall?

Blog yang canggih, mampu menyerap feed subsciber sebanyak itu dengan pengantar bahasa indonesia. Ajari kami caranya donk Om!

Alamat Blog : http://www.o-om.com/
Niche : Blogging, Blogging Tutorial, Web Service Review, Blogger.com’s stuff
Apa yang bisa anda dapatkan dari O-om.com : Ulasan menarik yang dapat anda aplikasikan dengan mudah mengenai blogging dan berbagai fitur pendukungnya
Feels Like : Bertemu Om – Om ramah yang gaul lalu ngobrol tentang blogging. :P

Pendapat anda? ;)

Enjoy! :D

5 komentar untuk post ini
facebook

facebook

Beberapa saat yang lalu saya membuat tulisan mengenai komparasi google vs facebook. Salah satunya adalah mengenai facebook notes yang menyerupai fitur blogging ( plus fitur tagging yang menjadi kelebihan facebook ). Kalau bicara dari sisi komparasi facebook – google nya, facebook notes ini seperti blogger-nya google lah. Anda bisa menuliskan apa yang menjadi pikiran anda, di publikasi via facebook notes, dan teman – teman anda bisa membaca dan mengomentarinya.

Mirip blog kan? kecuali kategorisasi dan tagging nya :)

Meskipun di satu sisi facebook notes ini memiliki kekurangan, yaitu tertutupnya konten yang hanya bisa diakses oleh lingkungan jaringan pertemanan anda, namun facebook notes ini juga memiliki beberapa kelebihan : keintiman. Teman anda yang membaca facebook notes tahu dengan jelas bahwa penulis notes tersebut adalah anda. Sedikit berbeda dengan blog yang terkadang anonim.

Sekarang masalahnya adalah : Anda lebih memilih mempublikasikan pemikiran anda via blog karena blog lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Namun disisi lain, anda juga ingin agar entri blog anda itu di ketahui oleh beberapa teman anda yang tidak familiar dengan blogging dan Feed reader, namun senang berlama – lama di facebook. Apa yang harus dilakukan? Apakah anda harus menulis & mempublikasikan ulang apa yang anda tulis di blog ke dalam facebook notes?

Tidak Perlu. Import Feed Blog anda ke facebook notes saja.

Cara mengimport feed blog ke facebook notes pun sangat sederhana :

  1. Login ke facebook account anda
  2. Melalui application menu di bawah, buka notes application
  3. Cari link import a blog di sidebar sebelah kanan. Klik link itu.
  4. Di kolom form Web URL, tuliskan alamat feed lengkap anda. Contoh : http://feeds.feedburner.com/Bloggingly
  5. Centang checkbox di bawahnya sebagai tanda bahwa feed blog yang anda import adalah feed blog anda.

    CATATAN : Anda hanya diizinkan mengimport feed blog milik anda, dan anda hanya diizinkan mengimport satu feed saja.

  6. Klik Start Importing.
  7. Voila! Sekarang, setiap entri yang anda publikasikan di blog anda akan muncul juga di facebook sebagai notes.

Yay, kini teman – teman anda yang tidak familiar dengan blog anda dan RSS Feed bisa membaca pemikiran anda juga :)

Enjoy! :D

10 komentar untuk post ini
Above The Influence. by KattheBrownhead

Above The Influence. by KattheBrownhead

Selamat hari Senin. mari membuka pekan ini dengan pemikiran baru :

Saya pernah mengalami masa dimana saya sangat menggemari sebuah kelompok musik. Beberapa diantaranya adalah Incubus, KoRn, Muse, Foo Fighters, Linkin Park, dll. In a nutshell, Alternative.

Yang menarik untuk diperhatikan adalah, bagaimana melalui media musik, mereka menularkan pengaruh. Oke, pertama kali saya memang mendengarkan musik mereka. Namun apa yang terjadi setelah saya merasa cocok dengan musik mereka?

Perlahan – lahan saya merasa suara turntable menarik melalui Linkin Park. Saya merasa bahwa brewok itu keren setelah melihat Dave Grohl bernyanyi dengan Foo Fighter dengan macho nya. Saya mulai merasa bahwa dreadlock itu keren setelah melihat para personil KoRn melakukan headbang dengan rambut dreadlocknya.

Refering back to blogging. Jika kita menilik ke dunia blogging, akankah blog sampai ke taraf itu?

Pertama anda menyebarkan informasi melalui entri blog anda. Lama – kelamaan, orang menyukai apa yang anda sampaikan melalui blog anda, dan orang lain mulai terpengaruh atas apa yang anda lakukan, apa yang anda rasa keren, dan apa yang anda pikir sebaiknya orang lain lakukan.

Lalu, anda memiliki pengaruh. melalui blog.

Melalui blogging.

Jika potongan emo yang tengah menjamur tersebut bisa disebarkan oleh media musik dan pelakunya, sanggupkah blog dan pelakuknya menjadi media yang memiliki pengaruh seperti itu?

Jika bisa, kapan?

Well, jika hal tersebut terjadi, akan tiba saatnya dimana orang tidak hanya lagi meng-endorse musisi hanya untuk memasarkan produk mereka. Apakah anda siap di endorse?

Hihi. :P

Pendapat anda?

Selamat memberikan pendapat.

Selamat hari senin, enjoy! :)

UPDATE

Yang saya maksudkan dengan memiliki pengaruh ini adalah di ruang lingkup negara kita tercinta y. Saya agak kurang menjelaskannya di entri ini tentang definisi ruang lingkupnya, mengingat di beberapa negara blog sudah mulai berpengaruh. Trims untuk gagahputra untuk komentarnya yang membuat saya mencermati ulang dan mengedit entri kali ini :)

7 komentar untuk post ini

Waw, sudah akhir pekan lagi! Simak temuan hasil blogwalking bloggingly selama sepekan terakhir. Enjoy! :D
http://dickysukmana.com/facebook-marketing-tips/

Facebook tidak hanya untuk fun semata. Simak pengalaman Dicky Sukmana, seorang Brand Manager Invictus dan creative director PT Mega Cipta Media yang menggunakan Social Media ( in this case, facebook ) untuk mempromosikan bisnisnya, dengan hasil 78 pcs T-Shirt terjual dalam 2 hari. Pengalaman yang patut disimak :)

http://menwithpens.ca/branding-frank-kern

Men With Pens menuliskan sebuah post yang sangat related dengan topik jadilah diri sendiri dalam blogging yang pernah di publikasikan di bloggingly

http://igoo.gilablog.net

Tampilan theme nya antik sekali : Vista – Looks – Desktop – Interface. Belum lagi fitur change theme on the fly nya. :D

Pernah terpikir untuk membuat yang seperti ini, tapi belum terealisasi juga. Ternyata sudah ada yang melakukannya :P

http://poside.blogspot.com/2009/02/format-iklan-internet-masa-depan.html

Prediksi menarik mengenai format iklan internet masa depan. :)

http://rommiariesta.blogspot.com/2009/02/potret-orang-muda-teknoprenuer.html

Tulisan ringkas yang mengangkat sudut pandang mengenai orang – orang muda yang mencapai sesuatu yang tidak dicapai oleh kebanyakan orang. Simple dan memotivasi :)

http://www.navinot.com/2009/02/13/blogging-what-was-that-again/

Insight mengenai blogging, dalam paragraf pendek ala NavinoT. ulasan menarik mengenai “apa sih yang sebenarnya bisa di distribusikan / dijual melalui blog?”. Anda Blogger? Tulisan ini akan sangat bermanfaat untuk anda.

6 komentar untuk post ini