problogger_panzer by panzergrenadier: Buku yang diterbitkan oleh Darren Rowse :D

problogger_panzer by panzergrenadier: Buku yang diterbitkan oleh Darren Rowse :D

Ingat film 30 hari mencari cinta yang dibintangi oleh Nirina Zubir dulu itu? ceritanya mengenai bagaimana caranya agar memiliki pasangan dalam waktu 30 hari.

Korelasinya dengan blogging? Darren Rowse, salah satu pesohor di dunia blog membuat satu program yang temanya serupa: 31 days to build a better blog – 31 hari membuat blog yang lebih baik.

Maksudnya bukan membuat blog lain yang lebih baik dari blog yang kini anda kelola, namun membuat blog yang kini anda kelola menjadi lebih baik dalam 31 hari kedepan.

Here’s the how:

  1. Buka halaman sign upnya disini.
  2. Masukkan nama depan dan alamat email akif
  3. Buka inbox email anda
  4. Klik link notifikasinya, tanda anda bersedia berlangganan newsletter 31 days to build a better blog, Absolutely Free (i think, karena saya tidak menemukan tanda-tanda pembayaran :P )
  5. Anda sudah masuk ke dalam program 31 days to build a better blog. Anda akan mendapatkan email selamat datang. Tinggal tunggu to do tasks nya di bulan april saja nih :)

Program ini dimulai 1 April mendatang dan akan berlanjut selama 31 hari kedepan. Setiap harinya, Darren akan mengirimkan email newsletter berisi sedikit teknik, dan banyak to do tasks yang harus di kerjakan agar blog anda menjadi lebih baik lagi, To build a better blog ;) Menurut apa yang saya baca di entri-nya, program ini tidak akan terlalu banyak membahas tentang hal teknik namun lebih banyak ke tindakan. action, action, action.

Anyway, jarang ada kesempatan langka di coach (meskipun tidak langsung ;P ) oleh blogger top internasional seperti Darren Rowse. Terlebih lagi, gratis. Siapa yang berprinsip gratisisme disini? ;)

Akhir kata, Selamat bergabung, dan semoga berjaya di bulan april besok :)

Enjoy! :D

7 komentar untuk post ini
communication by Guacamole Goalie

communication by Guacamole Goalie

Tidak ada aturan yang baku dalam menulis blog. Do what you want. Lakukan apa yang anda inginkan.

Anda bisa menulis blog dengan ejaan yang disempurnakan dan mengikuti pakem bahasa secara ketat seperti apa yang dilakukan oleh #Direktif. Anda juga bisa menabrak pakem berbahasa dengan mendramatisir semua yang Anda ucapkan seperti sang fenomena blogosphere Indonesia: Raditya Dika. Gaya menulis aL4 Ab6 d3ng4n k0mb1n45i AnGk4 b35Ar k3c1L seperti ini juga boleh. Menggunakan kata ganti Gue – Elu, Saya – anda, aku -kamu? Anda bisa memilih yang anda sukai. Mengkritik pedas profesi seseorang? Selama masih dalam koridor sopan santu yang baik juga boleh.

Tidak ada aturan yang baku dalam menulis blog. Yang menjadi batas dan aturan dalam menulis blog adalah anda, kreatifitas anda, dan norma yang berlaku tentunya.

Tapi ada satu petuah bijak yang saya rasa patut kita pahami:

Bahasa adalah pembeda kelas yang sesungguhnya.

Tutur bahasa dan kosakata seseorang yang terdidik juga halus perangainya akan sangat berbeda dengan seseorang yang menggunakan kekerasan sebagai hukum dalam hidupnya.

Tidak masalah anda seleboran dalam mengutarakan isi hati anda di blog anda. Tapi coba pikirkan hal ini: Kira-kira apa yang pembaca simpulkan mengenai anda ketika mereka membaca tulisan tersebut?

Kira-kira apa yang pembaca simpulkan dari cara anda menanggapi sesuatu?

Kira-kira apa yang calon klien anda simpulkan mengenai anda ketika mereka melihat cara anda berkomunikasi melalui blog anda? Jika anda juga menawarkan jasa melalui blog anda.

Kira-kira apa yang calon mertua *halah* anda akan simpulkan mengenai anda ketika mereka membaca blog anda? (Jika calon mertua anda cukup melek teknologi tentunya :P )

Kita memang bebas mengekspresikan diri melalui blog, namun kita juga perlu selalu ingat bahwa blog kita itu online dan dapat dibaca oleh ’semua’ orang.

Kecuali jika visibility blog anda di set tidak terbuka tentunya ;)

Tapi mari kita evaluasi bersama-sama: Apakah anda sudah cukup puas dengan gaya bertutur anda di blog anda? Apakah kesan yang anda ingin orang tangkap mengenai anda sudah di munculkan dengan baik melalui tutur bahasa anda di blog yang anda kelola?

Life is a matter of choice.

Enjoy! :D

2 komentar untuk post ini
Hiatus: 08/2007 - 09/2007 by peterbaker

Hiatus: 08/2007 - 09/2007 by peterbaker

Anda pelanggan feed bloggingly atau pembaca setia bloggingly pasti menyadari ada beberapa perbedaan akhir-akhir ini pada bloggingly: Dari yang awalnya selalu on fire update setiap hari, lalu setelah saya mempublikasikan tentang “pilih update ringan setiap hari Vs update berat berkala” saya mulai mengurangi frekuensi posting, hingga akhirnya satu pekan lebih belum ada update.

What Was Going On? ;)

Diluar beberapa urusan personal (ingat selalu: No Personal Crap Here. Personal influence sih ok :P ), saya perlahan mulai menyadari sesuatu: ketika saya on fire mengupdate, saya tidak menyadari keadaan sekitar. Yang saya lakukan hanyalah tulis, tulis, tulis. Tidak ada sosialisasi. Dan lalu saya menyadari ada sesuatu yang janggal disini:

Bloggingly mandek. Penambahan traffic secara signifikan? Tidak ada.

Bukannya saya tidak mensyukuri traffic yang ada y, tapi pada hakikatnya, hari ini harus selalu menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Hingga akhirnya saya mencoba hiatus dulu. Hibernasi. Mundur sejenak dari peredaran dan mengamati sekitar.

Saya mulai mengingat kembali tujuan saya mempublikasikan bloggingly yang sempat terlupa karena on firenya mengupdate harian. Jadi teringat apa kata Neil Patel mengenai “15 Things I Wish I Had Known When I Started My First Blog”. Salah satu poin favorit saya adalah: Don’t burn yourself out. Mungkin ini maksudnya: ketika kita berlebihan dalam membuat tulisan untuk blog, kualitas tulisan kita turun, kita jadi membenci menulis karena hal tersebut melelahkan hingga efeknya kualitas tulisan kita menurun.

Kalau bahasanya Leo Baubuta dalam ebook-nya Zen To Done, “Mana yang anda pilih jika anda menjadi seorang wartawan di satu surat kabar: Menulis berita headline yang dipublikasikan setiap hari namun langsung dilupakan keesokan harinya, atau menjadi penulis insight yang terbit hanya di akhir pekan namun mendapat tanggapan yang sangat luas dan menjadi referensi terus menerus?

Saya juga membaca ulang Blog Profits Blueprint nya Yaro Starak. disana jelas tertulis: Traffic = Good Pillar Content + Marketing. Good Pillar Content, bukannya update harian dengan kualitas yang standar.

FYI, kalau anda ingin belum mengetahui tentang Pilllar Content, baca entri ini: 4 Jenis Tulisan Yang Mendatangkan Banyak Traffic ( Pillar Content ) Menurut Blog Profits Blueprint oleh Yaro Starak.

Dan maka dari itu, akhirnya saya membuat keputusan: Bloggingly akan lebih fokus ke Content Pillar yang dipublikasikan dalam rentang 2 – 3 kali perpekan daripada konten harian yang kurang dalam. Saya sengaja membuat statemen seperti ini agar saya mengharuskan diri saya. :)

So, bloggingly is back! Hanya dengan beberapa perubahan yang saya harap membuat bloggingly menjadi lebih baik lagi. Jika sebelumnya ekspektasi anda sebelumnya adalah “bloggingly update setiap hari” dengan segala kerendahan hati saya harap dirubah: “bloggingly update 2-3 kali perpekan namun dengan konten lebih berbobot dan bermutu!” :D

That’s all for today. Overall, enjoy! :D

P.S.:

  • Satu pekan ditinggal, traffic bloggingly (berdasarkan wp-stat) malah naik 20%. Canggih juga :P salah satu faktornya mungkin Traffic Rivers yang di bahas di Blog Profits Blueprint. Salah satu hal yang akan meningkatkan traffic anda secara signifikan adalah ketika blog yang memiliki audience besar mereferensikan blog anda. Saya rasa NavinoT merasakan hal yang sama y. Bagaimana Ivan & Toni? ;) Joko Susilo memiliki audience besar! :D
  • Jadi tergelitik untuk sedikit share personal things: Silahkan kunjungi salah satu project saya dan Japestinho: Bandungkeun, cityguide kota bandung berbasis pengalaman personal :D
5 komentar untuk post ini

Anytime we have a ner forms of communication, it changes behavior whether it is political or business or any type of behavior. Radio and TV did that. The PC will be classed as big or bigger an advancement in communication than those devices were

-Bill Gates

Communication in Relationships by The Visions of Kai

Communication in Relationships by The Visions of Kai

Salah satu quotation ter-shocking yang pernah saya baca. Saya menemukannya di harian pikiran rakyat selasa pagi kemarin: Ternyata dunia berubah seiring dengan perubahan cara berkomunikasi. Dan yang mengatakannya Bill Gates. Lelaki yang memiliki integritas, yang pernah menjadi lelaki terkaya di dunia di masa jaya nya.

Coba kita analisa:
ketika kemampuan tulis menulis muncul, apakah dunia berubah?

Ketika mesin cetak di temukan, era surat kabar dimulai. Apakah dunia berubah?

Ketika radio di temukan, era broadcasting dimulai. Apakah dunia kembali berubah?

Ketika TV di temukan, Apakah dunia berubah?

Saya rasa jawaban dari semua pertanyaan tersebut ya, dunia berubah secara signifikan ketika satu cara berkomunikasi yang baru di temukan dan menjadi mainstream.

Sekarang, cara berkomunikasi baru di temukan : Internet.

Itu tahun 1990-an. Kebanyakan orang mengenal internet-nya saja secara global. Padahal kita semua mengetahui kalau di internetnya itu sendiri berkali-kali terjadi perubahan.

  • Era static HTML, ketika web masih berupa halaman statis tersusun dari file-file html biasa.
  • Era Web Portal, ketika era dynamic website mulai masuk dan orang berlomba-lomba membuat web portal karena iming-iming advertisement yang disusul dengan dotcom rush LOL
  • Era Google, ketika google didirikan dan googling sudah menjadi brand dari “mencari sesuatu di internet”

Dan yang kini terjadi:

  • Era User generated content, ketika internet menjadi semakin menarik karena interaksi antar user yang menyumbangkan data mereka ke ranah internet. (Social Networking semacam facebook, photo sharing semacam Flickr dan Video Sharing semacam YouTube)
  • Era Blogging, ketika pemikiran setiap individu menjadi berharga karena memiliki akses untuk mempublikasikan apa yang menjadi pendapat dan pengetahuan mereka: Citizen Journalism.
  • Era Mobile, dimana biaya akses internet mobile semakin hari semakin murah, dan semakin banyak kita temui mereka yang online melalui handphone.

Bukankah itu perubahan cara komunikasi? Kira-kira kearah mana dunia akan berubah?

Dan yang lebih penting lagi, dimana posisi kita saat mengetahui perubahan dunia tersebut? Apakah kita mengambil posisi yang tepat lalu mengambil keuntungan dari perubahan tersebut, atau malah dirugikan oleh perubahan tersebut?

Pendapat anda? Bagaimana menurut anda?

Enjoy. :)

10 komentar untuk post ini

Beberapa pekan yang lalu saya sempat men-share mengenai bagaimana cara mengimport tulisan dari feed blog ke facebook notes. Yah, memperbesar cakupan audience lah :)

Masalahnya sekarang adalah, kita hanya bisa mengimport satu feed saja ke facebook notes. Bagaimana jika kita memiliki lebih dari satu blog? Contohnya, saya memiliki dua blog: http://fikrirasyid.com yang berisi personal thoughts dan pengembangan diri dan http://bloggingly.com yang merupakan niche blog.

Jawabannya: Dengan Mirror Blog Application.

Saya mengimport feed blog pribadi saya ke facebook menggunakan facebook notes (karena facebook lebih ke personal, jadi yang saya tampilkan sisi personal saya :) ). Nah, untuk bloggingly, saya install mirror blog application, add feed bloggingly, lalu munculkan feed tersebut di sidebar profile. Bisa juga di tab info profile :)

Mudah kan? ;)

Sebenarnya, Mirror Blog Application juga bisa digunakan untuk menulis posting blog via facebook. Namun karena mengharuskan kita mensave username dan password, saya menjadi tidak nyaman karenanya dan tidak menggunakannya. :)

Tertarik menggunakannya? Klik disini untuk mengakses halaman mirror blog application. Di kanan atas ada button add application. Tekan, lalu ikuti saja langkah2 berikutnya :) Yang perlu di perhatikan, di langkah pertama anda akan diminta mensetting apa yang anda inginkan: Sudah memiliki blog, Membuat Blog Baru, atau hanya mengimport feed blog saja (in english tentunya). Pilih yang hanya mengimport blog saja, lalu ikuti langkah selanjutnya.

Anyway, apakah ada yang sudah menggunakannya? Yang sudah menggunakan mirror blog application, share pengalamannya donk :D

Enjoy! :D

23 komentar untuk post ini
{ There are a million ways to say thank you ,, by B a r c a ,

{ There are a million ways to say thank you ,, by B a r c a ,

Pertanyaan klasik: Apa motivasi anda ngeblog? Banyak hal. Mulai dari hepi-hepi, gemar menulis, for the sake of economy, narsis, penyaluran tekanan, menghabiskan waktu, aktualisasi diri, penyaluran pendapat, berbagi, Otorisasi, Strategi Merketing, ikutan lomba ngeblog, ajakan teman, coba-coba, dan ribuan alasan lainnya.

Tapi hari ini saya menemukan satu lagi alasan dan kebahagiaan dari ngeblog:

Kebahagiaan dari menjadi berguna untuk orang lain.

Kebahagiaan ketika orang lain mengatakan terima kasih dengan tulus atas apa yang kita tulis di blog anda.

Kebahagiaan dari menjadi bagian atas “rahmat bagi seluruh alam”.

Wahai anda yang ngeblog, pernahkah anda merasakan sumringah yang serupa?

Ketika orang lain mengucapkan terima kasih dengan tulus atas apa yang anda tulis di blog anda?

Ceritakan pengalaman anda di kolom komentar y :)

Selamat Hari Senin, dan

Enjoy!

:D

P.S. :

Perasaan ini muncul ketika membaca postingan di mimeblogger yang ini (Thnx ra! :D ) & Komentar seseorang di Blog pribadi saya tentang mantra psikologis bernama perhatian. :)

4 komentar untuk post ini

Back on Track. Simak entri-entri menarik yang saya temukan selama sepekan ini. Enjoy! :)

“Soalnya senin saya gladiresik, selasa saya wisuda S2″
Completely out of topic. Tapi tulisan yang satu ini sangat menggelitik! Gyahahaha :D Dari seorang berhobi marketing yang *akan* bersupirkan seorang S2. :P
How I Sold 1000 CDs In 30 Days

Bukan entri blog, tapi free E-Book. Bercerita tentang strategi yang digunakan oleh Pandji Pragiwaksono (dulu penyiar di HardRock FM) untuk menjual 1000 CD Albumnya yang bergenre Hip Hop (yang notabene marketnya tidak sebagus musik pop di Indonesia) dalam waktu sebulan.

Yang jadi menarik adalah: seorang musisi hip hop yang memasarkan albumnya menggunakan prinsip2 marketing dari Seth Godin (purple cow) dan marketer-marketer lainnya. Ini yang edan dan gaya. Musisi dengan kemampuan marketing! (atau marketing dengan kemampuan musik y? dia kan aslinya marketer? :P )

Masa depan Friendster
Richard Fang mencoba menganalisa masa depan friendster berdasarkan pengamatan dan pengalamannya menggunakan friendster. Insight yang sangat menarik. Terutama di bagian statement kalau FS akan segera punah jika tidak berbenah. LOL
http://gejayan.politikana.com/
Satu lagi sahabat DagDigDug setelah Cerpenista. Jika cerpenista berbicara mengenai collaborative writing tools, Maka Politikana merupakan user generated politic blog. Berhubung suasana politik yang sedang hangat, saya rasa anda perlu mengunjungi situs yang di “tenagai” oleh Tumblr ini. Apa lagi desainnya ciamik begitu :D
5 Plugins to Keep WordPress Secure

3 Must Apply Security Tips for WordPress

Amankan sistem wordpress anda! Baca entri ini untuk mengetahui bagaimana caranya!
Five options for blogging in a bad economy
Semua orang juga tahu kalau ekonomi internasional sedang terguncang dan memberikan imbas baik itu positif atau negatif ke blogosphere. Sekarang pertanyaannya adalah, terutama jika anda blog for the sake of money, tindakan apa yang harus dilakukan untuk menyikapi situasi ini? Performancing mengutarakan pendapat dan sarannya. Klik link diatas.

New Spring Design
Sudah lihat tampilan barunya blog Matt Mullenweg? Awesome (Apalagi icon ma.tt-nya). Ramai sekali, sampai-sampai Matt sendiri bilang kalau tampilannya direkomendasikan untuk mereka yang ber-bandwith tinggi dan open minded. Haha, dasar! :D

2 komentar untuk post ini
super affiliate guru ewen chias car by heidi.huckle

super affiliate guru ewen chias car by heidi.huckle

Di tengah pergulatan pikiran saya memikirkan mengenai bagaimana caranya memonetisasi blog berbahasa Indonesia (actually, ya bloggingly ini) selain dengan PPC lokal dan direct ads, saya menemukan ide ini. Sempat saya uji cobakan, dan responsnya lumayan. Namun ada beberapa aspek yang saya rasa masih patut diperhatikan. Jika model bisnis ini bisa berjalan dengan baik, ada peluang monetisasi yang besar terbuka lebar.

Jadi bagaimana idenya? Here we go: Saya menyebutnya Direct Affiliate. Afiliasi langsung. (Kalau ada usul nama yang lebih tepat, silahkan memberi usul :) )

Jika direct ads berarti blogger memasang banner dari pemasang iklan-nya langsung, dan affiliate berarti menjual produk orang lain melalui link yang diberi querystring sebagai penanda afiliasi, hal ini sedikit mirip lah. Namun lebih “tradisional” dan direct:

Untuk menggambarkannya, saya deskripsikan melalui contoh ini:

Teman saya (Sebut saja bunga *halah*, tidak sebut saja A) ingin menjual vespa-nya. Masalahnya berita mengenai dijualnya vespa tersebut tidak cukup luas, sehingga vespanya A belum kunjung terjual. Saya ngobrol2 mengenai hal tersebut dan menawarkan hal ini:

Harga vespa tersebut 4 juta. Saya promosikan di blog saya (katakanlah example.com) seharga 4,3 juta dan jika memang berminat, silahkan hubungi nomer A yang menjual vespa tersebut secara LANGSUNG.

Mengapa langsung? Agar saya (pemilik blog) tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang bukan menjadi keahlian saya yaitu product knowledge mengenai vespa, dan urusan penjual-belian.

TIdak lupa, informasikan pada pembaca bahwa jika mereka menghubungi A dan mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com, mereka bisa membeli vespa tersebut dengan harga 4juta saja (yang notabene harga sebenarnya), bukan 4,3 juta.

Dengan memberitahukan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai vespa tersebut dari blog example.com, 3 pihak mendapatkan keuntungan:

  1. pembaca mendapatkan nilai tambah berupa potongan harga (dan mereka akan tergerak untuk melakukannya)
  2. A mengetahui bahwa yang mempromosikan vespanya adalah blog example.com
  3. pemilik example.com diketahui jejak pekerjaannya

Dari banyak orang yang menghubungi, jika closing sales atau penjualan, 5% dari 4juta yang menjadi harga vespa diberikan kepada saya selaku pemilik example.com sebagai biaya marketing.

That’s it. Sederhananya:

  1. Pemilik blog mencari orang yang menjual suatu produk
  2. Pemilik blog mempromosikan produk tersebut di blognya dan mengarahkan pengunjung untuk menghubungi pemilik produk secara LANGSUNG dan mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com
  3. Ketika produk terjual, pemilik blog yang mempromosikan produk tersebut mendapatkan 5% dari nilai transaksi, sebagai biaya marketing.

Simple kan? Di balik semua itu, ada beberapa logika psikologis:

Mengapa mempromosikan produk orang, bukan produk sendiri?

  1. Mengatakan produk sendiri bagus dan mengatakan produk orang lain bagus itu berbeda efeknya. Terlebih jika anda tidak mendapatkan keuntungan (atau tampak tidak mendapatkan keuntungan) dari mempromosikan produk orang lain tersebut. Ketika anda mempromosikan sesuatu yang tidak menguntungkan anda, orang cenderung lebih percaya. Bagaikan anda mendengarkan cerita teman anda mengenai pengalamannya tentang betapa kerennya film yang baru muncul di bioskop dan anda tergerak untuk mentonnya juga.
  2. Ketika anda mempromosikan barang anda sendiri, anda akan turut sibuk mengurus urusan transaksi jual beli. Ketika anda mempromosikan produk orang lain, mereka yang sibuk urusan transaksi jual beli, anda fokus di promosi dan menerima hasil promosi.

Sounds easy right? Terdengar mudah mungkin. Tapi ada beberapa aspek yang anda HARUS perhatikan:

  1. Target market anda yang datang umumnya datang dari search engine. Jadi, jika ingin promosi anda cepat closing, at least anda harus menguasai SEO dan halaman post anda bisa tampil di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari.
  2. Kemampuan copywriting (meyakinkan pembaca melalui tulisan. Memangnya mudah?) anda harus mantap.

Dan diluar aspek-aspek tersebut, ada banyak aspek yang masih perlu dibenahi:

  1. Model bisnis seperti ini sangat tergantung kepada kepercayaan penjual prooduk dan promotor. Bisa saja produk penjual produk terjual dan dia mengatakan bahwa pembeli tidak mendapatkan informasi mengenai produknya dari blog anda.
  2. Model tanda bukti kerjasama. Saya rasa segala transaksi harus ada format pencatatannya agar hasilnya profesional.
  3. Apakah komisi marketing 5% proporsional?
  4. Jika model bisnis seperti ini dijalankan, ada yang punya rekomendasi tools2 atau plugin tertentu?

Hmm… Topik kali ini agak serius guys. Let me know what you think.

Enjoy! :D

P.S.

Saya mengujikan hal ini di blog pribadi saya (dijual vespa antik). Dari 28 februari kemarin, tadi saya kontak sudah ada 6 orang yang mengontak teman saya itu. Pendapat anda? ;)

28 komentar untuk post ini
Im bored by Martini DK

I'm bored by Martini DK

Semua orang pernah dihinggapi rasa bosan. Merasa bosan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi itu membiarkan diri anda dikuasai rasa bosan :D

Menghubungkan isyu ini dengan blogging, saya yakin bahwa ada satu titik dimana setiap blogger bosan dengan kegiatan blogging. Iya kan? ;) Mungkin anda menulis terlalu sering? Sehingga menulis yang seharusnya menyenangkan malah menjadi penjara rutinitas untuk anda. Jika hal itu terjadi, mungkin anda bisa “menyesuaikan”" pola posting anda, seperti apa yang saya lakukan di bloggingly :)

Jika anda sedang tidak ingin melihat editor WYSIWYG di dashboard blog anda, tidak masalah. Coba tips ini. Sebenarnya tips ini akan sangat terasa untuk mereka yang mengelola personal blog dan sudah cukup lama ngeblog. Tapi bekerja untuk semua blogger juga sih (kecuali yang sangat baru sekali ngeblog) :

Akses halaman depan (home) anda, lalu lihat tulisan-tulisan lama anda. Tulisan yang anda tulis pertama kali di blog anda, tulisan yang anda publikasikan 8 bulan lalu, 9 bulan lalu, atau malah 2 tahun yang lalu.

Merasakan perbedaan? Merasa aneh atau konyol mungkin? perasaan masa-sih-dulu-saya-melakukan-ini? atau masa-sih-dulu-saya-berfikiran-seperti-ini? Haha, umumnya orang demikian, terasa perbedaan yang nyata di saat pertama kali ngeblog dan sekarang setelah sekian lama ngeblog.

Manusia tumbuh berkembang. begitu pula anda. Begitu pula saya. Kita semua bergitu: Tumbuh berkembang.

Terlebih lagi, otak kita yang sangat canggih ini tidak menyimpan semua memori yang kita alami. Seringkali otak hanya menyimpan memori yang kuat secara emosional. Ketika terjadi lagi satu kejadian yang kuat secara emosional, ingatan lama kita dimasukkan ke dalam folder yang ditaruh dalam-dalam yang jarang diakses. Padahal, ada banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang mungkin secara emosional tidak kuat-kuat amat. Namun tetap saja berharga.

Setiap detik dalam hidup kita berharga

Bukankah begitu? Masalahnya adalah, terkadang kita tidak bisa merekam dengan jelas setiap episode kehidupan kita. Mungkin disitu ada pemikiran, harapan, kejadian, kebahagiaan, kebodohan, keculunan, and whatsoever. Semua kejadian baik besar maupun kecil yang menjadikan kita pribadi yang sekarang ini.

Karena otak tidak merekam semuanya dengan jelas, disanalah blog berperan. Blog membantu kita merekam beberapa kejadian yang suatu saat mungkin akan sangat jarang diakses oleh memori kita.

Dan membantu kita merenungkan perkembangan yang sudah kita jalani.

Bukankah begitu?

Bagaimana pendapat anda?

Enjoy! :D

P.S.

Saya menulis entri ini segera setelah saya “menggali” tulisan-tulisan lama saya di personal blog saya yang tak lama lagi genap berumur satu tahun. Disana saya banyak bercerita mengenai pengalaman dan pemikiran di bidang self development, bisnis, analisa, review buku, dan lain-lain. If it’s your cup of tea, i reccomend you to go there: http://fikrirasyid.com . Kita bisa berdiskusi mengenai berbagai hal diluar blogging disana :)

Beberapa tulisan yang menggugah ingatan saya:

Hope you enjoy it guys! :D

Anyway, sudah merasa lebih baik dengan kebosanan anda dalam ngeblog? ;)

6 komentar untuk post ini
change by Viv | Seattle Bon Vivant

change by Viv | Seattle Bon Vivant

Saya punya satu pertanyaan untuk anda semua pembaca bloggingly:
Menurut anda, mana yang lebih anda menyenangkan: Blog yang di update setiap hari namun kontennya berkisar di seputar insight dan komentar saja, atau blog yang diupdate sepekan sekali-dua kali atau tiga kali namun dengan konten yang depth (dalam)?

To be honest, beberapa hari ini saya mencoba menganalisa progress bloggingly. Dan hasilnya? Saya rasa belum maksimal.

Satu analisa saya adalah tulisan-tulisan saya di bloggingly yang akhir-akhir ini lebih sering berputar di insight, pemikiran, dan berbagai hal yang lebih personal untuk mengejar One Post Per Day (jadi ingat campaignnya mango addict dulu y? :P ). Di satu sisi, memang benar bahwa tulisan yang bersifat personal lebih memicu diskusi melalui komentar. Namun disisi lain, mungkin pertumbuhan traffic tidak teralu berbanding lurus y? Yang saya amati dari dashboard wp-stat saya, bahwa beberapa post dengan satu topik tertentu justru menjadi tulisan yang paling sering diakses. Timeeless lagi.

Terlebih lagi, saya terbayang satu poin yang disampaikan oleh Neil Patel di 15 Things I Wish I Had Known When I Started My First Blog. baca poin ini:

Don’t burn yourself out

When I started blogging, I used to blog twice a day. I got burned out and felt that I was writing too much. Blogging shouldn’t seem like a chore, you should enjoy it. I now blog once a week on average and I love doing it. Don’t force yourself to blog to often or else you will get burned out.

Yep, and i think i’ve burned myself out. Belum terlalu burn out sih, tapi saya mulai merasa bahwa meski saya masih sanggup mengejar satu update perhari, hal ini tidak akan selamanya bisa terjadi. Sampai kapan saya bertahan? Terlebih dengan project lain yang membutuhkan perhatian. Memang benar kata Bang Anggi dari RuangFreelance suatu ketika kami chat via facebook: “Coba cari partner fik, akan lebih enak dan ringan kalau ngerjain blognya tidak sendiri”. Dan yeah, benar-benar terasa sekarang. :D

*NOTE: Kalau tidak salah, beberapa teman blogger lain juga pernah merekomendasikan hal ini y?*

Sekarang pertanyaannya adalah: Dimana dan bagaimana caranya mencari partner yang sevisi dan sehati y? Salut sama Bang Toni yang main tembak saja dan ternyata klop, Hahaha, ajarkan saya cara menmbak yang baik dan benar dong :D Anyhow, Ada yang mau menjadi co-author di bloggingly? Not for sake of money y, orang monetisasi saja belum ada :P

Overall, saya mencoba merangkum apa yang menjadi kegundahan saya, dalam sudut pandang saya dan blog yang masih dikelola seorang diri:

Post Harian

KELEBIHAN: Blog menjadi padat dengan konten. Memungkinkan untuk menjalankan program “minggu hari link, rabu hari review”. Reader disapa setiap hari melalui feed.

KEKURANGAN: Karena “mengejar setoran” kualitas konten tidak menjadi terlalu “dalam”. Implikasinya? Traffic tidak berkembang secara maksimal. Anyway, It will burned myself out someday.

Post Pekanan (2 – 3 kali perpekan)

KELEBIHAN: Ada tenggang waktu untuk membuat satu tulisan yang lebih dalam dan berkualitas. Jika kualitas konten terjaga dengan baik, implikasinya adalah pertumbuhan traffic yang lebih baik.

KEKURANGAN
: Subscriber? Logikanya subscriber blog menjadi banyak untuk blog yang rajin di update. Namun kenyataannya adalah malah kebanyakan blog besar dengan ribuan subscriber tidak diupdate setiap hari tuh.
Terjebak lalai. Karena tidak bersentuhan setiap hari, kemungkinan lalai tinggi. Niatnya dua-tiga kali perpekan tapi malah tidak di update2. halah.

Sekarang, pendapat anda bagaimana? Sejujurnya mulai lebih condong ke Post Perpekan, jika saya masih mengelola bloggingly seorang diri sih *halah*. Pendapat anda?

Enjoy! :D

P.S.

  • Resolusi awal tahun baru 2009 saya sepertinya perlu dipercanggih lagi. Bukan update setiap hari, itu kan jalan. Tapi lebih ke meresolusikan hasil. Jalan mah bisa fleksibel kan? Karena terkadang kita belum mengetahui jalan yang terbaik untuk kita. Yang penting hasil tercapai ;)
  • Ngomong-ngomong, hari minggu kemarin saya ke studio Metro TV untuk menyaksikan Mario Teguh Golden Ways Live. Dan saya sempat foto-foto di depan lambang media mainstream itu dengan membawa-bawa icon bloggingly. Hanya satu – dua foto sih, tapi coba disimak di Facebook Pages Bloggingly deh. haha, new media on mainstream media office! :D
  • Anyway, yang punya account facebook, join di Facebook Pages Bloggingly y! :)
12 komentar untuk post ini