moveable-type-blog by pub_lick_smith

moveable-type-blog by pub_lick_smith

Setiap harinya, entah berapa jumlah blog baru yang muncul di blogosphere. Setelah beberapa riset sederhana (blogwalking – red), kami menemukan kesamaan pola dari blog – blog yang ada sehingga kita dapat mengelompokkan dan membaginya ke dalam beberapa jenis blog. Tidak perlu banyak introduksi, here we go :

Berdasarkan Jenisnya

Online Diary / Online Journal / Personal blog. Blog yang berisi hal – hal seperti pengalaman, opini, atau pendapat pribadi dari blogger yang mempublish-nya. Entah ber-niche atau tidak, satu poin penting dari personal blog adalah jenis blog ini mengandalkan spontanitas dari blogger itu sendiri. Update dilakukan ( bisa berupa update teratur atau tidak ) setiap blogger memiliki “sesuatu” utuk disampaikan via blog nya. Contoh : http://rahard.wordpress.com ( Budi Rahardjo ), http://radityadika.com ( Raditya Dika )

Corporate Blog. Blog yang di publish oleh korporasi. poin pentingnya adalah, blog ini merupakan online representative atau “wajah dari perusahaan” tersebut di ranah internet. BIasanya berkontenkan langkah – langkah yang diambil oleh perusahaan, press realease, konfirmasi terhadap suatu isu tertentu, budaya perusahaan, ulasan mendalam tentang suatu isu yang berkaitan dengan perusahaan, dsb. Contoh : http://ycorpblog.com ( Yahoo! ) , http://googleblog.blogspot.com ( Google ) , http://www.boeingblogs.com/randy/ ( Boeing )

Project / Product Blog. Blog yang berisi tentang perkembangan suatu project / product. Baik project / produk tersebut berupa aplikasi web , varian baru dari suatu produk, dsb . konten dari blog jenis ini menampilkan perkembangan atau kabar terbaru dari project / produk tersebut. Contoh : www.ymessengerblog.com ( Yahoo! Messanger ), http://googlechromereleases.blogspot.com ( Google Chrome )

Niche Blog.
Blog yang kontennya berfokus pada suatu niche atau topik tertentu. Pada umumnya, blog jenis ini membuat ‘blog’ nya menjadi subjek dari post yang dibuat, alias tidak menunjukan karakter dari penulis konten melainkan karakter dari blog itu sendiri. Blog jenis ini merupakan jenis blog yang mudah untuk di monetisasi ( monetisasi = menghasilkan uang ) karena memiliki target pembaca tertentu. http://publishedmind.blogspot.com ( Teknologi ), http://navinot.com ( IT in social way )

Berdasarkan Tujuannya

Blog untuk berorientasi personal. Poin – poin yang mencirikan blog jenis ini : niche nya seringkali beragam, dan bahasa yang digunakan subjektif atau berorientasi pada penulis post ( blogger oriented ). http://hermansaksono.com ( Herman Saksono )

Blog untuk Personal Branding. Blog yang dibuat untuk mempromosikan “kapasitas” atau kemampuan dari si pembuat blog / blogger. Ciri – ciri umumnya : membahas niche tertentu, banyak berisi ulasan mendalam, penggunaan bahasa yang formal atau semi formal, dan blog menunjukan karakter si blogger. Contoh : http://muhammadisman.blogspot.com ( Trainer ), http://hermawan.typepad.com ( Marketing Consultant ), http://romisatriawahono.com ( IT Consultant )

Blog untuk Monetisasi. Sering juga disebut, build for adsense, meskipun selain PPC ( Adsense ) ada juga sumber income lainya. Blog yang berorientasi pada pengunjung. informasi yang ditampilkan berorientasi pada pengunjung karena diharapkan blog memiliki banyak pengunjung. banyak pengunjung = high traffic = high clicks = high income. :) . Blog jenis ini pada umumnya sangat memperhatikan aspek – aspek yang menunjang supply traffic untuk blog, seperti aspek SEO, widget social bookmark, dsb dsb. http://problogger.net, http://shoemoney.com

Blog untuk portofolio. Blog yang menampilkan hasil karya dari blogger. pada umumnya blog jenis ini dibuat untuk menampilkan karya desain, fotografi ( photoblog ), dan komik ( comicblog ). contoh : http://chickenstrip.wordpress.com, www.my-photo-blog.com/

Blog untuk katalog. Blog yang kontennya berisikan daftar hal – hal yang menarik untuk blogger. Pada umumnya katalog design, kumpulan link – link, dsb. Contoh : http://bestwebgallery.com, http://cssgallery.com

Berdasarkan Kontennya (Tipe media yang digunakan)

Note: Tipe ini benar-benar adaptasi bebas dari wikipedia. (kecuali copy paste blog, itu saya buat sendiri) Untuk lebih lengkapnya, silahkan langsung berkunjung ke artikel wikipedia mengenai blog

Vlog - singkatan dari Video Blog. Blog yang kontennya berisikan video. Contoh: NotSoGeeky

LinkLog - Blog yang kontennya berisikan kumpulan link. Contoh: Jennifer’s LinkLog

Sketchblog - Blog yang berkontenkan kumpulan sketsa portofolio pemiliknya. Contoh: Kristen’s Sketchblog

Photoblog / Phlog – Blog yang berkontenkan foto. Contoh: Kathleen Connally’s Photoblog

Tumbleblogs - blog berisikan entri text pendek dan kombinasi berbacai media. Contoh: poetsch.org’s tumbleblog

Typecasting Blog – Blog yang kontennya merupakan tulisan yang diketik menggunakan mesin tik / tulisan tangan / notes yang lalu di scan dan dipublikasikan melalui blog. Contoh: Type-Ten.com

Splog - singkatan dari spam blog. Blog berisikan HANYA iklan and nothing else. Terkadang disepipi beberapa konten copy paste. Contoh: Come on, sudah terlalu banyak blog seperti ini. Masa harus di beri tahu?

Blog iklan baris – Blog berisi iklan baris. Iklan, iklan dan iklan. Contoh: http://blogiklanbaris.com/

Blog Copy Paste
- Blog yang kontennya copy paste dari blog lain. Contoh: Well, sepertinya tanpa saya cantumkan juga anda akan banyak menemukannya ;)

Berdasarkan Device (tools yang digunakan)

Moblog - Blog yang di update menggunakan perangkat mobile. Contoh: Dori’s Moblog

Berdasarkan Genre

Note: Again, ini adalah adaptasi bebas saya dari artikel wikipedia.

Blog juga dapat di kategorikan berdasarkan genre atau topik yang dibahasnya. Karena blog dapat membahas hampir apapun (bahkan ada juga blog mengenai blog kan? ;) ), maka saya hanya akan mencantumkan beberapa genre saja, seperti yang di cantumkan di wikipedia:

  • Personal Blog – Blog pribadi, tentang seseorang
  • Political Blog – Blog bertopik Politik
  • Travel Blog – Blog berkategorikan travelling, atau panduan travelling
  • Fashion Blog – Blog tentang fashion
  • Music Blog – Blog tentang musik
  • Education Blog – Blog tentang pendidikan
  • ETC. Banyak sekali! Cantumkan saja topik yang di bahas di depan kata ‘Blog’ :D

Berdasarakan Protokol

Note: Idem dengan berdasarkan konten, sourcenya dari wikipedia

Blog – Blog yang berada di jaringan world wide web dan menggunakan protokol hypertext transfer protocol (http). Merupakan singkatan dari weblog: logging the web.

Phlog – Blog yang menggunakan protokol Gopher. Jika “B” dari blog berasal dari kata “Web”, maka “Ph” dari Phlog berasal dari kata “Gopher”. Contoh: Port70 Phlog (gopher link)

*****************************

Perlu diketahui, tidak semua blog strict berada dalam satu jenis seringkali sebuah blog termasuk kedalam dua jenis blog sekaligus. kebanyakan blog berjenis campuran ini dari kelompok Blog berorientasi personal dan Blog untuk personal branding. Well, Bagaimana menurut anda? Blog anda termasuk ke dalam jenis yang mana? ;)

Enjoy! :D

Note: Entri ini aslinya saya publikasikan di bloggingly pada tanggal 07 oktober 2008. Namun pada akhirnya saya publikasikan ulang (dengan merubah data publikasi) pada tanggal 26 April 2009 untuk keperluan penyusunan ulang dan pengonsepan ulang agar Bloggingly lebih mudah di browse. Sebagai tambahan, saya juga tambahkan image dan sedikit pengeditan agar lebih ciamik. Saya juga mengadakan beberapa penambahan materi konten. :)

24 komentar untuk post ini
DAY 100 - 100 of me by anna ristuccia

DAY 100 - 100 of me by anna ristuccia

Mencari tips blogging? Mencari tips blogging mungkin sedikit membingungkan di tengah belantara blogosphere yang kian luas. Entri kali ini merupakan daftar blog yang mungkin bisa anda jadikan referensi untuk mencari inspirasi dan referensi dalam blogging.

FYI, blog-blog berikut kami search secara manual :)

Tips Blogging dalam Bahasa Inggris

Jika bahasa Inggris bukan masalah bagi anda, ada jutaan halaman tentang blogging yang dapat anda akses. Dan berikut ini adalah pilihan kami:

DailyBlog Tips
All about blogging: Mulai dari dasar-dasar ngeblog hingga monetization di bahas disini. Daniel Scocco membahas blogging di DailyBlogTips secara lugas dan to-the point. Link diatas merupakan link menuju halaman awal Daily Blog Tips, berisikan berbagai link menuju artikel ’starter’ di DailyBlogTips

ProBlogger
Blogger mana yang tidak mengenal Darren Rowse? Pria asal Australia ini telah ter-brand-kan sebagai blogger professional sukses. Di Problogger, Darren membagikan berbagai tips bloggingnya. Link diatas merupakan link menuju halaman dimana Darren me-list daftar tips-tips terbaik untuk para pemula di bidang blogging.

BecomeABlogger
Video mengenai berbagai tips menjadi blogger. Gratis, keren, dan infomatif. Juga tersedia ebook Roadmap to Become a Blogger yang membahas langkah-langkah menjadi blogger sukses dilengkapi dengan action plan untuk mengimplementasikan teknik yang terdapat di ebook tersebut.

Lorelle @ Wordpress
Blog berisi Bantuan, Tips, Saran, dan teknik yang diperlukan dalam blogging menggunakan wordpress dan wordpress.com

Blog Profits Blueprint
Salah satu ebook terbaik tentang blogging yang pernah saya baca.

Tips Blogging Dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris anda belum terlalu baik? Tidak masalah, blogosphere Indonesia sudah kian berkembangnya :)

Tips Blogging oleh A. Fatih Syuhud
Tips blogging oleh senior di blogosphere lokal. Tips nya mencakup berbagai hal.

TIps Blogging oleh KodokIjo
Tips penulisan dan positioning blog yang kreatif.

AyoNgeblog
Mencari alasan sederhana tentang “mengapa saya harus ngeblog?” ? Anda perlu membaca AyoNgeblog. Sekarang.

Mimeblogger
Berbagai tips mengenai “menjadi blogger yang lebih oke”. Tips-tips pengembangan diri untuk profesi blogger.

Kolom Tutorial
Berbagai tutorial menggunakan blogger. DI blog ini tersedia berbagai template blogger.com yang unik

Tips-Trik
Berbagai Tips & Trik mempercantik blog. Spesifiknya, untuk anda yang menggunakan blogger.com

O-om
Salah satu blog tentang blogging berbahasa Indonesia terbaik. 4000 pelanggan feed dan 1000 followen di Google Friend Connect cukuplah menjadi bukti. Berisikan review berbagai tools dan teknik yang mempermudah kegiatan blogging anda.

Blogguebo
Tips mengenai menghasilkan uang melalui blog oleh praktisi make money online, dalam bahasa indonesia.

BloggingIdeas @ Wordpress
Berbagai ide untuk blogging

Bloggingly
Semua tentang blogging, What blogging is all about, di bahas disini! :D *narsis mode:on*

Well, well, bagaimana dengan anda? Adakah blog bertopik blogging favorit anda yang belum terlist disini? Silahkan sampaikan melalui form komentar.

P.S.

Boleh mempromosikan blog sendiri, asal memang bertopik mengenai blogging. No Junk please, tidak-segan-menghapus-komen-mode: on.

jadilah yang pertama berkomentar!
Britain Going Blog Crazy - Metro Article by Annie Mole

Britain Going Blog Crazy - Metro Article by Annie Mole

Definisi dan pertanyaan “Apa itu blog” adalah pertanyaan sakti dengan berbagai versi. Berikut ini adalah definisi blog menurut bloggingly:

Arti Blog, Secara Bahasa

Blog, secara bahasa merupakan singkatan dari Weblog. Weblog sendiri merupakan singkatan dari “Logging The Web”. Asal-usul dari istilah “Logging The Web” adalah memasuki web dan menuliskan ‘kesimpulan link-link mana yang menarik‘ dan memberikan pendapat tentang link tersebut di jurnal online mereka. Lebih lengkap, silahkan baca sejarah asal usul blog.

Definisi Blog Versi Bloggingly

Blog adalah website dengan konten (konten bisa berupa teks, gambar, link, audio atau video) yang di-update secara berkala serta mewakili dan berdasarkan sudut pandang ‘karakter’ tertentu yang menjadikan kontennya khas (umumnya menggunakan sudut pandang personal). Standarnya, konten blog diurutkan secara kronologis terbalik (konten baru di depan, konten lama di belakang) dan dapat dikomentari.

**********

Sekarang pertanyaannya, mengapa saya menyimpulkan/mendefinisikan blog demikian? Pertama – tama, mari kita simak definisi blog mengenai berbagai sumber terkenal. Blog adalah…

Wikipedia english version (User Generated Encyclopedia)
A blog (a contraction of the term weblog) is a type of website, usually maintained by an individual with regular entries of commentary, descriptions of events, or other material such as graphics or video. Entries are commonly displayed in reverse-chronological order.

Merriam-Webster
Etymology: short for Weblog
a Web site that contains an online personal journal with reflections, comments, and often hyperlinks provided by the writer.

Darren Rowse @ Problogger (Professional Blogger)
a blog is a type of website that is usually arranged in chronological order from the most recent ‘post’ (or entry) at the top of the main page to the older entries towards the bottom.

Wordpress.org On introduction to Blogging (Popular Blog Management System)
“Blog” is an abbreviated version of “weblog,” which is a term used to describe web sites that maintain an ongoing chronicle of information. A blog is a frequently updated, personal website featuring diary-type commentary and links to articles on other Web sites. Blogs range from the personal to the political, and can focus on one narrow subject or a whole range of subjects.

Blogger.com di panduan memulai versi bahasa (Popular Blog Service)
Dalam terminologi sederhana, sebuah blog adalah sebuah situs web, di mana Anda menuliskan hal-hal yang berbasis peristiwa yang sedang berlangsung. Hal yang baru tampil di paling atas, sehingga pengunjung Anda dapat membaca apa yang baru. Kemudian mereka dapat mengomentarinya atau menambahkan link atau mengemail Anda. Atau tidak.

Pitra @ Media-Ide (Web Strategist)
blog adalah website yang isinya berupa tulisan-tulisan yang merupakan opini dari pemilik blog. Biasanya blog disajikan berurutan berdasarkan tanggal. Tulisan terbaru yang dibuat, dimunculkan di paling atas. Ciri lain dari blog adalah adanya komentar. Pembaca blog bisa memberikan tanggapan terhadap isi tulisan. Penulis blog bisa memberikan balasannya pula di bagian komentar itu.

Dari berbagai definisi diatas, kita bisa mengambil berbagai kata kunci mengenai “definisi blog”:

  • Singkatan dari weblog
  • website (sejenis website)
  • Personal journal/online diary
  • Dikelola secara individual
  • Diupdate secara berkala
  • Diurutkan secara kronologis terbalik, dimana tulisan terbaru muncul di awal dan tulisan lama di belakang
  • Dapat di komentari
  • Terdiri dari berbagai link
  • Merupakan Opini pemilik blog (blogger)

Ada satu hal yang perlu kita sadari bersama: berbagai definisi ini dibuat beberapa tahun lalu, yang mana kondisi blogosphere kala itu berbeda dengan kondisi blogosphere kita saat ini, (tahun 2009) sehingga ada beberapa aspek dari definisi tersebut yang terasa tidak relevan untuk kondisi sekarang. Mari kita runut beberapa aspek yang kita perlu kritisi:

Dikelola secara Individual/Personal Journal/Online Diary: di awal kemunculannya, blog memang sebuah kumpulan review akan link yang diterbitkan secara personal oleh pengelolanya. Namun dewasa ini, bukankah banyak apa yang kita sebut dengan corporate blog (ex: GoogleBlog)? atau blog niche yang dikelola oleh dua atau lebih blogger (ex: NavinoT)?

Salah satu kelebihan blog memang tampil menampilkan informasi dari perspektif personal, atau versi lebih manusiawi dari website. Namun dewasa ini blog sudah menjadi lebih dari online diary kan?

Terdiri dari kumpulan link dan berisi opini: Ini aspek dari blog di awal kemunculannya. Namun dewasa ini, banyak juga blog yang tidak berisi opini (namun berisi definisi, how to, share pengalaman, interview, podcast, dll) dan ada juga yang tidak menyertakan link.

Diurutkan secara kronologis terbalik: Meskipun tidak banyak, namun bagaimana dengan blog yang menggunakan tampilan magazine style? -Well, pada dasarnya mereka tetap ditampilkan secara kronologis sih. Hanya penampilannya saja yang berbeda.

Dapat di komentari: Meskipun ini tidak mainstream, perlu kita catat bersama bahwa beberapa blog memilih untuk tidak di komentari karena alasan tertentu.

Merupakan singkatan dari weblog? Sudah tidak perlu diragukan lagi, itu alasan historis. Merupakan website? Ya! Jika bukan berupa website, bagaimana mereka bisa diakses oleh browser? Update berkala? Meskipun banyak juga ‘blog mati’ yang tidak diupdate lagi, namun selama blog tersebut dapat diakses kita masih menyebutnya blog. Namun tidak bisa di pungkiri bahwa satu hal yang membuat blog menjadi blog adalah konten baru yang terus bertambah.

Berdasarkan kata-kata kunci dari berbagai definisi mengenai blog, mengkomparasinya dengan kondisi aktual saat ini (2009) dan mengkritisinya berdasarkan kondisi saat ini, saya menyimpulkan bahwa:

Blog adalah website dengan konten (konten bisa berupa teks, gambar, link, audio atau video) yang di-update secara berkala serta mewakili dan berdasarkan sudut pandang ‘karakter’ tertentu yang menjadikan kontennya khas (umumnya menggunakan sudut pandang personal). Standarnya, konten blog diurutkan secara kronologis terbalik (konten baru di depan, konten lama di belakang) dan dapat dikomentari.

Perubahan yang terjadi di definisi yang saya coba simpulkan:

blog masih merupakan website dengan karakter tertentu (konten bisa dikomentari, urutan kronologis terbalik, update berkala), namun blog bukan lagi hanya mencakup ‘website dengan karakter tertentu‘ yang di kelola secara personal atau perwakilan sudut pandang personal di ranah online.

Blog bisa saja di kelola oleh dua orang atau lebih, namun yang menjadikan blog berbeda dengan website biasa adalah sudut pandang yang disampaikan oleh blog melalui kontennya. Pada umumnya, sudut pandang blog adalah sudut pandang personal.Kondisi ekstrim: Jika blog tersebut mewakili corporate, sudut pandangnya umumnya tetap personal dan humanis. Serasa memanusiakan sesuatu. Itulah kekuatan blog: Dengan blog, sesuatu pun bahkan dapat berkomunikasi dengan ‘karakter‘ personal.

So, itu lah definisi blog menurut bloggingly. Jika ada yang kurang berkenan menurut anda, tidak perlu ragu: Mari berdiskusi via kolom komentar. Sudut pandang anda sangat kami harapkan :)

So? Enjoy! :D

Referensi Tambahan

P.S.

  • Untuk memahami mengapa definisi blog ini menjadi serasa tidak tepat lagi, ada baiknya jika terlebih dahulu mengetahui sejarah asal usul blog.
  • Mungkin ada anggapan memangnya-kamu-siapa-kok-mendefinisikan-sesuatu? Hey, kita berada di era wisdom of crowds yang memunculkan potensi setiap orang. Tidak bolehkah saya mengeluarkan pendapat saya? ;)
6 komentar untuk post ini

Seperti yang telah kami publikasikan kemarin, kami baru saja membaca (kembali) satu e-book berjudul Blog Profits Blueprint karya Yaro Starak dan menemukan banyak sekali informasi menarik yang membuat kami ingin sedikit men”sinopsis”kannya disini. Salah satunya merupakan hal yang sangat mendasar dan banyak ditanyakan oleh banyak orang :

Apa bedanya blog dan website?

Setiap narasumber emiliki definisi berbeda mengenai blog. Namun apa yang dijelaskan oleh Yaro Starak sangat menarik. Here we go :

Perbedaan Blog dan Website Menurut Yaro Starak ( Blogging Trainer ) :

Pada dasarnya, sebuah blog merupakan website. Ya, blog merupakan website dengan beberapa perbedaan :

1. Artikel diurutkan secara kronologis dengan artikel terbaru di depan.

Hal ini merupakan warisan dari aspek jurnal / diary online untuk blog. Sebelum menjadi bentuk yang sekarang ini, blog merupakan online diary, tempat publisher memajang aktifitasnya. Dan diary, sudah barang tentu diurutkan berdasarkan urutan waktu.

2. Mudah dalam menambahkan konten baru

Pada umumnya blog memiliki “dashboard”/back-end untuk mengelola artikel yang mudah digunakan, oleh pengguna internet awam sekalipun. Hal ini membuat pengguna internet awam dapat mempublikasikan tulisannya dengan mudah, dan mendorong penyebaran blog.

3. Konten diupdate secara berkala

Dalam hal ini, untuk sebuah blog yang dirawat dengan baik. Hal ini membuat pengunjung selalu kembali untuk mendapatkan konten terbaru

4. Blog memungkinkan pengunjung untuk meninggalkan komentar

Hal ini memciptakan banyak perbedaan. Jika website biasa hanya menyediakan “komunikasi satu arah”, pengunjung hanya menerima apa yang diberikan publisher secara gamblang, blog memberikan “komunikasi dua arah” pada pengunjung. Konten yang di publikasi dapat diberi komentar, dan komentar dapat dibalas dengan komentar lain, sehingga tercipta diskusi disana.

5. Yang membuat Blog lebih dipercaya dari website biasa : Blog merupakan “percakapan”.

Yep, berkaitan dengan semua poin diatas. Blog tidak hanya sedekedar “memberikan informasi” pada pengunjung. Blog melakukan “percakapan” menggunakan media tulisan. Ide dari banyak orang bercampur di blog. Dan percakapan via blog ini mendorong lebih banyak hal, dan salah satunya merupakan “membangun hubungan antar manusia”.

Yup, itu tadi 5 hal yang membedakan blog dengan website menurut Yaro Starak. Dan ya, hal ini merupakan “sinopsis”nya saja. Untuk lengkapnya, anda dapat mendownload e-booknya (dalam bahasa inggris tentunya), Blog Profits Blueprint secara gratis disini. Cukup memberikan alamat e-mail anda, lalu anda akan mendapatkan link downloadnya. Yep, anda akan dikirimi newsletter dalam jangka waktu tertentu. Namun kabar baiknya adalah newsletter yang dikirimkan ke alamat e-mail anda bukan penawaran, melainkan tips – tips ngeblog (keren) lainnya. Dan jikapun anda mau, anda dapat meng unsubscribe-nya dengan mudah.

Enjoy! :D

12 komentar untuk post ini
saya dan kartu nama yang saya dapat dari kartunama.net

saya dan kartu nama yang saya dapat dari kartunama.net

Beberapa saat lalu saya membaca pengumuman ada promosi kartu nama untuk blogger yang dibagikan secara cuma-cuma oleh jasa pembuatan kartu nama berkualitas kartunama.net melalui tulisan di blog seorang desainer web handal bernama Andi Saleh. Ada 50 kartu nama yang siap dibagikan secara cuma-cuma. Caranya mendapatkannya pun mudah: tinggalkan komentar dan link menuju blog masing-masing di entri pengumumannya. Jika beruntung, anda akan dipilih oleh tim kartunama.net untuk dibuatkan kartunama secara cuma-cuma. Desain kartu nama pun boleh buat sendiri.

So saya meninggalkan komentar di entri pengumuman tersebut.

Dan beruntungnya, saya terpilih! :D

Lalu setelah beberapa hari, kartu nama yang diidam-idamkan pun akhirnya datang juga:

zoom in kartu nama yang diberikan kartunama.net: kualitasnya keren!

zoom in kartu nama yang diberikan kartunama.net: kualitasnya keren!

100 kartu nama dari kartunama.net yang dberikan secara cuma-cuma. Rocks :D

100 kartu nama dari kartunama.net yang dberikan secara cuma-cuma. Rocks :D

Anyway, karena promosi kartu nama ini khusus untuk blogger, saya sekalian saja mencantumkan semua blog yang saya kelola disana: Bloggingly, FikriRasyid.com, dan Bandungkeun.

Oya, untuk mengapresiasi promosi kartunama.net yang sangat ciamik ini, saya membuat video ini:

untuk yang membaca melalui RSS Reader dan videonya tidak terembedd, bisa langsung lihat videonya di YouTube melalui Link ini.

Hahaha, sudah dapet menang promosi, masih pengen lagi :P

Ngomong2, kartu nama-nya benar-benar keren sekali. Terima Kasih banyak untuk kartunama.net untuk promosinya yang sangat bermanfaat dan sangat viral ini :)

Sukses untuk Kartunama.net! :D

Enjoy! :D

5 komentar untuk post ini

Masih berada di dalam serial infrastruktur blogging. Sebelum kita memulai melakukan kegiatan blogging, ada baiknya jika kita mengenali root dan asal muasal blogging:

Veerles Blog at Starbucks by DeaPeaJay

Veerle's Blog at Starbucks by DeaPeaJay

Blog merupakan hasil evolusi dari diary online: Diary atau catatan harian mengenai pendapat, opini, dan apapun itu dalam bentuk yang dipublikasikan secara online (menggunakan website). Salah seorang pioneer dari internet-based journalist ini adalah Justin Hall, yang melakukan membuat online diarynya Justin Links From The Underground ketika dia masih merupakan pelajar dari Swarthmore College.

Kala itu, Blog (atau ketika itu bernama online diary) pada umumnya merupakan website yang berisi kumpulan link menuju halaman web lain yang disertai komentar dan opini pemilik online diary tersebut mengenai halaman dari tujuan link tersebut. Sehingga online diary ketika itu bisa juga dikatakan sebagai katalog link berdasarkan opini pemilik. Para diarist adalah editor yang memilih link mana yang menarik dan menampilkan link tersebut di online diarynya.

Pada tahun 1997, Jorn Barger, seorang programer yang juga mengelola website online diary “robot wisdom” menciptakan istilah weblog yang diambil dari kata “logging the web”. Logging bisa diartikan masuk. So, logging the web bisa diartikan “memasuki web”. Korelasinya adalah blogger awal di kala itu merupakan orang yang masuk ke belantara web dan menyortir link-link menarik berdasarkan opininya.

Hingga 1998, baru ada beberapa website yang dapat diidentifikasikan sebagai blog, hingga ketika itu menjelajahi semua weblog masih memungkingkan untuk di lakukan.

Pada tahun 1999, Peter Merholz menyebutkan istilah weblog sebagai wee-blog, hingga akhirnya dibuat pendek menjadi blog saja. Orang yang mengelola blog kemudian di sebut “blogger”.

Dari titik itulah semuanya berubah. Semakin hari, semakin banyak orang yang membuat blog. Pertumbuhan blog menjadi semakin signifikan ketika Pitas merilis Blogger.com pada Juli 1999. Blogger.com merupakan web service yang memungkinkan orang yang bahkan tidak memiliki kemampuan html sekalipun mampu menciptakan dan mengelola blog.

Di titik ini, blog benar-benar berubah. Bahkan definisi blog mulai bergeser.

Blog yang awalnya merupakan kumpulan link yang dikomentari oleh pemilik blog, mulai bergeser menjadi media ekspresi bebas semau pemilik blog yang ditampilkan secara kronologis terbalik.

Dari sini, semuanya benar-benar berubah. Blog bertumbuh demikian cepat. Terlebih setelah Movable Type diluncurkan dan wordpress sebagai project kelanjutan cms b2 dirilis ke publik sebagai blog engine.

Setelah itu, blog dan blogosphere terus berevolusi menjadi blogosphere yang kita huni hari ini :)

Referensi tulisan ini:

5 komentar untuk post ini
Web 2.0 by Daniel F. Pigatto

Web 2.0 by Daniel F. Pigatto

Gegap gempita web 2.0 mungkin sudah lewat, namun ada baiknya juga kita memahami satu era dalam world wide web bernama web 2.0 yang tengah berjalan ini. Tulisan ini merupakan follow up dari tulisan mengenai Era perkembangan internet yang telah di publikasikan di sini.

Jadi, apa itu web 2.0?

Web 2.0 adalah generasi/wajah baru dari world wide web: world wide web yang lebih partisipatif.

Istilah web 2.0 menjadi terkenal semenjak O’Reilly Media Web 2.0 Conference di tahun 2004. Web 2.0 tidak merujuk kepada teknologi baru dalam world wide web, meskipun web 2.0 memiliki kecenderungan tertentu dalam design dan penggunaan teknik AJAX.

Secara historis, web 2.0 adalah come back dari bisnis web semenjak tragedi dotcom bubble burst di tahun 2000. Sementara secara teknis, web 2.0 adalah satu pengklasifikasian “wajah baru dari web” dimana karakteristik pertukaran data many-to-many terjadi.

Di era sebelum web 2.0 (sebelum tahun 2000, ada juga mengklasifikasikannya sebagai web 1.0), hanya mereka yang memiliki pengetahuan mengenai web (programming n design, or geek) atau para pemilik modal yang mampu menghire programmer yang mampu menyediakan konten (teks, gambar, musik) di web. Sehingga pertukaran data yang terjadi adalah one-to-many atau sedikit-ke-banyak.

Sederhananya, web 2.0 adalah klasifikasi dari web (yang kemudian berevolusi menjadi lebih dari sekedar klasifikasi: sebuah era) yang membuat ’semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten (teks, grafis, dll) di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya (tidak perlu pengetahuan pemrograman web pun bisa berbagi data di web) adalah web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing (Slideshare.net), Social Networking (facebook, myspace, friendster, linkedIn, etc) dll.

Kemampuan pengguna internet biasa untuk mendistribusikan konten telah merubah wajah web: Bukan lagi web sebagai informasi dimana distribusi data terjadi antara sedikit-ke-banyak, melainkan web sebagai platform di mana distribusi informasi terjadi antara banyak-ke-banyak: many-to-many. Dan inilah esensi dari web 2.0: partisipasi. kolaborasi. many-to-many. contoh spesifik dari web 2.0: Wikipedia, Flickr, dll.

‘Pernak-Pernik’ Web 2.0

Sementara esensi penting dari web 2.0 adalah partisipasi user, web 2.0 sebagai suatu era juga membawa berbagai hal yang menjadi ciri khas dan klasifikasi spesifik web 2.0:

Folksonomy (tagging), bukan taxonomy (category). Tag Cloud adalah salah satu contoh ini. Untuk lebih jelasnya anda bisa baca tulisan saya mengenai perbedaan tagging dan category disini.

Web sebagai platform. Web menjadi platform dimana user berinteraksi dan berpartisipasi. Inilah mengapa cloud computing seperti zoho dan google docs termasuk Web 2.0

Memanfaatkan kecerdasan kolektif. The wisdom of crowd. Partisipasi user dimanfaatkan untuk tujuan bersama. contoh dari poin ini: Ranking artikel di digg (atau lintasberita pada versi indonesia), dan sistem editing wikipedia.

Akhir dari perputaran release software: Software terus di update sesuai dengan kebutuhan user. Sekarang anda tahu mengapa label beta di gmail masih ada hingga detik ini kan? ;)

Model Pemrograman yang mudah untuk di kolaborasikan: Facebook dengan Facebook applicationnya, teknologi RSS Feed, Mashup site seperti housingmaps yang mengandalkan API Google Maps dan data craiglist, dll.

Rich User Experiences : pengalaman penggunaan software yang kaya (susah sekali menemukan padanan katanya. Ada usulan?). Thanks to AJAX, teknik pemrograman kombinasi antara xhtml, css, DOM, XMLHttpRequest, XML yang disatukan oleh JavaScript yang membuat antar muka web menjadi semakin ‘mendekati’ antarmuka desktop. NOTE: penggunaan teknik AJAX ini juga menjadi salah satu ‘trend’ dalam berbagai aplikasi web 2.0. Hal ini dipicu oleh teknik yang dilakukan Gmail.

Design. Ini bukan patokan utama sih, namun penggunaan CSS dan webstandard menjadi ciri utama. Pada level yang sangat ekstrim, bahkan berbagai aplikasi web 2.0 memiliki pola design yang seragam: Font besar, glossy effect, warna cerah yang kontras, rounded corner, dll.

Ketidak setujuan seputar Web 2.0

Tim Barners Lee, sang penemu world wide web menyangkal eksistensi web 2.0 karena ‘aspek partisipasi’ yang menjadi kata kunci web 2.0 memang sudah menjadi aspek world wide web itu sendiri. Dan teknologi yang digunakan di web 2.0 juga memang teknologi world wide web. Jadi, Tim memandang bahwa web 2.0 ya world wide web itu sendiri.

2.0 yang lain

Konsep dasar web 2.0 yang merupakan partisipasi membuat istilah 2.0 menjadi kata sifat yang memiliki makna partisipasi. Dan sebagaimana istilah e- yang bermakna electronic yang dapat melekat pada berbagai kata benda dan berfungsi sebagai kata keterangan (contoh: e-store, e-mail, e-book, dll), begitupun juga istilah 2.0. Dari web 2.0, muncul istilah politik 2.0, Business 2.0, Enterprise 2.0, Goverment 2.0, health 2.0, bahkan porn 2.0.

Bacaan lebih lanjut:

Saya menulis entri ini berdasarkan banyak tulisan yang saya tarik benang merah kesimpulannya. Jika anda masih tertarik lebih dalam mengenai web 2.0, silahkan di jelajahi:

Hey, bagaimana pendapat anda mengai hal ini? ;)

Enjoy!

8 komentar untuk post ini

Web 2.0 Collage logos by premiardiego

Web 2.0 Collage logos by premiardiego

Jika pada tulisan lalu saya mereview perkembangan internet berdasarkan pencapaian-pencapaian teknis, perkembangan internet dapat juga dilihat dari perspektif berbeda. Dan tulisan ini akan mengulas hal tersebut.

1990 – 2000 : Awal mula perkembangan internet.

World wide web pertama kali menemukan bentuknya di November 1990. Hingga tahun 1993, jaringan internet berkembang demikian pesatnya. Perkembangan jaringan internet up to (seperti promosi ISP saja :P ) 341,000%

Layanan yang internet kala itu masih berkisar diantara static website yang saling dihubungkan dengan hyperlink. Umumnya website berformat “brosur online” – website yang menyampaikan informasi satu arah – umumnya berbentuk profile, portal berita, toko online, layanan email, dll. Web kala itu dihuni oleh website-website yang di desain menggunakan table dan flash.

2000 : DotCom Bubble Burst, atau DotCom Crash, atau DotCOm Doom.

Tahun 1998, Google berdiri dan internet menjadi semakin mudah untuk dijamah. di kala itu potensi website dengan format portal berita dan toko online (seperti amazon.com) di lirik besar-besaran oleh investor. Di US, dana jutaan dollar diinvestasikan untuk masuk ke bidang online yang sayangnya, tidak semua website dengan modal jutaan dollar tadi dapat menghasilkan. Pada pertengahan 2000, gelembungan dana (bubble) yang masuk ke internet pecah (burst) juga. Dana yang masuk tidak berputar kembali menjadi keuntungan.

2001 – Sekarang: Web 2.0

Banyak perusahaan online tumbang di masa DotCom Bubble burst, namun banyak juga yang bertahan. Google, Yahoo, Amazon dan eBay adalah beberapa diantaranya. Kehancuran selalu menyisakan pemain berkualitas yang bertahan. Dari keruntuhan DotCom Bubble burst tersebut, wajah world wide web perlahan mulai berubah.

Di tahun 2001, wikipedia di luncurkan. Apple mendirikan iTunes. Di tahun 2002, friendster di luncurkan. Perlahan, world wide web mulai di huni oleh website – website dengan karakteristik yang berbeda dengan website – website yang eksis sebelum dotcom bubble burst. Website website tersebut memiliki satu ciri mencolok bernama partisipasi sehingga pada tahun 2003, istilah web 2.0 muncul

Istilah web 2.0 tidak mengklasifikasikan world wide web berdasarkan teknologinya, namun berdasarkan karakter website tersetbut. Istilah web 2.0 juga memunculkan istilah web 1.0: Satu istilah untuk era sebelum web 2.0

Pada garis besarnya, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi. hubungan komunikasi many-to-many. Jika pada era web 1.0 (era sebelum web 2.0, dari 1990 hingga 2001) pengguna internet dengan mudah membrowse internet, namun pengadaan konten di internet masih ‘dikuasai’ oleh para geek yang menguasai bahasa HTML untuk membuat halaman web. Komunikasi yang terjadi pun hanya satu arah: dari pemilik website ke pengunjungnya. Pada era web 2.0, pengadaan konten di internet tidak lagi dikuasai oleh geek. Website – website yang digolongkan ke dalam kategori web 2.0 (kita akan menuliskan lebih rinci tentang web 2.0 di tulisan selanjutnya) memfasilitasi pengguna internet biasa untuk menuliskan konten mereka sendiri: Website sharing foto seperti flickr, blog service seperti wordpress.com, blogger.com, video sharing seperti YouTube, dll. Komunikasi pun terjadi secara dua arah, dimana pengunjung web juga bisa memberikan informasi.

Kedepannya?
Karena terciptanya web 2.0 (meski beberapa pihak setuju bahwa istilan web 2.0 hanyalah buzzword marketing semata, Web 2.0 tiada ubahnya adalah web itu sendiri) beberapa pihak memandang masa depan internet ebagai web 3.0 atau semantic web. Jika web 1.0 berbicara mengenai komunikasi satu arah, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi dan komunikasi 2 arah, web 3.0 diperkirakan akan berbicara mengenai semantic web: web ‘cerdas’ yang memahami kebutuhan user berdasarkan history aktifitasnya di internet.

Pendapat anda?

P.S: special thanks untuk Kang Rama dari DailySocial untuk share referensinya :)

6 komentar untuk post ini

Intro:

Blog (Concept) by mel danan

Blog (Concept) by mel danan

Masih berada dalam serial memahami infrastruktur blogging. Jika pada tulisan lalu kita sudah membahas mengenai definisi internet, hal-hal penting dalam perkembangan internet, 3 cara menghasilkan uang lewat internet, dan perbedaan website statis dan dinamis, tulisan ini berbicara mengenai konsep CMS: lebih dalam mengenai konsep website statis.

Here We Go.

Di tulisan yang lalu kita sudah memahami perbedaan antara website statis dan dinamis. Blog, pada umumnya merupakan website dinamis. Website dinamis memiliki ciri-ciri adanya pemrograman di sisi server untuk mengelola konten yang di tampilkan di website dinamis tersebut.

Sekarang, jika blog adalah website dinamis dan website dinamis disusun dari program yang diinstall di server, bagaimana saya bisa membuat blog? Saya tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server!

Tenang saja. Ada content management system.

Apa itu Content Management System (CMS) ?

Seperti arti harafiahnya, CMS adalah sistem manajemen konten. Bahasa sederhananya: Software yang cukup anda install di server, konfigurasikan, masukkan informasi yang anda ingin tampilkan di website anda ke CMS yang anda install, lalu jadilah website anda.

Bahasa teknisnya: Kesatuan program server side dan database yang bertugas mengolah data yang anda input menjadi halaman web (me-manage data yang di input menjadi halaman web. Itulah mengapa namanya CMS)

Kalau anda membaca tulisan saya mengenai internet timeline: Daftar Kronologis Perkembangan Internet, anda akan menyadari bahwa jumlah website (dan blog) semakin hari semakin tumbuh dengan angka yang sangat fantastis (terutama belakangan ini).

Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah adanya Content Management System.

Dengan adanya CMS, tidak hanya geek yang dapat memiliki website. Orang yang tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server pun bisa membuat website.

Cukup beli domain, sewa server, install CMS. Tidak mengetahui tahapan installasi CMS? Anda bisa mencari tutorial yang tersebar di world wide web atau meminta tolong customer service tempat anda menyewa server.

Setelah instalasi, atur (konfigurasikan) tampilan website anda, susun struktur halaman website anda, lalu ketikkan informasi yang ingin anda tampilkan di editor WYSIWYG (What You See Is What You Get, tempat mengetikkan data seperti tampilan MS Word. Umumnya CMS memiliki fitur ini), lalu klik publish. Informasi yang anda ketikkan itu kini dapat diakses melalui halaman website anda.

Dimana Saya Bisa Mendapatkan CMS?

Good Question. Setelah mengetahui apa itu CMS dan apa yang anda dapat lakukan dengan CMS, pertanyaan selanjutnya adalah dimana anda bisa dapatkan CMS tersebut.

Banyak cara mendapatkan CMS. Ada yang berbayar, ada yang gratis. Dulu sebelum dotcom bubble burst, mungkin orang perlu membayar web developer untuk mendapatkan CMS yang diinginkan untuk website dinamisnya.

Namun zaman berubah. Hari ini anda bisa mendapatkan CMS yang sangat berkualitas secara gratis, atas nama project Open Source. Ada banyak CMS yang bisa anda download dan anda install di server sewaan anda dengan gratis, di dukung oleh komunitas pengguna yang besar.

Beberapa CMS yang dapat anda download dan gunakan secara gratis: Ada Joomla, Drupal, Expression Engine (ini ada versi berbayarnya juga), ZenCart, Textpattern, Wordpress, dll. Berapa CMS mengkhususkan diri untuk tujuan spesifik. Seperti ZenCart untuk toko online, dan wordpress untuk blogging.

That’s it. Konsep Content Management System. Ada pertanyaan (ada yang belum terlalu jelas mungkin?), masukan, saran atau tambahan? Beritahu kami melalui fitur comment dibawah.

Enjoy! :D

jadilah yang pertama berkomentar!
Static vs. Dynamic web sites by Team Firebox

Static vs. Dynamic web sites by Team Firebox

Jika kita menganalisa berdasarkan perubahan kontennya, website terbagi kedalam dua kategori:

  1. Website Statis – Static Website
  2. Website Dinamis – Dynamic Site

Website Statis – Static Website

Website statis adalah website yang kontennya statis / tidak berubah-rubah. Website statis ini persis seperti brosur. Bedanya, brosur di cetak dan disebarkan, sedangkan website statis di host dan diakses melalui internet.

Sekali website statis di online kan di internet, umumnya jarang sekali website tersebut merubah kontennya. Seringkali website statis ini disusun dari html polos yang antar halamannya dihubungkan dengan hyperlink di tanpa pemrograman disisi server karena tujuannya adalah ’sebatas’ menampilkan informasi di internet.

Aplikasi dari website statis sering kali kita temukan di website company profile, personal profile, website penawaran produk, dan semua website yang bertujuan melakukan komunikasi satu arah dari pemilik website ke pengunjung tanpa diperlukan interaksi.

Website Dinamis – Dynamic Site

Website dinamis adalah website yang kontennya berubah – rubah. Aplikasi dari website dinamis ini sering kali kita temukan di internet dewasa ini: Portal berita, blog, situs social networking, dll.

Website dinamis selalu memiliki program yang bekerja di sisi server karena dalam rentang waktu tertentu konten dari website tersebut berubah. Jadi, salah satu ciri dari website dinamis adalah adanya program yang berjalan disisi server untuk memanage perubahan data yang ditampilkan oleh website dinamis tersebut.

Hubungan antara website statis / dinamis dan blogging?

Pertanyaan bagus. Blog, pada umumnya dewasa ini merupakan website dinamis. Kita dengan mudahnya menambah konten pada blog kan? Cukup masuk ke dashboard, tulis, dan publish.

Sekarang kita telah pahami bahwa blog merupakan website dinamis. Maka dari itu, ada satu konsep lagi yang kita pahami juga: Ada pemrograman disisi server yang kita gunakan untuk mengelola data yang ditampilkan di blog kita. Nah, hal ini membawa kita pada satu konsep lain: Content Management System.

Pemahaman mengenai website statis / dinamis merupakan pengantar menuju pemahaman mengenai Content Management System saya tulis di memahami konsep Content Management System.

Ada pertanyaan? Komentar? Silahkan berinteraksi melalui kolom komentar.

Enjoy! :D

9 komentar untuk post ini