
Bagi anda pengguna wordpress yang meng-host blog anda di server sendiri (self hosted), terkadang terjadi ketidakcocokan antara anda dengan pihak perusahaan hosting yang membuat anda ingin berpindah perusahaan hosting (berpindah server). Tapi kemudian muncul pertanyaan: bagaimana caranya berpindah server? Di tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya memindahkan server blog bermesin wordpress dalam 5 langkah sederhana.
Sebelum saya mulai, anda perlu ketahui bahwa ada beberapa cara dalam berpindah server tergantung kondisi dan kebutuhan anda. Di tulisan ini saya akan membahasnya dari skenario ter-sederhana dan kemudian dilengkapi dengan skenario yang lebih advance.
1. Sewa hosting
Misalkan blog anda sekarang berada di perusahaan hosting A dan ingin berpindah ke perusahaan hosting B, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyewa hosting di perusahaan hosting B. Setelah anda melunasi pembayaran di perusahaan hosting B dan melakukan konfirmasi, anda akan dikirimkan beberapa informasi penting:
- usernama dan password (auto generate) cpanel
- username dan password (auto generate) untuk me-manage account di customer area perusahaan B
- alamat server anda
2. Backup!
Langkah selanjutnya adalah mem-backup data. Ada dua hal yang harus anda backup: file (script/engine) dan database wordpress anda.
Untuk mem-backup file, saya menggunakan cara ini:

- install FileZilla (software file transfer protocol client berbasis open source)
- Akses server lama anda di perusahaan A melalui filezilla.
- buka FileZilla.
- Ketikan alamat ftp blog anda (ftp.namabloganda.com) di kolom host,
username cpanel di kolom username dan
password cpanel di kolom password. - Klik tombol Quickconnect.
- Download File di server melalui FileZilla. Setelah terhubung dengan server, masuk ke direktori
public_htmltempat file wordpress anda di letakkan. Select semua file, lalu klik kanan dan download. Sebelumnya pastikan dahulu lokasi file hasil download di kolom sebelah kiri.
Note: jika anda langsung mendownload semua file secara bersamaan, seringkali proses download menjadi bermasalah. Ada baiknya jika anda download per direktori atau per sub-direktori
Lalu untuk memback-up file:
- Login ke dashboard wordpress
- Pilih menu Tools > Export > Restrict Author: All Authors > Download Export File
- Voila, beres!
Note: ini adalah cara mem-back up database wordpress termudah. Permasalahannya, metoda ini hanya mem-backup konten dari blog dan tidak mem-backup setting dan informasi author di blog. Belum lagi penuturan beberapa rekan blogger yang bercerita kalau terkadang file yang di-save menggunakan metoda ini tidak utuh.
Ada metoda mem-backup database lain yang saya ketahui dan saya tuliskan disini. Teruskan saja membaca-nya.
3. Arahkan domain ke server baru
Setelah yakin bahwa semua file dan database yang penting sudah di backup, sekarang saatnya mengarahkan domain ke server baru anda.
- Masuk ke domain manager anda (jika bingung mengenai apa itu domain manager, saya sarankan anda mengontak customer service perusahaan hosting anda)
- Edit name server sesuai dengan alamat server yang diberikan perusahaan hosting baru anda.
Note: waktu pengarahan ulang domain menuju server anda bervariasi. Ada yang hanya butuh beberapa menit atau maksimal umumnya hingga 2 X 24 jam. Saat bloggingly pindah server kemarin, perpindahan server ini hanya memakan waktu sepuluhan menit saja
4. Install wordpress di server baru
Setelah domain anda mengarahkan pengunjung ke server baru anda, saatnya menginstall wordpress. Cara yang termudah adalah menggunakan fantastico.
- Login ke cPanel
- Pilih Fantastico > Install Wordpress
- Beres!
5. Men-set up wordpress
Setelah wordpress terinstall, saatnya melakukan pengaturan agar tampilan blog anda menjadi seperti sedia kala.
Ingat file yang tadi kita download menggunakan FileZilla? Bagus.
- Jalankan aplikasi FIleZilla, lalu sambungkan ke server anda.
- Upload semua file yang berada direktori wp-content ke direktori wp-content di server anda.
- Masuk ke dashboard, lalu set up Settings, activate plugins dan theme yang sebelumnya anda gunakan.
- Restore konten blog anda melalui Tools > Import > Wordpress dan unggah file xml yang tadinya anda download melalui dashboard wordpress.
That’s it. Blog anda telah resmi berpindah server!
The Alternatives
Tidak semua kondisi dapat diakomodir oleh metoda diatas. Multi author blog dengan settingan yang benar-benar custom misalnya, akan kelabakan dengan metoda migrasi seperti diatas. Berikut ini ada beberapa hal yang telah kami alami dan lakukan yang mungkin bisa memberikan gambaran tambahan mengenai migrasi server kepada anda.
Backup database melalui PhpMyAdmin
Sementara backup melalui dashboard hanya menyimpan data mengenai konten blog wordpress anda, backup database melalui PhpMyAdmin mem-backup semua data di database anda. Ada beberapa cara juga sebenarnya, namun biasanya saya melakukan cara ini:
- Login ke cPanel > PhpMyAdmin
- Pilih database yang anda gunakan
- Klik tab export
- Pilih export as SQL, lalu klik tombol Go di kanan bawah.
- Bam! textarea berisi perintah SQL yang membentuk database anda muncul. Select all, lalu copy.
- Buka text editor (saya sih paling menggunakan notepad++ atau ultraedit. Simple saja) lalu paste dan save dengan ekstensi .sql
Restore data melalui PhpMyAdmin

Restore data melalui fitur import di dashboard wordpress memang menyenangkan: sederhana dan mudah. Namun dalam beberapa kondisi anda akan tidak bisa menggunakan metoda ini. Blog dengan data yang besar misalnya; Beberapa perusahaan hosting membatas ukuran data yang dapat diunggah.
Alternative nya? Backup melalui PhpMyAdmin dan restore database melalui PhpMyAdmin.
- Setelah wordpress terinstall, masuk ke cPanel lalu PhpMyAdmin.
- Pilih database yang digunakan oleh blog anda.
- Drop(hapus) semua tabel yang ada di database tersebut.
- Klik tab SQL. Lihat kolom textarea yang besar itu?
- Buka data back up .sql blog anda. Select all lalu copy. Paste di kolom text area tab SQL di browser anda. Klik tombol Go.
- Beres.
Note: Jika ukuran database anda besar, terkadang metoda inipun tidak berjalan sempurna. Membagi perintah SQL yang dimasukkan bisa menjadi alternatif yang baik.
Instalasi wordpress secara manual
Terkadang fantastico belum men-support versi paling terbaru wordpress. Untuk memastikan bahwa anda menggunakan wordpress versi terbaru, anda dapat menginstall wordpress secara manual:
- Unduh versi terbaru wordpress di wordpress.org
- Ekstrak di desktop anda, lalu unggah ke server anda menggunakan software FTP client (FileZilla)
- Login ke cPanel > database manager. Buat database baru, buat username dan password baru, lalu tambahkan username baru tersebut ke database yang baru anda buat.
- Akses alamat blog anda, dan lakukan langkah “famous 5 minutes installation” wordpress yang terkenal itu.
Note: jika anda ingin konten file wordpress anda benar-benar sama persis dengan file wordpress anda yang lama, anda bisa mengganti langkah “mengunduh wordpress versi terbaru dan mengunggahnya” dengan “mengunggah file wordpress yang telah anda backup”.
****
Itu dia sedikit pengalaman saya dan apa yang saya ketahui tentang migrasi server untuk self hosted wordpress blog. Ada yang punya pengalaman me-migrasikan self hosted wordpress blog? Bagilah pengalaman anda dengan kami dan teman-teman pembaca bloggingly melalui kolom komentar.
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
next time bakal berguna kalau mau sentralisasi domain
thanx
Cara saya ↓
Backup file wp-config.php (file penghubung antara core files dengan database)
Backup themes dan plugins
Backup database pakai phpMyAdmin, tanpa harus buka text editor. Caranya seperti di atas, tapi sebelum mengklik tombol “Go” pastikan check box “Save as file” tercentang dan pilih opsi “gzipped” pada radio button, untuk menyimpan DB dengan format Gzip karena ukurannya paling minimal.
Instal WordPress seperti biasa, upload file wp-config.php yg lama, hapus database baru dan import database lama melalui phpMyAdmin.
Upload themes dan plugins
Jadi tidak semua file perlu dibackup, cukup wp-config.php, themes dan plugins, dan databasenya.
@arham
yep. hope it helps. Eh, sentralisasi domain? “menyatukan markas besar” kah?
@Fanari
Sebenarnya file core wordpress tidak perlu di save sih (karena sama saja). Tapi kalau berbeda versi saya sih pilih di save saja. Rada parno-an sih (padahal beda sub versi doang, wkwkw). haha
hmm, gak jauh beda sih sebenrnya, tp 2 hal yg penting save semua yg dlm folder wp-content, dan juga backup posting melalu dashboard WP. soal backup databse yg SQL bila blog sudah berumur panjang akan banyak dan lama proses downlaod hasil export yg di phpmyadmin nya. Hehe
klo ane sih pindahan dr IIX ke server singapore cuman bawa file database n file wp conten ajah..hehehe lebih ringan soalnya