Beberapa dari anda mungkin sudah lulus dari perguruan tinggi. Namun sekedar insight saja y:
Dosen sekarang relatif gaul
Beberapa hari yang lalu saya membuat sebuah blog utuk satu mata kuliah writing: http://cumlauders.wordpress.com
Dari kali itu bukan pertama kalinya seorang dosen meminta anak didiknya membuat blog. Saya rasa, pendidik sekarang sudah mulai aware dengan teknologi informasi. And it’s good. Saya mereka-reka berbagai kemungkinan di otak saya mengenai optimasi penggunaan berbagai social media untuk mensupport pendidikan. Kalau diaplikasikan, bisa jadi menciptakan percepatan distribusi ilmu pengetahuan.
Anyway, siapa tahu ada orang dinas pendidikan yang membaca tulisan ini dan di jadikan proyek nasional. Haha, siapa tahu?
Anyway, ini baru satu model / skenario yang saya reka. Ada beberapa model yang saya buat sebenarnya. Di kesempatan kedepan mungkin saya publikasikan juga skenario yang lainnya.
So here we go:
Skenario 1:
Jangan pernah minta lagi peserta didik untuk mengumpulkan pekerjaan mereka menggunakan kertas! Suruh mereka membuat blog kelas (satu blog dengan multiple authors) dan suruh mereka publikasikan disana.
Satu hal sederhana, namun memiliki berbagai keuntungan:
- Pendidik tidak lagi dipusingkan dengan tumpukan kertas di meja kerjanya.
- Hemat kertas. Setidaknya kita memperlambat kebotakan bumi.
- Baik pendidik maupun peserta didik terpaksa belajar cara menggunakan komputer dan mengakses internet. Mau tidak mau, suka tidak suka. Keterpaksaan ini akan membuat mereka melek teknologi informasi. Siapa yang pernah berujar kalau kita hidup di era informasi dan mereka yang mengusai informasi akan berkuasa?
- Peserta didik akan saling melihat pekerjaan rekannya. Sisi baiknya, kini akan sangat ketahuan siapa yang mencontek dan siapa yang tidak. DI sisi lain, mereka bisa saling menilai kemampuan antar rekan sekelas. suasana kompetitif. Mereka yang jelek akan mengetahui bahwa mereka harus belajar lebih keras lagi. Mereka yang pintar terpenuhi aktualisasi dirinya.
- Internet menjadi semakin dipadati dengan konten berisi informasi yang educating
- Peserta didik lain akan menjadi semakin mudah menemukan referensi karena hal serupa sudah di temukan. Mereka yang kedapatan tugas belakangan tidak perlu memusingkan diri mengenai hal-hal dasar. Mereka sudah dimudahkan dalam mendapatkan hal-hal dasar, tinggal melakukan pengembangan. Perputaran informasi menjadi cepat, perkembangan meningkat.
- Peserta didik dipaksa untuk sanggup menulis. Ingat! Menulis merupakan reproduksi pendidikan!
Itu keuntungannya. Namun di luar semua itu, ada beberapa hal yang patut diperhatikan juga sih:
- Isu copy paste. Yep, suara lama bersemi kembali. Tapi ketika konten berkualitas beredar dimana-mana dan menjadi standar, akan menjadi lebih mudah untuk mengenali karya copy paste kan?
- Internet bisa jadi menjadi terlalu crowded. Mungkin perlu ada strategi tambahan untuk mengenai hal ini. I’ll think back about it as soon as possible.
Yep, that’s my simple thought. Seharusnya masih bisa dikembangkan menjadi lebih luas lagi. Saya yakin itu. Ada yang mau menambahkan?
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

beda lah lulusan workshop paperless generation mah ,
hehehe
Jiahhh… ya iyalah. At least ada yang membekas dihati *tsah*