Arsip Untuk Post Dengan Kategori ‘Ethics’

communication by Guacamole Goalie

communication by Guacamole Goalie

Tidak ada aturan yang baku dalam menulis blog. Do what you want. Lakukan apa yang anda inginkan.

Anda bisa menulis blog dengan ejaan yang disempurnakan dan mengikuti pakem bahasa secara ketat seperti apa yang dilakukan oleh #Direktif. Anda juga bisa menabrak pakem berbahasa dengan mendramatisir semua yang Anda ucapkan seperti sang fenomena blogosphere Indonesia: Raditya Dika. Gaya menulis aL4 Ab6 d3ng4n k0mb1n45i AnGk4 b35Ar k3c1L seperti ini juga boleh. Menggunakan kata ganti Gue – Elu, Saya – anda, aku -kamu? Anda bisa memilih yang anda sukai. Mengkritik pedas profesi seseorang? Selama masih dalam koridor sopan santu yang baik juga boleh.

Tidak ada aturan yang baku dalam menulis blog. Yang menjadi batas dan aturan dalam menulis blog adalah anda, kreatifitas anda, dan norma yang berlaku tentunya.

Tapi ada satu petuah bijak yang saya rasa patut kita pahami:

Bahasa adalah pembeda kelas yang sesungguhnya.

Tutur bahasa dan kosakata seseorang yang terdidik juga halus perangainya akan sangat berbeda dengan seseorang yang menggunakan kekerasan sebagai hukum dalam hidupnya.

Tidak masalah anda seleboran dalam mengutarakan isi hati anda di blog anda. Tapi coba pikirkan hal ini: Kira-kira apa yang pembaca simpulkan mengenai anda ketika mereka membaca tulisan tersebut?

Kira-kira apa yang pembaca simpulkan dari cara anda menanggapi sesuatu?

Kira-kira apa yang calon klien anda simpulkan mengenai anda ketika mereka melihat cara anda berkomunikasi melalui blog anda? Jika anda juga menawarkan jasa melalui blog anda.

Kira-kira apa yang calon mertua *halah* anda akan simpulkan mengenai anda ketika mereka membaca blog anda? (Jika calon mertua anda cukup melek teknologi tentunya :P )

Kita memang bebas mengekspresikan diri melalui blog, namun kita juga perlu selalu ingat bahwa blog kita itu online dan dapat dibaca oleh ’semua’ orang.

Kecuali jika visibility blog anda di set tidak terbuka tentunya ;)

Tapi mari kita evaluasi bersama-sama: Apakah anda sudah cukup puas dengan gaya bertutur anda di blog anda? Apakah kesan yang anda ingin orang tangkap mengenai anda sudah di munculkan dengan baik melalui tutur bahasa anda di blog yang anda kelola?

Life is a matter of choice.

Enjoy! :D

2 komentar untuk post ini
Whos The Dick Writing Comments On My Blog by Laughing Squid

Who's The Dick Writing Comments On My Blog by Laughing Squid

Pernahkah anda menuliskan pendapat atau apa yang anda ketahui di blog anda dengan baik-baik, namun selang beberapa saat setelah tulisan tersebut di publikasikan, ada satu komentar yang nyolot masuk ke dalam kolom moderasi anda? Bunyinya mungkin seperti ngajak berantem anda, atau meragukan dan meremehkan pendapat anda, atau berkata dengan kasar di kolom komentar anda.

Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang anda lakukan jika mendapatkan komentar yang ngajak berantem seperti itu? ;)

Pilihan pertama yang paling mudah adalah langsung menekan link delete comment di panel moderasi anda. Atau lebih parahnya, menekan link spam agar dia yang berkomentar tidak bermutu tersebut akan langsung dihajar mbah Akismet saat kembali berulah dengan komentar ngasalnya. Atau mungkin, anda juga dapat meng-approve komentar tersebut dan lalu membalasnya dengan penuh sarkasme. Atau meng-approve-nya dan membiarkannya berlalu.

Pilihan mana yang anda lakukan? ;)

Beberapa kali saya mendapati saya dan blog yang saya kelola berada di dalam kondisi seperti itu. Dan yang saya lakukan sederhana saja:

Approve komentar ngasal tersebut, lakukan sedikit editing jika pada komentar tersebut ada kata-kata tanpa arti (seperti umpatan dan you-know-lah) yang tidak cocok dengan kesantunan yang saya coba ciptakan di kolom komentar tanpa merubah konteksnya. Setelah itu, jawab dengan baik-baik dengan penuh kesantunan.

*Loh?

Ya, meskipun seseorang berkomentar dengan kasar di kolom komentar anda, tetap jawab dan sikapi dengan santun. Tidak dengan balik mengkasari komentator tersebut.

Here’s the why:

  1. Sudah kodratnya ada orang yang tidak setuju dengan pendapat anda. Dimana ada pendapat, disitu pasti ada pertentangan. Tidak mungkin semua orang setuju dengan anda, Note that.
  2. Kalau anda memusingkan diri anda dengan mengkasari balik komentar yang tidak baik tersebut, anda merusak citra diri anda. Orang dinilai dari caranya menanggapi sesuatu.
  3. Setiap orang selalu memiliki kemungkinan untuk berubah menjadi orang yang lebih baik. Masalahnya, tidak ada orang yang menjadi baik dengan dikasari balik. Posisikan saja diri anda dalam posisi mereka.
  4. Kasar + Kasar = Makin kasar. Mengapa tidak merespon kekasaran dengan kesantunan agar pemberi komentar tersebut menjaid segan dengan sendirinya?

Well, itu pendapat berdasarkan apa yang saya lakukan dalam menghadapi kondisi seperti itu.

Jika anda dalam posisi serupa, apa yang anda lakukan? ;)

Enjoy! :D

P.S.

Sepertinya hal ini berlaku juga ketika anda mendapati tulisan anda di copy paste tanpa izin dan linkback y? Haha :D

10 komentar untuk post ini
image from Blueju38s Flickr Account

image from Blueju38's Flickr Account

Ingin menampilkan Foto dari account Flickr anda dalam postingan blog wordpress? Ini dia caranya :

P.S. : Kami melakukan langkah ini menggunakan browser Mozilla Firefox. Kami sarankan anda menggunakan Firefox juga, agar lebih mudah.

  1. Masuk ke halaman “Create Post” pada dashboard admin anda
  2. Klik icon “Add an Image”
  3. Untuk versi 2.6, kini anda lihat boks “From URL”? untuk versi 2.7, klik tab “From URL”
  4. Terdapat 5 kolom disana : Source, Image Title, Image Caption, Alignment, dan Link URL
  5. Sekarang, buka tab baru firefox (Ctr+T) . Buka halaman flickr di mana ada foto yang ingin anda tampilkan di post blog anda
  6. Arahkan kursor ke foto yang ingin anda tampilkan. Klik Kanan, Copy Image Location
  7. Kembali ke tab dashboard wordpress. Arahkan kursor ke kolom source, lalu klik kanan dan paste (Ctr+V)
  8. Berikan keterangan mengenai foto di kolom Image Title dan Image Caption. Lalu atur alignment-nya di kolom alignment.
  9. Untuk menautkan foto ke halaman flickr foto tersebut, buka kembali tab flickr tadi. Arahkan kursor ke foto, klik kanan lalu Copy Link Location.
  10. Kembali ke tab dashboard, arahkan kursor ke kolom Link URL lalu paste (Ctr + V)
  11. Insert Into Post
  12. Voila! Foto Flickr anda sudah tampil di editor blog anda, tinggal di publish :)

Yep, sesederhana itu. Dengan cara ini, anda bisa menampilkan foto – foto dari account Flickr anda. Bahkan anda bisa menggunakan teknik ini untuk menghemat space server anda : Alih – alih mengupload image ke direktori wp-content/uploads, upload saja foto – foto yang ingin anda tampilkan di Flickr. :)

Dengan mengetahui cara ini, anda juga bisa menggunakan berbagai foto milik orang lain yang terdapat di Flickr sebagai image post anda. Kami juga seringkali melakukan hal ini. Apakah melanggar copyright? Selalu sertakan source dan link balik dari mana anda mendapatkan foto tersebut sebagai bentuk rasa hormat dan menghargai. Sebenarnya lebih baik lagi jika anda meminta izin terlebih dulu. Posisikan anda seperti orang lain lah. Just put yourself in somebody else’s position.

Yang belum kami ketahui adalah, apakah hal ini melanggar term of service Flickr? Ada yang tahu? :P

Enjoy! :D

12 komentar untuk post ini
Copy Paste

Copy Paste. Gambar dirujuk dari commons.wikimedia.org

ini isu yang sensitif di blogosphere. dan untuk itu, saya tegaskan di awal posting kalau post ini merupakan pendapat saya pribadi. Jadi kalau setuju monggo, kalau tidak pun tidak apa – apa. mari kita diskusikan. :)

“Ah! Blog saya di copy paste!”

saya yakin tidak seorang pun dari kita senang kalau post2 yang kita buat dengan mencurahkan tenaga, waktu, dan perhatian tiba – tiba di copy leh orang lain, lalu di post ulang di blog peng-copy tersebut. Apalagi jika sang peng-copas lebih tinggi hasil pencariannya di uncle Google.

Lalu, bagaimana menyikapinya?

Hm, saya memiliki pandangan yang sangat sederhana. Ada hukum bernama tabur dan tuai. Apa yang kita tabur, pasti kita tuai dan cenderung berkalilipat. Apa yang orang lain tabur, pasti akan dituai oleh orang tersebut berkali – kali lipat. Sama adanya dengan perkataan orang bijak : “Jika kamu menanam sebakul jagung, kamu akan tuai berbakul – bakul jagung.” Jadi kesimpulannya, kalau anda tidak ingin konten blog anda di copas, jangan pernah meng copas konten blog orang lain. Saya rasa agak lucu jika anda mengharapkan blog anda tidak di copas orang lain tapi anda meng-copas konten blog orang lain.

Jika anda meng-copas konten blog orang lain ( menabur ), suatu saat blog anda akan di copas berkali2 lipat oleh orang lain ( menuai ). Sama ada jika Blog anda di copas oleh orang lain ( orang tersebut menabur ), suatu saat orang tersebut akan menuai juga ( orang tersebut menuai ). Hukum tabur tuai ini merupakan mekanisme alam semesta yang sudah pasti terjadi, meskipun dalam kejadiannya tidak selalu strict balasannya dan waktunya juga terkadang tertahan, ( tuaiannya agak lama datangnya ) kadang cepat. Jadi, bertanggung jawablah. jikapun anda memang harus mengcopy sesuatu, apalah susahnya memberikan backlink sebagai ucapan terima kasih? :)

Anda dapat ( cenderung berkali – kali lipat ) yang sudah anda tabur. ;)

Bagaimana menurut anda? :)

jadilah yang pertama berkomentar!