
Professional blogging by jangelo
Mengacu kepada tulisan E. Kinney Zalesne di Wall Street Journal, di U.S. ada kurang lebih 452,000 warge negara Amerika yang bekerja sebagai professional blogger: Blogger yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan ngeblog-nya.
Terdengar menarik bukan? Di bayar karena ngeblog. Lalu seperti apakah Professional Blogging itu?
Berdasarkan caranya, Professional Blogging dapat kita buat pisahkan menjadi dua jenis:
- Menulis Blog
- Membangun Blog
1. Menulis Blog
Kita mendapatkan penghasilan dengan cara menulis di blog atau blog network yang bersedia membayar kita. Kurang lebih seperti wartawan. Ada yang berstatus sebagai penulis lepas (freelance), atau sebagai blogger tetap. Bayarannya bervariasi, tergantung kualitas tulisan dan kemampuan membayar blog-nya sendiri. Sebagai gambaran, ProBlogDesign, salah satu blog tentang blog design, menghargai $50 – hingga $75 per tulisan, tergantung kualitas tulisan anda.
Contoh yang sangat terkenal dari metode ini adalah Budi Putra, ex wartawan terkemuka Indonesia yang keluar dari media tempatnya bekerja untuk mejadi professional blogger yang menulis blog untuk blog-blog terkemuka yang membahas tentang Gadget.
Kelebihan dari cara ini:
Bayarannya relatif besar di awal. Jam kerjanya pun relatif lebih sedikit (di awal) dari pada cara no.2
Kekurangan dari cara ini:
Penghasilan anda cenderung terbatas oleh jumlah tulisan yang mampu anda hasilkan, yang mana hal tersebut terbatasi oleh waktu yang anda miliki. Istilahnya, active income. In case suatu saat anda tidak menulis lagi, penghasilan anda tidak lagi datang.
Untuk gambaran lebih lanjut, anda bisa buka halaman ini:
2. Membangun Blog
Kita mendapatkan penghasilan dengan cara membuat blog kita sendiri, lalu membuatnya populer sehingga dikunjungi banyak orang. Ketika blog kita menjadi terkenal dan berpengaruh, kita mendapatkan penghasilan dari pihak lain yang berminat beriklan, mensponsori blog kita, atau melalui berbagai metode monetisasi (intinya sih memasang iklan juga) seperti PPC, berjualan affiliate, text-link-ads, dll.
Cara ini dapat diilustrasikan sebagai “membangun majalah” anda sendiri atau “membangun bisnis” anda sendiri.
Kelebihan dari cara ini:
Scalability. Penghasilan anda bisa jadi tidak terbatas, karena popularitas dapat terus meningkat. Prinsipnya sama dengan memiliki bisnis: semakin banyak penjualan, semakin banyak pemasukan. Pada blog: semakin banyak pengunjung, semakin besar nilai blog anda di mata pengiklan atau semakin besar impresi klik iklan pada blog anda.
Kekurangan dari cara ini:
Membutuhkan waktu dan berat di awal memulainya. Persis seperti bisnis.
Untuk gambaran lebih lanjut, anda bisa buka halaman ini:
Itu dia dua cara menjadi professional blogger. Sekarang, apakah anda berminat menjadi professional blogger? Cara apa yang anda pilih?
Enjoy!
P.S.
Satu fakta yang perlu anda garis bawahi jika berminat menjadi professional blogger. profesi professional blogger di Indonesia belum terbentuk, karena marketnya juga memang belum terbentuk. Kebanyakan orang mengatasi hal ini dengan menjadi professional blogger yang ngeblog untuk pasar U.S, yakni blogging in english. Tapi pilihan berbeda bisa saja diciptakan kan?