Arsip Untuk Post Dengan Kategori ‘Web Culture’

We learn by example and by direct experience because there are real limits to the adequacy of verbal instruction.

Malcolm Gladwell, Blink: The Power of Thinking Without Thinking

Kita sudah membahas mengenai apa, bagaimana, serta keuntungan membuat dan bergabung ke dalam suatu blog network dalam entri ini. Sekarang, aplikasinya mana? Satu aplikasi nyata sering kali dapat mengajarkan lebih banyak hal daripada teori yang berbusa-busa. Jika anda ingin lebih mengetahui mengenai blog network, anda bisa menjelajahi blog network-blog network ini:

1. Fuel Brand Network

Fuel Brand Network

Fuel Brand Network

Blog Network yang mengambil niche “creative development”. Blog yang berada di jaringannya selalu diawali dengan nama fuelyourblababla.com.

Klik disini untuk membaca selengkapnya..

4 komentar untuk post ini
 What is Social Networking? from martin.canchola

What is Social Networking? from martin.canchola

Masih seputar scene blogging, salah satu dampak dari pergerakan scene blogging internasional yang mengarah ke industri media (thanks to fanari untuk masukannya) adalah munculnya blog network.

Apa itu Blog Network?

Yourdictionary.com memiliki tiga definisi untuk blog network:

  1. An organization that hires people to write blogs. It sells advertising and owns the blogs. Examples of such commercial blog networks are www.engadget.com and www.b5media.com.
    Organisasi yang menggaji orang lain untuk ngeblog, sementara blog network menjual iklan dan memiliki blog. Contoh dari blog network komersial seperti ini adalah engadget dan b5media.
  2. An organization that serves as an advertiser intermediary for bloggers. In this case, the bloggers own the blogs.
    Organisasi yang bekerja sebagai perantara antara blogger dan advertiser. Dalam kasus ini, blogger yang memiliki blog mereka masing-masing.
    Klik disini untuk membaca selengkapnya..
5 komentar untuk post ini
 Difference from ??LOvED88??

Difference from ??LOvED88??

Blogging bagi saya terkadang menjadi topik yang agak bias juga untuk di bicarakan. Penyebabnya tidak lain adalah perspektif dan cakupan. Di ranah mana kita berbicara mengenai blogging? Apakah ranah lokal, atau ranah internasional? Ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya.

Media ekspresi diri Vs Industri

Blogging berawal dari online journal/diary. Namun waktu telah membuat segalanya berbeda: tumbuh, dan berkembang ke berbagai arah. Di ranah lokal (atau target pembaca berbahasa indonesia), blogging merupakan media ekspresi diri, tempat menyuarakan pendapat pribadi. Berbeda dengan blogging di ranah internasional (generalisasi dari U.S atau target pembaca berbahasa inggris, pusat internasionalisasi saat ini), blogging sudah tumbuh menjadi industri (meskipun blog sebagai media ekspresi diri pun masih banyak). Sejumlah uang berputar disana. Profit oriented sebagai alasan mengembangkan blog sudah tidak awam lagi.

Klik disini untuk membaca selengkapnya..

3 komentar untuk post ini
Professional blogging by jangelo

Professional blogging by jangelo

Mengacu kepada tulisan E. Kinney Zalesne di Wall Street Journal, di U.S. ada kurang lebih 452,000 warge negara Amerika yang bekerja sebagai professional blogger: Blogger yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan ngeblog-nya.

Terdengar menarik bukan? Di bayar karena ngeblog. Lalu seperti apakah Professional Blogging itu?

Berdasarkan caranya, Professional Blogging dapat kita buat pisahkan menjadi dua jenis:

  1. Menulis Blog
  2. Membangun Blog

1. Menulis Blog

Kita mendapatkan penghasilan dengan cara menulis di blog atau blog network yang bersedia membayar kita. Kurang lebih seperti wartawan. Ada yang berstatus sebagai penulis lepas (freelance), atau sebagai blogger tetap. Bayarannya bervariasi, tergantung kualitas tulisan dan kemampuan membayar blog-nya sendiri. Sebagai gambaran, ProBlogDesign, salah satu blog tentang blog design, menghargai $50 – hingga $75 per tulisan, tergantung kualitas tulisan anda.

Contoh yang sangat terkenal dari metode ini adalah Budi Putra, ex wartawan terkemuka Indonesia yang keluar dari media tempatnya bekerja untuk mejadi professional blogger yang menulis blog untuk blog-blog terkemuka yang membahas tentang Gadget.

Kelebihan dari cara ini:

Bayarannya relatif besar di awal. Jam kerjanya pun relatif lebih sedikit (di awal) dari pada cara no.2

Kekurangan dari cara ini:

Penghasilan anda cenderung terbatas oleh jumlah tulisan yang mampu anda hasilkan, yang mana hal tersebut terbatasi oleh waktu yang anda miliki. Istilahnya, active income. In case suatu saat anda tidak menulis lagi, penghasilan anda tidak lagi datang.

Untuk gambaran lebih lanjut, anda bisa buka halaman ini:

2. Membangun Blog

Kita mendapatkan penghasilan dengan cara membuat blog kita sendiri, lalu membuatnya populer sehingga dikunjungi banyak orang. Ketika blog kita menjadi terkenal dan berpengaruh, kita mendapatkan penghasilan dari pihak lain yang berminat beriklan, mensponsori blog kita, atau melalui berbagai metode monetisasi (intinya sih memasang iklan juga) seperti PPC, berjualan affiliate, text-link-ads, dll.

Cara ini dapat diilustrasikan sebagai “membangun majalah” anda sendiri atau “membangun bisnis” anda sendiri.

Kelebihan dari cara ini:

Scalability. Penghasilan anda bisa jadi tidak terbatas, karena popularitas dapat terus meningkat. Prinsipnya sama dengan memiliki bisnis: semakin banyak penjualan, semakin banyak pemasukan. Pada blog: semakin banyak pengunjung, semakin besar nilai blog anda di mata pengiklan atau semakin besar impresi klik iklan pada blog anda.

Kekurangan dari cara ini:

Membutuhkan waktu dan berat di awal memulainya. Persis seperti bisnis.

Untuk gambaran lebih lanjut, anda bisa buka halaman ini:

Itu dia dua cara menjadi professional blogger. Sekarang, apakah anda berminat menjadi professional blogger? Cara apa yang anda pilih?

Enjoy! :D

P.S.

Satu fakta yang perlu anda garis bawahi jika berminat menjadi professional blogger. profesi professional blogger di Indonesia belum terbentuk, karena marketnya juga memang belum terbentuk. Kebanyakan orang mengatasi hal ini dengan menjadi professional blogger yang ngeblog untuk pasar U.S, yakni blogging in english. Tapi pilihan berbeda bisa saja diciptakan kan? ;)

5 komentar untuk post ini

Moo cards for blogging workshop by Mexicanwave

Moo cards for blogging workshop by Mexicanwave

Berawal dari online diary, blog telah berkembang sedemikian pesat dan melibatkan sedemikian banyak hal dan interaksi sehingga blogging sudah menjadi lebih dari kegiatan “merawat dan menambah konten blog”.

Budaya Seputar Blogging.

Ada banyak hal dan aktifitas baru yang tercipta karena blogging. Sebuah budaya. Saya berkeliling seputar web dan menyusun daftarnya untuk anda:

Blog - website dengan konten (konten bisa berupa teks, gambar, link, audio atau video) yang di-update secara berkala serta mewakili dan berdasarkan sudut pandang ‘karakter’ tertentu yang menjadikan kontennya khas (umumnya menggunakan sudut pandang personal). Standarnya, konten blog diurutkan secara kronologis terbalik (konten baru di depan, konten lama di belakang) dan dapat dikomentari. Bacaan lebih lanjut..

Blogger - Orang yang melakukan kegiatan blogging.

Blogging - Menambahkan tulisan/konten di blog. Beberapa pihak memasukan unsur “merawat blog” kedalam definisinya. Bacaan lebih lanjut..

Blogosphere - “dunia blog” yang tercipta karena eksistensi blog dan jaringan yang terbentuk karena saling link antar blog. Bacaan lebih lanjut..

Blog Network – Jaringan blog yang menaungi blog-blog yang (umumnya) bertujuan secara finansial. Umumnya blog-blog bernaung di satu blog network, lalu blog network tersebut mengatur pembagian iklan di blog-blog yang berada di jaringannya. Contoh: b5media. Bacaan lebih lanjut..

Blogroll - daftar blog (bisa blognya sendiri atau blog yang siapapun) yang umumnya di taruh di sidebar suatu blog.

Blogware – Content management system yang spesifik berfungsi untuk membuat & mengelola blog.

Blog Carnival – Kalau di indonesia, lebih dikenal sebagai web agregator. Website yang meng-agregat atau mengumpulkan posting-posting (biasanya diambil dari RSS, lalu disertakan link agar pengunjung dapat mengakses sumber aslinya) dari blog-blog tertentu yang berada di topik tertentu.

Blogwalking - Jalan-jalan virtual (membuka halaman web) dari satu blog ke blog lainnya. Biasanya disertai dengan meninggalkan komentar.

Blook - Buku yang diangkat dari blog. Contohnya: Kambing Jantan. Bacaan lebih lanjut..

Blogging Jobs - Pekerjaan ngeblog. Dibayar untuk ngeblog.

Make Money Blogging – Menghasilkan uang dari blogging. Umumnya blogger meningkatkan kunjungan pengunjung ke blognya, lalu memasang iklan di blognya atau menggunakan berbagai metode monetisasi yang lain.

Kopdar - Singkatan dari kopi darat. Kegiatan bertemu teman-teman yang ditemui di dunia maya secara fisik di dunia nyata.

Linkbait - Satu jenis konten yang sangat mengundang orang-orang me link ke halaman tersebut. Bacaan lebih lanjut..

Pertamax - istilah slang yang digunakan ketika seseorang berhasil menjadi komentator pertama dari satu post / entri / thread. Bacaan lebih lanjut..

PestaBlogger – Ajang kopi darat untuk blogger dengan skala nasional. Bacaan lebih lanjut..

Pingback - Pesan atau ‘ping’ yang dikirim ke tulisan tertentu di blogosphere ketika kita menulis konten yang mencantumkan link ke tulisan tersebut.

Professional Blogger – Blogger yang ngeblog secara professional untuk mendapatkan penghasilan. Bacaan lebih lanjut..

Professional Blogging – Kegiatan blogging yang dilakukan secara professional. Bacaan lebih lanjut..

Seleb Blog – Seleb yang dianggap terkenal, seperti selebritis. Biasanya ditandai dengan jumlah komentar yang sangat banyak di setiap postingnya.

Tagging - Sistem pelabelan yang lebih fleksibel (dibandingkan dengan kategorisasi yang hierarkis) berdasarkan keyword dari satu content. Bacaan lebih lanjut..

Trackback - Sistem yang memunculkan halaman blog mana saja yang menaruh link menuju halaman blog anda.

Yap, That’s it. ada tambahan dari anda? ;)

P.S:

Beberapa artikel yang saya jadikan referensi dan saya rekomendasikan untuk menjadi referensi lebih jauh:

Enjoy! :D

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertamax_(internet)
6 komentar untuk post ini

Masih berada di dalam serial infrastruktur blogging. Sebelum kita memulai melakukan kegiatan blogging, ada baiknya jika kita mengenali root dan asal muasal blogging:

Veerles Blog at Starbucks by DeaPeaJay

Veerle's Blog at Starbucks by DeaPeaJay

Blog merupakan hasil evolusi dari diary online: Diary atau catatan harian mengenai pendapat, opini, dan apapun itu dalam bentuk yang dipublikasikan secara online (menggunakan website). Salah seorang pioneer dari internet-based journalist ini adalah Justin Hall, yang melakukan membuat online diarynya Justin Links From The Underground ketika dia masih merupakan pelajar dari Swarthmore College.

Kala itu, Blog (atau ketika itu bernama online diary) pada umumnya merupakan website yang berisi kumpulan link menuju halaman web lain yang disertai komentar dan opini pemilik online diary tersebut mengenai halaman dari tujuan link tersebut. Sehingga online diary ketika itu bisa juga dikatakan sebagai katalog link berdasarkan opini pemilik. Para diarist adalah editor yang memilih link mana yang menarik dan menampilkan link tersebut di online diarynya.

Pada tahun 1997, Jorn Barger, seorang programer yang juga mengelola website online diary “robot wisdom” menciptakan istilah weblog yang diambil dari kata “logging the web”. Logging bisa diartikan masuk. So, logging the web bisa diartikan “memasuki web”. Korelasinya adalah blogger awal di kala itu merupakan orang yang masuk ke belantara web dan menyortir link-link menarik berdasarkan opininya.

Hingga 1998, baru ada beberapa website yang dapat diidentifikasikan sebagai blog, hingga ketika itu menjelajahi semua weblog masih memungkingkan untuk di lakukan.

Pada tahun 1999, Peter Merholz menyebutkan istilah weblog sebagai wee-blog, hingga akhirnya dibuat pendek menjadi blog saja. Orang yang mengelola blog kemudian di sebut “blogger”.

Dari titik itulah semuanya berubah. Semakin hari, semakin banyak orang yang membuat blog. Pertumbuhan blog menjadi semakin signifikan ketika Pitas merilis Blogger.com pada Juli 1999. Blogger.com merupakan web service yang memungkinkan orang yang bahkan tidak memiliki kemampuan html sekalipun mampu menciptakan dan mengelola blog.

Di titik ini, blog benar-benar berubah. Bahkan definisi blog mulai bergeser.

Blog yang awalnya merupakan kumpulan link yang dikomentari oleh pemilik blog, mulai bergeser menjadi media ekspresi bebas semau pemilik blog yang ditampilkan secara kronologis terbalik.

Dari sini, semuanya benar-benar berubah. Blog bertumbuh demikian cepat. Terlebih setelah Movable Type diluncurkan dan wordpress sebagai project kelanjutan cms b2 dirilis ke publik sebagai blog engine.

Setelah itu, blog dan blogosphere terus berevolusi menjadi blogosphere yang kita huni hari ini :)

Referensi tulisan ini:

5 komentar untuk post ini
Web 2.0 by Daniel F. Pigatto

Web 2.0 by Daniel F. Pigatto

Gegap gempita web 2.0 mungkin sudah lewat, namun ada baiknya juga kita memahami satu era dalam world wide web bernama web 2.0 yang tengah berjalan ini. Tulisan ini merupakan follow up dari tulisan mengenai Era perkembangan internet yang telah di publikasikan di sini.

Jadi, apa itu web 2.0?

Web 2.0 adalah generasi/wajah baru dari world wide web: world wide web yang lebih partisipatif.

Istilah web 2.0 menjadi terkenal semenjak O’Reilly Media Web 2.0 Conference di tahun 2004. Web 2.0 tidak merujuk kepada teknologi baru dalam world wide web, meskipun web 2.0 memiliki kecenderungan tertentu dalam design dan penggunaan teknik AJAX.

Secara historis, web 2.0 adalah come back dari bisnis web semenjak tragedi dotcom bubble burst di tahun 2000. Sementara secara teknis, web 2.0 adalah satu pengklasifikasian “wajah baru dari web” dimana karakteristik pertukaran data many-to-many terjadi.

Di era sebelum web 2.0 (sebelum tahun 2000, ada juga mengklasifikasikannya sebagai web 1.0), hanya mereka yang memiliki pengetahuan mengenai web (programming n design, or geek) atau para pemilik modal yang mampu menghire programmer yang mampu menyediakan konten (teks, gambar, musik) di web. Sehingga pertukaran data yang terjadi adalah one-to-many atau sedikit-ke-banyak.

Sederhananya, web 2.0 adalah klasifikasi dari web (yang kemudian berevolusi menjadi lebih dari sekedar klasifikasi: sebuah era) yang membuat ’semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten (teks, grafis, dll) di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya (tidak perlu pengetahuan pemrograman web pun bisa berbagi data di web) adalah web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing (Slideshare.net), Social Networking (facebook, myspace, friendster, linkedIn, etc) dll.

Kemampuan pengguna internet biasa untuk mendistribusikan konten telah merubah wajah web: Bukan lagi web sebagai informasi dimana distribusi data terjadi antara sedikit-ke-banyak, melainkan web sebagai platform di mana distribusi informasi terjadi antara banyak-ke-banyak: many-to-many. Dan inilah esensi dari web 2.0: partisipasi. kolaborasi. many-to-many. contoh spesifik dari web 2.0: Wikipedia, Flickr, dll.

‘Pernak-Pernik’ Web 2.0

Sementara esensi penting dari web 2.0 adalah partisipasi user, web 2.0 sebagai suatu era juga membawa berbagai hal yang menjadi ciri khas dan klasifikasi spesifik web 2.0:

Folksonomy (tagging), bukan taxonomy (category). Tag Cloud adalah salah satu contoh ini. Untuk lebih jelasnya anda bisa baca tulisan saya mengenai perbedaan tagging dan category disini.

Web sebagai platform. Web menjadi platform dimana user berinteraksi dan berpartisipasi. Inilah mengapa cloud computing seperti zoho dan google docs termasuk Web 2.0

Memanfaatkan kecerdasan kolektif. The wisdom of crowd. Partisipasi user dimanfaatkan untuk tujuan bersama. contoh dari poin ini: Ranking artikel di digg (atau lintasberita pada versi indonesia), dan sistem editing wikipedia.

Akhir dari perputaran release software: Software terus di update sesuai dengan kebutuhan user. Sekarang anda tahu mengapa label beta di gmail masih ada hingga detik ini kan? ;)

Model Pemrograman yang mudah untuk di kolaborasikan: Facebook dengan Facebook applicationnya, teknologi RSS Feed, Mashup site seperti housingmaps yang mengandalkan API Google Maps dan data craiglist, dll.

Rich User Experiences : pengalaman penggunaan software yang kaya (susah sekali menemukan padanan katanya. Ada usulan?). Thanks to AJAX, teknik pemrograman kombinasi antara xhtml, css, DOM, XMLHttpRequest, XML yang disatukan oleh JavaScript yang membuat antar muka web menjadi semakin ‘mendekati’ antarmuka desktop. NOTE: penggunaan teknik AJAX ini juga menjadi salah satu ‘trend’ dalam berbagai aplikasi web 2.0. Hal ini dipicu oleh teknik yang dilakukan Gmail.

Design. Ini bukan patokan utama sih, namun penggunaan CSS dan webstandard menjadi ciri utama. Pada level yang sangat ekstrim, bahkan berbagai aplikasi web 2.0 memiliki pola design yang seragam: Font besar, glossy effect, warna cerah yang kontras, rounded corner, dll.

Ketidak setujuan seputar Web 2.0

Tim Barners Lee, sang penemu world wide web menyangkal eksistensi web 2.0 karena ‘aspek partisipasi’ yang menjadi kata kunci web 2.0 memang sudah menjadi aspek world wide web itu sendiri. Dan teknologi yang digunakan di web 2.0 juga memang teknologi world wide web. Jadi, Tim memandang bahwa web 2.0 ya world wide web itu sendiri.

2.0 yang lain

Konsep dasar web 2.0 yang merupakan partisipasi membuat istilah 2.0 menjadi kata sifat yang memiliki makna partisipasi. Dan sebagaimana istilah e- yang bermakna electronic yang dapat melekat pada berbagai kata benda dan berfungsi sebagai kata keterangan (contoh: e-store, e-mail, e-book, dll), begitupun juga istilah 2.0. Dari web 2.0, muncul istilah politik 2.0, Business 2.0, Enterprise 2.0, Goverment 2.0, health 2.0, bahkan porn 2.0.

Bacaan lebih lanjut:

Saya menulis entri ini berdasarkan banyak tulisan yang saya tarik benang merah kesimpulannya. Jika anda masih tertarik lebih dalam mengenai web 2.0, silahkan di jelajahi:

Hey, bagaimana pendapat anda mengai hal ini? ;)

Enjoy!

8 komentar untuk post ini

Intro:

Blog (Concept) by mel danan

Blog (Concept) by mel danan

Masih berada dalam serial memahami infrastruktur blogging. Jika pada tulisan lalu kita sudah membahas mengenai definisi internet, hal-hal penting dalam perkembangan internet, 3 cara menghasilkan uang lewat internet, dan perbedaan website statis dan dinamis, tulisan ini berbicara mengenai konsep CMS: lebih dalam mengenai konsep website statis.

Here We Go.

Di tulisan yang lalu kita sudah memahami perbedaan antara website statis dan dinamis. Blog, pada umumnya merupakan website dinamis. Website dinamis memiliki ciri-ciri adanya pemrograman di sisi server untuk mengelola konten yang di tampilkan di website dinamis tersebut.

Sekarang, jika blog adalah website dinamis dan website dinamis disusun dari program yang diinstall di server, bagaimana saya bisa membuat blog? Saya tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server!

Tenang saja. Ada content management system.

Apa itu Content Management System (CMS) ?

Seperti arti harafiahnya, CMS adalah sistem manajemen konten. Bahasa sederhananya: Software yang cukup anda install di server, konfigurasikan, masukkan informasi yang anda ingin tampilkan di website anda ke CMS yang anda install, lalu jadilah website anda.

Bahasa teknisnya: Kesatuan program server side dan database yang bertugas mengolah data yang anda input menjadi halaman web (me-manage data yang di input menjadi halaman web. Itulah mengapa namanya CMS)

Kalau anda membaca tulisan saya mengenai internet timeline: Daftar Kronologis Perkembangan Internet, anda akan menyadari bahwa jumlah website (dan blog) semakin hari semakin tumbuh dengan angka yang sangat fantastis (terutama belakangan ini).

Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah adanya Content Management System.

Dengan adanya CMS, tidak hanya geek yang dapat memiliki website. Orang yang tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server pun bisa membuat website.

Cukup beli domain, sewa server, install CMS. Tidak mengetahui tahapan installasi CMS? Anda bisa mencari tutorial yang tersebar di world wide web atau meminta tolong customer service tempat anda menyewa server.

Setelah instalasi, atur (konfigurasikan) tampilan website anda, susun struktur halaman website anda, lalu ketikkan informasi yang ingin anda tampilkan di editor WYSIWYG (What You See Is What You Get, tempat mengetikkan data seperti tampilan MS Word. Umumnya CMS memiliki fitur ini), lalu klik publish. Informasi yang anda ketikkan itu kini dapat diakses melalui halaman website anda.

Dimana Saya Bisa Mendapatkan CMS?

Good Question. Setelah mengetahui apa itu CMS dan apa yang anda dapat lakukan dengan CMS, pertanyaan selanjutnya adalah dimana anda bisa dapatkan CMS tersebut.

Banyak cara mendapatkan CMS. Ada yang berbayar, ada yang gratis. Dulu sebelum dotcom bubble burst, mungkin orang perlu membayar web developer untuk mendapatkan CMS yang diinginkan untuk website dinamisnya.

Namun zaman berubah. Hari ini anda bisa mendapatkan CMS yang sangat berkualitas secara gratis, atas nama project Open Source. Ada banyak CMS yang bisa anda download dan anda install di server sewaan anda dengan gratis, di dukung oleh komunitas pengguna yang besar.

Beberapa CMS yang dapat anda download dan gunakan secara gratis: Ada Joomla, Drupal, Expression Engine (ini ada versi berbayarnya juga), ZenCart, Textpattern, Wordpress, dll. Berapa CMS mengkhususkan diri untuk tujuan spesifik. Seperti ZenCart untuk toko online, dan wordpress untuk blogging.

That’s it. Konsep Content Management System. Ada pertanyaan (ada yang belum terlalu jelas mungkin?), masukan, saran atau tambahan? Beritahu kami melalui fitur comment dibawah.

Enjoy! :D

jadilah yang pertama berkomentar!

Intro:

Blog berdiri diatas satu infrastruktur raksasa bernama internet, world wide web, bahasa pemrograman, content management system, dan banyak lagi hal lain. Sebagaimana kita telah mempelajari operasi matematika dasar sebelum kita mempelajari aljabar, akan menjadi lebih menyenangkan jika kita memahami apa yang menjadi dasar dari sesuatu sebelum kita mencoba memahami bangunan yang berdiri di atasnya.

Saya mempelajari garis besar hal ini di qcollege (Jl. Supratman Bandung) ketika mengambil course web development. Sementara detailnya, World Wide Web masih menjadi andalan :)

Yang saya sampaikan disini bukanlah penyampaian seorang expert mengenai satu konsep teknologi. Ini upaya penyederhanaan konsep yang mendasari konsep lainnya agar kita sama-sama mengerti. Jadi jika anda menemukan sesuatu yang patut dikoreksi, perhatian anda sangat kami apresiasi. :)

Well, Here We Go:

Jan 2005 Map of the Internet by matthewjetthall (Visualization of the various routes through a portion of the Internet)

Jan 2005 Map of the Internet by matthewjetthall (Visualization of the various routes through a portion of the Internet)

Apa Itu Internet?

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung secara global yang memungkinkan pengguna internet saling bertukar informasi/data melalui jaringan tersebut. Internet adalah sistem komunikasi data berskala global, suatu infrastruktur yang terdiri dari hardware dan software yang menghubungkan komputer yang berada di jaringannya.

So, internet berbicara mengenai jaringan komputer yang terhubung dan saling berinteraksi satu sama lain dalam skala global.

Awal Mula Internet (Sejarah Internet versi singkat)

Ada banyak sekali poin penting dalam sejarah perkembangan internet. Namun pada kesempatan ini saya akan menyederhanakannya menjadi 5 milestone penting dahulu saja, berdasarkan apa yang telah di beritakan oleh CNET Australia. Milestone versi yang lebih kompleks akan saya terbitkan di tulisan selanjutnya :)

Kemunculan internet dimulai pada 1966, oleh ARPA (Advanced Research Project Agency – Salah satu divisi di departemen pertahanan U.S.) dengan ide yang sangat simpel: membuat jaringan komputer militer yang mampu bertukar data dari tempat yang jauh.

Di tahun 1969, ARPA dengan ARPANET-nya berhasil menghubungkan dua komputer di University of California, Los Angeles dan SRI International di Menlo Park, California. Hal ini lah yang menjadi salah satu embrio kelahiran internet.

Di tahun 1974, TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) diperkenalkan dan menjadi sangat populer serta diterima di tahun 80-an. TCP/IP adalah standar komunikasi data yang digunakan untuk proses tukar-menukar data dalam jaringan internet. Sederhananya, TCP/IP adalah protokol/aturan yang digunakan bersama dalam mentransfer data dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet.

TCP/IP menggunakan skema pengalamatan yang disebut IP Adress. Satu skema yang memberikan satu alamat kepada satu mesin komputer, yang membuat data yang disimpan di dalamnya dapat diakses oleh komputer lain. Contoh IP Address: 205.116.008.044. Untuk lebih memahami tentang IP Adress, anda bisa artikel mengenai ip address di wikipedia

Pada Oktober 1984, sistem domain name (.com, .org, .gov, .edu, etc) diperkenalkan. Domain name adalah satu cara untuk membuat internet menjadi lebih mudah untuk di jelajahi. Sederhananya begini: Teknologi TCP/IP memberikan satu IP address untuk setiap komputer yang membuatnya dapat diakses oleh komputer lain. IP address ini terdiri dari beberapa deret angka, contohnya: 192.12.12.98 . Nah, domain name adalah satu usaha untuk membuat internet menjadi lebih manusiawi dengan cara menjadikan domain name sebagai “alias” dari IP address. Lebih mudah mengetikkan bloggingly.com daripada 192.12.12.98 kan? ;)

Juni 1987, format gambar gif ditemukan. GIF, atau graphic interchange format adalah salah satu format gambar digital yang relatif lebih efisien (karena ukurannya yang lebih kecil) daripada format gambar lain (misalnya, .JPEG) yang segera membuat internet menjadi lebih berwarna dengan berbagai gambar dalam format .gif.

November 1990, format World Wide Web atau www diperkenalkan oleh Tim Barners Lee, seorang karyawan CERN (Organisasi gabungan negara-negara eropa yang meneliti teknologi nuklir. Sudah baca Deception Point, novel karangan Dan Brown?).

Well, ini hal yang penting namun seringkali pemahaman kita kurang tepat: internet dan world wide web adalah dua hal yang berbeda. Internet adalah jaringan komputer yang terhubung dalam skala global, sedangkan world wide web adalah salah satu layanan internet yang berupa jaringan dokumen atau sumberdaya lain seperti audio, video atau gambar yang saling terhubung oleh hyperlink atau URL (Uniform Resource Locator – alamat web dokumen web yang anda ketikkan di address bar browser) yang ditransfer melalui jaringan internet melalui protokol HTTP (hypertext transfer protocol).

Jadi awalnya ada berbagai macam format pertukaran data antar komputer yang eksis di jaringan internet. Sialnya, terkadang antara satu format dengan format yang lain tidak kompatibel. Hal tersebutlah yang mendasari diciptakannya world wide web sebagai platform internet: untuk menyeragamkan format pertukaran data di internet.

FYI, Ada beberapa layanan lain selain world wide web yang “bernaung” di dalam internet: Gopher, E-Mail, IRC, dll.

Kelanjutan dari world wide web? Apa yang tengah anda jelajahi sekarang adalah kelanjutan pengembangan dari world wide web :)

Yap, itu dia tulisan pembuka mengenai blog: internet yang menjadi fondasi berdirinya blog. Pendapat, komentar, masukan, atau koreksi anda? Silahkan sampaikan melalui form komentar.

Enjoy! :D

Rujukan:

http://en.wikipedia.org/wiki/Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
http://www.computerhistory.org/internet_history/
http://www.cnet.com.au/50-significant-moments-from-internet-history-339292301.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/IP_address
http://id.wikipedia.org/wiki/Transmission_Control_Protocol/Internet_Protocol

7 komentar untuk post ini

Sebuah Pendahuluan

Setelah mereview blog secara random dan dipublikasikan secara acak, kini hari Rabu akan di nobatkan sebagai Hari Review di Bloggingly. Dan pada kesempatan kali ini, saya berkesempatan me-review sebuah blog dengan topik yang sangat menarik minat saya, Web & Social Media.

DailySocial – berita teknologi web & internet

Blog yang dikomandani oleh Rama Mamuaya ini membahas semua yang berkaitan dengan web. Lebihs pesifiknya sih, berbagai “geliat” web 2.0 : Social Media, Social Networks, Web Application, Web Economy, Flash News seputar aplikasi web, interview dengan berbagai pihak di “belakang layar” web service, dan review berbagai hal seputar web, dalam magazine style blog.

Nilai Tambah DailySocial?

Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sudah jelas merupakan nilai tambah. Belum banyak pihak yang membahas internet dalam perspektif web 2.0 dalam bahasa.

Topik Yang Spesifik : Web & Social Media. Para web enthusiasts akan menyukai DailySocial. DailySocial mempublikasikan berbagai “hot news” dari dunia web.

Sudut Pandang lokal. Ada banyak blog yang membahas Web & Social Media, baik dari dalam maupun luar negeri. Tapi yang membahasnya dari sudut pandang lokal? DailySocial melakukannya. Bahkan lebih. Selain membahas berbagai web service top interneasional, DailySocial juga membahas berbagai web service dalam negeri dan melakukan wawancara dengan para foundernya

Frekuensi update. Berfikir bahwa satu hari satu update merupakan hal yang sulit? Pikir ulang kembali. DailySocial selalu menerbitkan LEBIH dari 1 entri perhari. Tidak ada hari tanpa RSS reader yang disapa oleh feed dari DailySocial :)

Event. Para punggawa DailySocial secara proaktif berpartisipasi menggerakkan komunitas web dengan berbagai saresehannya, and it rocks.

Full Feed. Aha, cukup langganan Feednya dan lahap konten DailySocial via Feed Reader Favorit :D

Nilai Minus DailySocial

Membahas nilai minus merupakan hal yang mudah namun menyebalkan untuk dilakukan. Namun apa daya, harus adil kan? ;) Semoga DailySocial menjadi lebih baik dengan ini :)

Design. DailySocial berkali – kali mengganti tampilan. Dan hingga sekarang, berdasarkan opini pribadi saya sejujurnya, tampilan DailySocial belum oke. Terlalu umum dan belum tampilannya belum menunjukan sisi unik DailySocial

Belum debatable / commentable. Ini benar – benar pendapat pribadi : Konten yang disajikan DailySocial sangat sangat menarik, namun hanya beberapa yang memicu saya untuk berkomentar secara “beringas:D

Overall..

Alamat Blog : http://DailySocial.net

Niche : Web, Web 2.0, Social Media, Social Media Lokal

Apa Yang bisa Anda dapatkan dari DailySocial : Ulasan mengenai dunia web & Social media, dengan frekuensi posting yang tinggi dan sudut pandang dalam negeri. Rocks.

Pendapat Anda?

Enjoy! :D

4 komentar untuk post ini