Di tengah pergulatan pikiran saya memikirkan mengenai bagaimana caranya memonetisasi blog berbahasa Indonesia (actually, ya bloggingly ini) selain dengan PPC lokal dan direct ads, saya menemukan ide ini. Sempat saya uji cobakan, dan responsnya lumayan. Namun ada beberapa aspek yang saya rasa masih patut diperhatikan. Jika model bisnis ini bisa berjalan dengan baik, ada peluang monetisasi yang besar terbuka lebar.
Jadi bagaimana idenya? Here we go: Saya menyebutnya Direct Affiliate. Afiliasi langsung. (Kalau ada usul nama yang lebih tepat, silahkan memberi usul
)
Jika direct ads berarti blogger memasang banner dari pemasang iklan-nya langsung, dan affiliate berarti menjual produk orang lain melalui link yang diberi querystring sebagai penanda afiliasi, hal ini sedikit mirip lah. Namun lebih “tradisional” dan direct:
Untuk menggambarkannya, saya deskripsikan melalui contoh ini:
Teman saya (Sebut saja bunga *halah*, tidak sebut saja A) ingin menjual vespa-nya. Masalahnya berita mengenai dijualnya vespa tersebut tidak cukup luas, sehingga vespanya A belum kunjung terjual. Saya ngobrol2 mengenai hal tersebut dan menawarkan hal ini:
Harga vespa tersebut 4 juta. Saya promosikan di blog saya (katakanlah example.com) seharga 4,3 juta dan jika memang berminat, silahkan hubungi nomer A yang menjual vespa tersebut secara LANGSUNG.
Mengapa langsung? Agar saya (pemilik blog) tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang bukan menjadi keahlian saya yaitu product knowledge mengenai vespa, dan urusan penjual-belian.
TIdak lupa, informasikan pada pembaca bahwa jika mereka menghubungi A dan mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com, mereka bisa membeli vespa tersebut dengan harga 4juta saja (yang notabene harga sebenarnya), bukan 4,3 juta.
Dengan memberitahukan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai vespa tersebut dari blog example.com, 3 pihak mendapatkan keuntungan:
- pembaca mendapatkan nilai tambah berupa potongan harga (dan mereka akan tergerak untuk melakukannya)
- A mengetahui bahwa yang mempromosikan vespanya adalah blog example.com
- pemilik example.com diketahui jejak pekerjaannya
Dari banyak orang yang menghubungi, jika closing sales atau penjualan, 5% dari 4juta yang menjadi harga vespa diberikan kepada saya selaku pemilik example.com sebagai biaya marketing.
That’s it. Sederhananya:
- Pemilik blog mencari orang yang menjual suatu produk
- Pemilik blog mempromosikan produk tersebut di blognya dan mengarahkan pengunjung untuk menghubungi pemilik produk secara LANGSUNG dan mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com
- Ketika produk terjual, pemilik blog yang mempromosikan produk tersebut mendapatkan 5% dari nilai transaksi, sebagai biaya marketing.
Simple kan? Di balik semua itu, ada beberapa logika psikologis:
Mengapa mempromosikan produk orang, bukan produk sendiri?
- Mengatakan produk sendiri bagus dan mengatakan produk orang lain bagus itu berbeda efeknya. Terlebih jika anda tidak mendapatkan keuntungan (atau tampak tidak mendapatkan keuntungan) dari mempromosikan produk orang lain tersebut. Ketika anda mempromosikan sesuatu yang tidak menguntungkan anda, orang cenderung lebih percaya. Bagaikan anda mendengarkan cerita teman anda mengenai pengalamannya tentang betapa kerennya film yang baru muncul di bioskop dan anda tergerak untuk mentonnya juga.
- Ketika anda mempromosikan barang anda sendiri, anda akan turut sibuk mengurus urusan transaksi jual beli. Ketika anda mempromosikan produk orang lain, mereka yang sibuk urusan transaksi jual beli, anda fokus di promosi dan menerima hasil promosi.
Sounds easy right? Terdengar mudah mungkin. Tapi ada beberapa aspek yang anda HARUS perhatikan:
- Target market anda yang datang umumnya datang dari search engine. Jadi, jika ingin promosi anda cepat closing, at least anda harus menguasai SEO dan halaman post anda bisa tampil di halaman pertama hasil pencarian mesin pencari.
- Kemampuan copywriting (meyakinkan pembaca melalui tulisan. Memangnya mudah?) anda harus mantap.
Dan diluar aspek-aspek tersebut, ada banyak aspek yang masih perlu dibenahi:
- Model bisnis seperti ini sangat tergantung kepada kepercayaan penjual prooduk dan promotor. Bisa saja produk penjual produk terjual dan dia mengatakan bahwa pembeli tidak mendapatkan informasi mengenai produknya dari blog anda.
- Model tanda bukti kerjasama. Saya rasa segala transaksi harus ada format pencatatannya agar hasilnya profesional.
- Apakah komisi marketing 5% proporsional?
- Jika model bisnis seperti ini dijalankan, ada yang punya rekomendasi tools2 atau plugin tertentu?
Hmm… Topik kali ini agak serius guys. Let me know what you think.
Enjoy!
P.S.
Saya mengujikan hal ini di blog pribadi saya (dijual vespa antik). Dari 28 februari kemarin, tadi saya kontak sudah ada 6 orang yang mengontak teman saya itu. Pendapat anda?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

ide bisnis yang cukup menarik
Iya bener ini butuh pencatatan dan sistem yang rapi di pihak penjual. Kalo mereka lagi buntung, ‘ngeles’ gk dapet pelanggan dari blog kita bisa dipake alesan.
Mungkin sistem yg paling cocok untuk ide ini adalah kepercayaan. Bisa dicoba tuh untuk saudara atau tetangga yg lagi butuh pertolongan
.
kalo affiliate itu sudah banyak gw ketahui… terutama para penjual software, mereka rata2 pasti ada sistem affiliasi… kita dapet persenan ketika pembeli membeli software tersebut dari LINK di website kita.
kalo pengaplikasian untuk blog… gw blon pernah nemu tuw blog pake sistem monetisasi secara affiliasi… keknya agak sulit diterapkan yah… (well menurut gw secara spontan
)
kalo produk kan bisa kelacak tuw si pembeli telah “deal” dari link website si A. Nah kalo blog apa yang menjadi dasar “deal”nya?
as usual cmiiw (correct me if im wrong)
good idea. tapi gimna klo pembeli lupa or nggak mau ngasih alamat web si blogger yg mempromosikan???
terima kasih , situs ini bagus sekali ,ilmu kita jadi nambah banyak . oh yah kalau boleh dibahas dong bagaimana supaya blog kita bisa jadi top 10 di google .
karena ketika saya ketik di google search
cara menggunakan facebook
maka situs anda muncul no 2 dalam top ten google yang adalah Urutan 1 – 10 dari sekitar 2,140,000 hasil telusur untuk cara menggunakan facebook. (0.16 detik)
luar biasa ,apa nih rahasianya
sekali lagi terima kasih
Yang menarik itu penting. Bisa diimplementasikan? itu lebih penting:)
Yep. Bener2 harus modal “trust. Hanya saja kalau modal trust saja tidak profesional. DAn yang tidak professional biasanya tidak bisa besar
Yep. itu affiliasi yang sudah banyak di aplikasikan.
Hihi, kalau ada sesuatu yang belum diaplikasikan kan bisa berarti dua hal: 1. Sudah dicoba dan tidak berhasil 2. Atau memang belum ada yang mencoba karena brillian *halah*
Itu dia, bagaimana caranya agar si buyer mengatakan kalau mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com. Agar konsumen mau mengatakan bahwa mereka mengatakannya? Teknik copywritingnya. Pasang harga 4,3 , lalu katakan mereka bisa mendapatkannya seharga 4 jika mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasinya dari blog example.com karena si penjual dan pemilik blog adalah kawan.
Nah, itu dia salah satu aspek yang belum terpikir. Tapi kalau teknik copywritenya benar (janji bahwa harga mendapatkan discount jika mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasinya dari blog example.com), saya rasa pembeli akan mengatakannya bahwa mereka mendapatkan informasi ini dari blog example.com. Sifata dasar manusia kan mencari keuntungan sebesar2nya
Wow, terima kasih sekali atas masukannya. Saya merasa terhormat sekali
Agar muncul di halaman pertama hasil pencarian? saya sudah buka apa yang saya lakukan di sini:
http://bloggingly.com/tips-seo-untuk-blog-7-tips-agar-blog-anda-tampil-di-halaman-pertama-hasil-pencarian-mesin-pencari/
mungkin harus bikin 1 script yang bisa detek, sapa2 aja yg telah berkunjung ke blog si A. misal x,y,z telah berkunjung ke blog A melalui LINK affiliasi yg dipasang di blog si B.
Model jualannya per visit = say… 10 perak bonusnya. Jadi si B udah dapet 30 perak karena telah berhasil mereferensikan x,y,z ke blog si A.
Jadi yg menjadi faktor “deal” adalah VISIT atau kunjungan.
Nah, ini sih menurut gw hanya beda “cara” ber-monetisasi doank… misal twentea pasang banner di bloggingly… Yg biasanya bloggingly nge-charge langsung misal sebulan 100rb… tapi srkg sistemnya maen CPC… misal 1 click dibayar 10perak..
kan sama aja kek gini kan f?
Hmm.. yang saya maksud agak berbeda sih. Bukannya Cost Per Click. Tapi lebih mirip afiliasi, jadi per transaksi atau per closing sales.
Jadi kalau dihitung2 fee-nya akan lebih besar. Tidak perduli traffic
Yang membedakan model yang saya pikirkan dengan affiliate biasa, kalau affiliate biasa langsung menuju web page yang jualan, kalau direct affiliate ini pengunjung yang berminat langsung hubungi penjualnya. Via telp atau email. Seperti di halaman yang saya contohkan itu loh
Hihi, sekarang mah Fikri saja Bang Hendrik, kudu re-brand nih saya
hmmm ok… yg menjadi pertanyaan gw sejak awal gw baca topik ini… closing sale yg dimaksud ini (dalam dunia blog) apa? kita ngak tau kan… karena cuma tulisan2 artikel doank… kalo kasus pertama vespa, jelas ada fisiknya, jadi ketauan bisa closing sale.
mungkin maksud Fikri, bukan banner kali yah? Jadi kaga nyambung kalo iya hahahahaha
Ide bagus mas, menurutku sih copwriting tetap diperlukan gak hanya untuk direct affiliate tapi juga bisnis afiliasi konvensional dan mungkin afiliasi2 yg lain.
Untuk afilasi langsung ini mau gak mau memang butuh kepercayaan, hal ini gak masalah selama kita kenal baik dengan penjualnya.
Tapi yg aku dengar dari rekan saya yg sukses berbisnis, model bisnis apapun sebaiknya dijalani aja tanpa perlu banyak menganalisis
Oya, yang saya maksud dengan closing sales disini adalah apabila produk yang kita promosikan iu terjual
Kan kita promosikan produk orang, nah ketika ada yang baca tulisan kita lalu orang tersebut membeli ke pemilik produk itu LANGSUNG, kita sebagai promotor dapat fee berapa persen dari nilai produk yang dijual. Maksud saya sih begitu
Hihi, memang bukan banner maksudnya
Hmm.. berarti langsung dieksekusi saja? Yang saya perhatikan dari beberapa orang yang berhasil, rata-rata mereka memang polanya “hajar bleh” gitu. Business plan detailnya belakangan saja, yang penting peluangnya nyata dan memang prospektif.
Kalau menurut Fanari nih, monetisasi yang paling cocok untuk blog berbahasa Indonesia yang bagaimana y? Sedang butuh masukan sekali nih
hajar terus aja bro, hahahah
untuk blog bahasa indonesia menurutku yang paling cocok sih direct ads, karena gak cuma publisher yg diuntungkan tetapi juga advertiser yg kebanyakan dari indonesia.
Itu peluang yg masih aku kejar sampai sekarang. Pengalaman MMO saya selama ini cuma mengandalkan paid review aja hehehehe maklum masih pemula
ide bagus nih…
nanti deh saya coba…
Bagus tuh bro idenya… Hanya saja, target pasarnya kan g semudah itu digrab. In case, menjual vespa, tapi iklannya di blog yang membahas tentang blogging seperti yang aku maintain, apa distorsinya tidak terlalu berlebihan tuh bro…
Sejenak barusan aku mikir hal itu, produk apa yang cocok buat blog aku. Yang aku bayangkan adalah buku tentang blogging, wordpress, design, make money etc. So sepertinya ada kendala juga disini.
Bisa aja sih pukul rata, tapi mungkin chance keberhasilannya akan kecil
Bout plugins,…. waduh kurang tau tuh… coba nyabot apa yang dipake oleh Theme Market Press kalo g salah… Yang dibagian sidebar menampilkan daftar produk yang dijual itu lho bro…
Hahaha, betul! Hajar bleh lah
Direct Ads oke juga. Tapi saya sempat terfikir dan agak ragu juga sih dengan keefektifan direct ads:
Berapa persen dari pageviews/unique visitor yang terkonversi mengklik ads kita?
Efektifitasnya. Dari banyak klik tersebut berapa banyak yang akan terkonversi untuk melakukan penjualan?
Well, itu untuk yang selling y. Kalau banner for the sake of awarenes ya lain cerita. Cuman yang saya perlu pengetahuan lagi ya itu dia. Efektifitasnya.
FYI, Saya juga sedang menguji beberapa banner di halaman terramai bloggingly
Paid review juga ok. Apalagi kalau bayaran per reviewnya tinggi seperti Oom Jacky Supit. Hihi. Tapi cenderung active income uy
Sip. Nanti kalau sudah dicoba share pengalamannya y
Nah itu dia. pintar2nya kita mencari celah. Kalau blog berniche ya harus sesuai nichenya sih. Kalau ngga nyambung image kitanya juga jadi ngaco
Kalau blog tentang blogging, mungkin kita bisa affiliate hal2 yang berhubungan dengan internet y? Misalnya jasa layanan koneksi internet seperti IM2 atau Flash (waduh, jadi nyebut merek nih
), lalu hardware2 komputer yang related to internet seperti netbook, modem, smartphone, handphone, software, mp3 player, motherboard, dan sebagainya. Buku2 juga bisa sih.
Jatuhnya memang jadi kombinasi affiliate + review gitu sih
Wah, kudu nambah relasi pemilik toko hardware nih. Atau e-store2 seperti bhineka itu bikin program affiliasi saja y? hihi
Hoo, yang buat meng e-commerce kan wordpress itu y?
ini seperti yg digembar-gemborkan oleh Anne Ahira kan ?
“seperti” / atau mirip dari sudut mananya Pak?
coba lihat contoh post yang disertakan.
Nice Post Pak, Nice blog juga.
.
RSS by email nya di aktifin donk Pak, jadi kan lebih gampang baca di email dr pada di google reader.
Seingat saya ada dech WP plugin. Soalnya dulu saya pernah pasang.
Hm… ntar yach saya obok2 dulu blog2 saya.
Wow, lebih nyaman menggunakan membaca via email daripada rss reader? Ok deh, akan segera saya implementasikan y
WP plugin apa pak?
waw, bangga daku denganmu bok ! hehehehe
nice info, brader.
@prazz
yap, thanks