Beberapa hari yang lalu, saya sempat mengintip beberapa penggalan dari buku John C. Maxwell berjudul 21 Indispensable Qualities of Leader : 21 kualitas kepemimpinan yang membuat orang lain mau mengikuti anda secara suka hati. Salah satu kualitas yang di highlight oleh John C. Maxwell adalah karakter. Saya mencoba mendefinisikan karakter yang dimaksud disini secara sederhana : Karakter = sifat anda, kepribadian anda, gaya anda, style anda, ke-khas-an anda.
Lalu, hubungannya dengan blogging?
Jelas ada.
Mari kita kupas lebih lanjut :
Mengapa karakter penting agar orang lain mau mengikuti anda? Karena karakter mencerminkan ke unikan anda. Dan suka tidak suka, manusia menyukai sesuatu yang unik.
Karakter dan blogging sangat berkaitan, terutama dalam sisi kepenulisan konten. Kenyataannya adalah, tulisan anda mencerminkan kepribadian anda. Apapun konten blognya, karakter anda akan tercermin dari gaya penulisan anda. Hal – hal sederhana seperti pemilihan sudut pandang, kata ganti orang ( eluh, lu, kamu, atau anda?
), diksi, dll.
Masalahnya adalah, sering kali kita tanpa sadar ( mungkin dalam rangka belajar, mungkin dalam rangka ter-influence ) tidak menunjukan karakter kita sebenarnya dalam konten – konten blog. Contoh yang paling sederhana adalah ribuan blog ( biasanya remaja ) yang menggunakan gaya urban hiperbolis, satu hal yang saya rasa sangat melekat pada Raditya Dika.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan meniru karakter blog orang lain. Namun ada satu hal sederhana yang perlu diperhatikan : Coba perhatikan semua orang yang menarik di dunia ini. Mereka pasti orang yang menjadi diri sendiri dan tidak meniru karakter orang lain.
Dalam konteks ngeblog, coba kita perhatikan blog – blog yang lebih ramai dari blog kita, dan perhatikan karakter mereka. Pasti khas dan unik dengan gayanya masing – masing : Raditya Dika dengan hiperbola nya, Ndoro Kakung dengan sapaan kisanak-nya, Tika dengan Ituh nya, NavinoT dengan paragraf – paragraf pendek nya, dan sebagainya.
Sekarang pertanyaannya, sudahkah anda ( dan juga saya ) menjadi diri sendiri dalam mengelola blog ( blogging ) ?
jawabannya?
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

Hahahah
Ternyata kamu notice toh, paragraf pendek NavinoT
Good one
Go Bloggingly!
.. meniru boleh saja sebagai langkah awal, tp jgn lupa proses modifikasi, biar punya unique character (yg ‘menjual’ tentunya hehe..)
Lam kenal, nyeklik sini dr NavinoT
Yaiyalah. Secara *halah* setiap hari terbiasa membaca pola paragraf pendeknya NavinoT.
WoW! Jiewa dari inijie mampir ke bloggingly!
Yep. Meniru adalah bagian dari proses belajar kan?
@Jiewa & F : Tiru dan modifikasi, sebagai langkah awal pembelajaran. Toh nantinya juga akan terbentuk karakter sendiri.
kalau semua yang di dunia ini sama, rasanya hambar dan datar. Sungguh tidak menarik.
waaawww…
jadi..jadiiii..jadii sayah unik yaaaaa…
horeee…
*jingkrakjingkrak*
Makanya dimodifikasi kan?
Saya rasa sebagai langkah belajar tidak masalah. Kedepannya, setelah sudah dapat “pola”nya, langsung saja bereksperimen besar2an
Wow! Tikabanget kesummon juga kemari
Yaiyalah Mbak Tika. Masa “ituh” tidak unik?