Dec 12, 2008
Mana Anda Utamakan Dalam Blogging : Konsistensi Update atau Kualitas Konten?
oleh Fikri
Image courtesy @news-service.stanford.edu
Pertanyaan menarik untuk anda yang memutuskan untuk “serius dalam blogging” dan berkomitmen “setidaknya update satu post dalam sehari”.
Oke, lupakan sejenak pilihan untuk memilih keduanya. Ketika pertanyaan optional seperti ini diajukan, semua orang selalu menginginkan skenario terbaik dimana mereka dapat melakukan keduanya. Dalam kesempatan kali ini, pilih satu saja, ok?
Pro Konsistensi Update?
Update minimal satu post perhari berarti setidaknya anda harus selalu meluangkan waktu setiap harinya untuk menulis konten, mengoptimasikan konten dengan trik SEO, Men-tagging konten anda, memasukkan kedalam kategori, menyelipkan gambar, dan tentu saja, mengapprove dan menjawab komentar yang masuk. Setiap hari. Sekitar 1 jam perhari.
Kelebihan Konsistensi Update :
Jika konten blog anda bermanfaat untuk pengunjung, pengunjung akan berlangganan RSS anda dan hal ini menciptakan repeat visitor. Pengunjung yang datang berulang – ulang. Dan ini berarti komunitas.
Kekurangan Konsistensi Update :
Tidak mungkin seorang blogger selalu berada dalam kondisi terbaiknya setiap hari. Konten yang ditulis dalam keadaan “memaksa diri untuk menulis karena sudah berkomitmen untuk itu” sering kali mengecewakan. Atau bahkan lebih buruk lagi : Terkesan asal. Yang penting update. Hal ini bisa menjadi bumerang :
- pengunjung menghapus feed anda dari RSS readernya karena setiap hari mendapati RSS Readernya dipenuhi oleh konten yang tidak ditulis dengan serius.
- Lalu lintas web menjadi semakin “crowded”. Sialnya, dengan konten yang ditulis dalam kondisi kurang prima.
- Database anda akan banyak diisi dengan konten yang kurang “nendang” karena ngejar setoran.
- Blogging yang tadinya menyenangkan terancam berubah menjadi membosankan karena anda membuatnya menjadi rutinitas. Ini yang Terparah.
Pro Kualitas Konten?
Mengejar kualitas konten berarti anda hanya akan mempublikasikan konten berkualitas yang merupakan tulisan terbaik anda. Poin pentingnya adalah, tulisan terbaik ditulis ketika mood dan kondisi anda sedang baik. Dan masalahnya adalah tidak setiap hari anda berada dalam kondisi dan mood baik yang berarti anda tidak akan mengupdate blog setiap hari.
Anda hanya mengupdate blog ketika anda sedang “good mood” untuk menulis konten berkualitas. Anda tidak akan memaksakan diri anda untuk mempublikasikan konten setiap hari, hanya untuk memastikan RSS reader subscriber anda disapa oleh feed anda.
Kelebihan Kualitas Konten?
Konten yang anda buat ditulis ketika anda memang sedang ingin menulis, yang berarti anda mengeluarkan effort terbaik anda. Dan blogging tidak menjadi membosankan karena anda tidak menjadikan blogging sebagai rutinitas. Anda ngeblog ketika anda memang ingin ngeblog.
Kekurangan Kualitas Konten?
Blog menjadi “lambat gemuk”. Maksudnya, konten blog anda menjadi tidak banyak. Dan blog dengan konten sedikit berarti jumlah pageview anda sedikit. Sedikitnya konten dapat juga menyebabkan pengunjung blog sedikit, karena range konten yang dapat diakses sedikit.
Pilihan bloggingly? Kualitas Konten atau Konsistensi Update?
Seperti mayoritas blogger, inginnya sih dua – duanya jalan. Konsisten mengupdate konten dengan konten berkualitas. Tapi karena hanya boleh memilih satu pilihan, bloggingly memilih konsistensi update.
mengapa memilih konsistensi update? Karena dalam beberapa hal, manusia memang membutuhkan sedikit “tekanan”. Semua pencapaian terbaik dihasilkan karena ada tekanan. Dan komitmen untuk konsisten mengupdate blog berarti menciptakan tekanan untuk mendorong blog menjadi lebih baik. Tekanan untuk melatih kami agar dapat membuat konten dengan cepat dan kualitas yang terjaga.
memang ada tantangan berat dari pilihan ini. Dan yang terberat adalah Blogging yang tadinya menyenangkan terancam berubah menjadi membosankan karena dijadikan rutinitas. Tapi bukan berarti tidak bisa disiasati kan? Dengan memberikan break rutin dalam jangka waktu tertentu misalnya.
Well, itu tadi pilihan bloggingly. Bagaimana dengan anda? Apa pilihan anda? Konsistensi Update atau Kualitas Konten?
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

preme bilang,
dua-duanya susah buat saya hehehe soalnya waktu online terbatas & gak tentu, disamping itu juga masih perlu lebih menata tulisan itu sendiri hehehe masih amburadul..
on 12 Dec 2008 / 23:52
ardi bilang,
Sama mas, memilih konsistensi update. Karena untuk menulis yang berkualitas saya juga masih belajar. Jadi kalo nunggu bahan yang berkualitas malah nggak nulis-nulis. Nulis khan juga sebagai pembelajaran, lama-lama juga lancar…
Tapi sekarang saya update-nya juga nggak konsisten. Gimana dunk??
on 13 Dec 2008 / 00:24
F bilang,
Nah itu dia tantangannya. Segera konsistenkan
Untuk menciptakan konsistensi dalam melakukan sesuatu, saya rasa harus memunculkan “perasaan harus”.
on 13 Dec 2008 / 07:09
Toni @ NavinoT bilang,
Hati-hati kalau mengandalkan good mood. Jangan-jangan nantinya berujung pada tulisan curhat saja :p. Mood tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk tidak menulis. Menulis setiap hari bisa dipakai untuk melatih diri, mengasah skill menulis, dan mengeksploitasi limit diri. Bagus juga untuk latihan time management:p
on 15 Dec 2008 / 07:24
F bilang,
Setuju. Seharusnya kita sebagai manusia “mengelola mood”, bukannya dikelola oleh “mood”.
Mengeksploitasi limit diri? nice point of view, jadi tahu seberapa sanggup memberdayakan diri y
on 15 Dec 2008 / 17:55
int2k bilang,
wah kalo musti update terus gak sanggup
buat satu aja kayaknya mesti susah payah
on 15 Dec 2008 / 10:08
F bilang,
Well, kalau belum dicoba, kita tidak akan pernah tahu kan?
on 15 Dec 2008 / 17:56
int2k bilang,
yah itu dia, dah nyobain
dan web q y lumayan stagnan
on 16 Dec 2008 / 09:30
F bilang,
Hoo. kalau begitu, strateginya belum tepat mungkin
on 17 Dec 2008 / 03:59
Ara bilang,
Bro, konsisten update, tidak berarti harus setiap hari, tapi kontinyu pada interval waktu tertentu.
More over, konsisten itu dalam pandanganku lebih berdasar pada sisi psikologis bagi pembaca. E.g, tidak kecewa ketika berkunjung karena ada sesuatu untuk di download pada pikiran mereka.
So, jika pada layout kita beri kolom yg bertuliskan weekly, aku rasa dampaknya sama dengan yg daily. Dari situ kan pembaca sudah tau, skedul updatenya sehingga ketika berkunjung mereka tidak akan kecewa ketika mendapati belum ada update news, in other side, meningkatkan chance bagi artikel kita untuk dikonsumsi lagi dan lagi.
Beda jika kasusnya adalah sebuah topik yg memang berpacu dengan waktu
Next, dari riset yg dilakukan problogger, alasan teratas readers unsubscribe adalah terlalu banyak artikel.
So, aku rasa dalam hal ini bukan konsistensi vs kualitas, karena 2 hal tersebut harus saling mengisi.
Mungkin, lebih bijak jika disebut konsistensi meet kualitas, dimana problem solvingnya akan menekankan pada manajemen 2 hal diatas.
In my angle of view sih gitu, hehe…
on 17 Dec 2008 / 02:21
F bilang,
Wow, nice point of view.
Yep, yang namanya “konsistensi” tidak selalu harus daily. dua hari atau weekly juga bisa. strategi + manajemen sepengetahuan saya menggunakan strategi weekly dan subscriber feednya bisa tembus 2000 an tuh. canggih
Saling mengisi sih idealnya begitu. Namun ada kalanya kita harus memilih kan? andaikata dihadapkan dengan pilihan untuk mempertahankan salah satunya, mana yang dipertahankan? konsistensi update ( apapun yang terjadi, harus update dalam jangka waktu tertentu! ) atau kualitas konten ( hanya tulis ketika mood baik untuk menghasilkan konten berkualitas) ?
on 17 Dec 2008 / 04:03
Daus bilang,
Tergantung tujuan ngeblog, hehe. Kalo berminat mendatangkan trafik dan indeks di Google, maka konsistensi update sangat penting.
IMO.
on 17 Dec 2008 / 11:08
F bilang,
Yep. tapi kalau “asal update” saja, traffic dari Google tidak akan datang kan?
on 17 Dec 2008 / 21:30
Ara bilang,
Kualitas, mengandalkan mood? Waduh, kl pilihan yg ini mengikutsertakan mood, ya pastilah aku prefer konsistensi.
More over, bukannya yg berhubungan dg mood itu adalah penulis2 kertas, dan bukan blogger?!
Kl blogger mengikutkan mood, mending jadi jurnalis atau penulis novel, yg bth waktu berhari2 utk menulis, padahal belum tentu dibaca org, hehe
Last: jgn lupa utk menggunakan schedule posting utk membuat konsistensi better and better.
on 18 Dec 2008 / 06:22
F bilang,
Hehe, tajam nih komentarnya
Konsistensi? nice choice. hanya terkadang ada saja waktu dimana “benar – benar tidak sempat” untuk posting kan?
baru kemarin membicarakan konsistensi, saya absen dua hari blogging
on 19 Dec 2008 / 20:09
Muhammad Noer bilang,
Konsistensi Posting dan Kualitas sama pentingnya. Tapi jika harus memilih saya memilih Kualitas. Seorang pengunjung blog akan kembali datang karena mendapatkan manfaat.
Untuk itu bisa pakai strategi siapkan ide tulisan sebanyak-banyaknya, dan pada saat kondisi terbaik, buat beberapa tulisan sekaligus dan publish dengan interval waktu tertentu. Dengan demikian, tidak harus setiap hari melakukan posting.
on 26 Jan 2009 / 00:14
F bilang,
Wow, prefer kualitas?
saya juga gunakan cara scheduled posting. Namun dalam beberapa kasus, terkadang menunggu “kualitas” tersebut membuat kita menunda2 y.
Terkadang lebih baik “hajar bleh” saja. Paksa diri untuk membuat tulisan
on 26 Jan 2009 / 05:38
Om Kicau bilang,
Sekadar sharing;
Ada satu kata kunci yang bisa saya tangkap dari diskusi di atas “jaga mood”.
Agar kita punya greget terus untuk menulis, jalan terbaiknya memang dengan banyak membaca dan berbincang dengan teman, tetangga, orang di jalan, penjual rokok dan sebagainya.
Orang-orang dan lingkungan kita adalah sumber inspirasi. Dengan selalu “membaca” lingkungan, inspirasi akan terus membanjir. Ketika inspirasi selalu ada di benak kita, maka yakinlah mood itu akan selalu ada dan terjaga pula.
Namun inspirasi memang tidak bisa “datang” dan “nyantel” begitu saja. Kepekaan menangkap fakta yang akan diolah naluri dan otak kita menjadi sebuah inspirasi yang melahirkan sebuah tulisan, perlu diasah dari waktu ke waktu.
Sumber inspirasi utama saya untuk mengisi blog adalah dengan blogwalking ke blog2 dengan tema yang sama dengan yang saya pilih. Dari sana biasanya ada beberapa ide tulisan yang belum terolah dengan baik dan kita bisa meramu ulang secara lebih baik.
Pertanyaan-pertanyaan atau komentar di blog teman yang tidak terjawab, ini juga merupakan salah satu sumber inspirasi yang tidak pernah kering.
Mata air inspirasi yang jelas-jelas tidak akan habis adalah pertanyaan-pertanyaan di blog kita sendiri yang disampaikan pengunjung. Nah, lebih bagus lagi kalau kita membuat fan page untuk blog kita. Di sana, berjibun pertanyaan yang bisa kita jawab dalam bentuk postingan di dalam blog. Contohnya adalah fan page untuk blog saya (dengan lebih dari 5.500 penggemar). Dalam sehari, datang puluhan pertanyaan yang rata-rata punya “bobot” untuk dijawab dalam bentuk postingan di blog. Inilah mata air inspirasi yang tidak perlu kita cari-cari lagi.
Bahkan sharing pendapat saya di blognya Om Fikri ini, bisa saja menjadi salah satu postingan di blog antah berantah dengan judul “Ketika inspirasi tak juga datang, kemana harus mencari?” Hehehe, just joke.
Oke, begitu kira-kira urun rembug saya.
Salam.
on 13 Apr 2010 / 22:55
Fikri bilang,
wah, thanks untuk sharingnya Pak. Untuk masalah inspirasi sih memang tidak ada habisnya, yang menjadi masalah itu waktu untuk mengeksekusi idenya. adaaa saja alasan untuk menunda LOL
on 17 Apr 2010 / 18:42
rauff risharasakti bilang,
Kualitas tulisan mas, karena pernah aku kena kritik aku g suka tulisan mu yang ini dan itu… sejak itu aku mementingkan kualitas.
Untuk masalah biar cepet gemuk blog saya, saya harus pintar-pintar mencari keywordnya tepat
on 18 Apr 2010 / 16:44
Fikri bilang,
yap, ibaratnya lebih baik menulis satu headline halaman depan daripada 7 tulisan tidak penting
kalau masalah biar cepat gemuk sih, yang penting kita menulis sesuatu yang bermanfaat dan original saja
on 18 Apr 2010 / 19:28
Christian bilang,
memang dua-duanya sama pentingnya, tapi buat aku lebih condong ke kualitas tulisan, karena akan berdampak lebih baik buat jangka panjang, blog akan menjadi sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi pembacanya sehingga akan menimbulkan return visitors (pembaca loyal) karena akan terus diingat…dan juga pesan yang disampaikan dengan tulisan yang berkualitas akan membuat tulisan yg “bernyawa”/ lebih hidup maksudnya sehingga menciptakan ikatan dengan pembacanya, thx
on 19 Jun 2010 / 14:46
Thedoart bilang,
well done mate!
sangat simple namun detail pula, hal ini yang terkadang jarang disadari oleh sebagian blogger, SAYA khususnya.
on 09 Jul 2010 / 13:58