N° 70 Tumblr

image is courtesy of The Nothing Coorporation
Note: beberapa sumber menulis tumbleblog (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia).

Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa tumblr dan posterous (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme wordpress paling hot) merilis dua theme yang khusus dibuat untuk tumblelogging dan bahkan menciptakan premium theme untuk tumblr.

Tumbleblog: filling the gap between blog and microblog

Seperti iPad yang mengisi ruang kosong antara iPhone dan MacBook, Tumbleblog mengisi ruang diantara blog dan microblog. Blogging terasa terlalu memakan waktu sementara ada ide-ide yang tidak dapat diekspresikan melalui 140 karakter-nya microblogging. Disinilah tumbleblog hadir: bentuk yang lebih pendek dari blogging namun mengakomodir hal-hal yang tidak di support secara native oleh microblogging seperti photo, video, dll.

Wujud tumbleblog

Contoh nyata yang dari tumbleblog dapat dilihat di banyak tumbleblog yang terdapat di tumblr (FYI, tidak semua blog yang dihost di tumblr merupakan tumbleblog). Post yang dikategorikan berdasarkan jenisnya (text, quotation, photo, audio, video, dll) dengan panjang post yang sangat pendek. Mungkin hanya satu dua kalimat / paragraf, seringkali berbentuk satu foto dengan caption-nya saja.

What’s hot about tumblelogging?

Realtimeness & effectiveness. Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkembangan web mengarah ke mobile web. Dari arah konsumsi konten, mobile web berarti “tampilkan se-compact mungkin”. Sementara dari arah produksi konten, mobile web berarti realtimeness (bisa dilakukan dimana saja, saat itu juga) dan seefisien mungkin.

Microblogging mengakomodir aspek produksi dan konsumsi konten di era mobile web secara baik. Sayangnya, media yang diakomodir sangat terbatas, sebatas 140 karakter teks pada platform microblogging paling populer saat ini. Tumbleblog mengakomodir mobile-friendliness namun dengan fungsi yang lebih rich.

Untuk informasi yang lebih komprehensif mengenai trend ini, saya merekomendasikan interview NotSoGeeky dengan Steve Rubel yang mengungkapkan bahwa trend blogging kini mengarah kepada life streaming.

Apakah tumbleblog akan membunuh blog?

Saya rasa tidak. Seperti radio yang bertahan terhadap “gempuran” televisi, setiap bentuk media memiliki market-nya masing-masing. Diluar segala kelebihan tumbleblog, blog tradisional masih lebih powerfull untuk tulisan panjang komprehensif yang tidak sesuai dengan anatomi tumble blog.

Itu pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat anda?

Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !

Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini