Apr 4, 2010
Menelaah Trend Tumblelogging
oleh Fikri

image is courtesy of The Nothing Coorporation
Note: beberapa sumber menulis tumbleblog (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia).
Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa tumblr dan posterous (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme wordpress paling hot) merilis dua theme yang khusus dibuat untuk tumblelogging dan bahkan menciptakan premium theme untuk tumblr.
Tumbleblog: filling the gap between blog and microblog
Seperti iPad yang mengisi ruang kosong antara iPhone dan MacBook, Tumbleblog mengisi ruang diantara blog dan microblog. Blogging terasa terlalu memakan waktu sementara ada ide-ide yang tidak dapat diekspresikan melalui 140 karakter-nya microblogging. Disinilah tumbleblog hadir: bentuk yang lebih pendek dari blogging namun mengakomodir hal-hal yang tidak di support secara native oleh microblogging seperti photo, video, dll.
Wujud tumbleblog
Contoh nyata yang dari tumbleblog dapat dilihat di banyak tumbleblog yang terdapat di tumblr (FYI, tidak semua blog yang dihost di tumblr merupakan tumbleblog). Post yang dikategorikan berdasarkan jenisnya (text, quotation, photo, audio, video, dll) dengan panjang post yang sangat pendek. Mungkin hanya satu dua kalimat / paragraf, seringkali berbentuk satu foto dengan caption-nya saja.
What’s hot about tumblelogging?
Realtimeness & effectiveness. Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkembangan web mengarah ke mobile web. Dari arah konsumsi konten, mobile web berarti “tampilkan se-compact mungkin”. Sementara dari arah produksi konten, mobile web berarti realtimeness (bisa dilakukan dimana saja, saat itu juga) dan seefisien mungkin.
Microblogging mengakomodir aspek produksi dan konsumsi konten di era mobile web secara baik. Sayangnya, media yang diakomodir sangat terbatas, sebatas 140 karakter teks pada platform microblogging paling populer saat ini. Tumbleblog mengakomodir mobile-friendliness namun dengan fungsi yang lebih rich.
Untuk informasi yang lebih komprehensif mengenai trend ini, saya merekomendasikan interview NotSoGeeky dengan Steve Rubel yang mengungkapkan bahwa trend blogging kini mengarah kepada life streaming.
Apakah tumbleblog akan membunuh blog?
Saya rasa tidak. Seperti radio yang bertahan terhadap “gempuran” televisi, setiap bentuk media memiliki market-nya masing-masing. Diluar segala kelebihan tumbleblog, blog tradisional masih lebih powerfull untuk tulisan panjang komprehensif yang tidak sesuai dengan anatomi tumble blog.
Itu pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat anda?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
Tweets that mention Menelaah Trend Tumblelogging -- Topsy.com bilang,
[...] This post was mentioned on Twitter by Fikri Rasyid, fadly. fadly said: new post: menelaah trend tumblelogging http://bit.ly/aJtAb4 [...]
on 04 Apr 2010 / 18:18
arisetyo bilang,
sesuai dengan tagline-nya tumblr : the easiest way to blog.
tumblelogging membuat orang yang malas nulis blog seperti saya rajin mengupdate content, because it so fukin easy!
http://arisetyo.tumblr.com
on 04 Apr 2010 / 18:23
ierone bilang,
saya info-info pendek pun tak masukin blog
on 04 Apr 2010 / 19:59
Fikri bilang,
@ierone
wah, pendeknya itu berapa karakter?
@arisetyo
yep, soalnya tinggal paste media dan kita komentarin
on 04 Apr 2010 / 22:58
Agus bilang,
sebentar lagi WP harusnya masukin killer feature gini hehehe. I love posterous
on 05 Apr 2010 / 17:50
Fikri bilang,
@agus
hihi, killer feature post from e-mail? kalau tidak salah memang sudah bisa yang seperti itu dengan wordpress. melalui settings > writing > XML – RPC
on 06 Apr 2010 / 00:36
Agus bilang,
iya, cuman belum as smooth as Posterous did. Tumblr juga bisa, cuman belum smooth juga
on 06 Apr 2010 / 12:26
Arham blogpreneur bilang,
Mungkin banyak yg belum tau wujud/cotoh tumblelogging. Bisa liat anjinggombal.com ia pakai tumble.
Seperti kata fikri. Tumble memang mengisi celah antara blog dengan micro blogging. Memang pemilihan yang tepat meskipun juga memang tidakan saling memakan antar media.
Ohia, yang jadi pilhan diskusi adalah. Kapan kiranya tumble bisa dinikmati massal seperti Fb atau twitter. kalau blog butuh waktu panjang untuk jadi mainstream. bgmn tumble?
on 06 Apr 2010 / 13:46
Fikri bilang,
@Arham
yap. thanks untuk contohnya ham
Mengenai “dikonsumsi massal”, tentunya perlu didefinisikan terlebih dahulu definisi dari hal tersebut. Saya rasa tumblelogging bisa dikatakan “populer” saat “generasi muda” sudah fasih dan gemar ber-tumblelog ria. Untuk mencapai poin tersebut, mungkin satu dua tahun dari sekarang baru bisa tercapai jika exposure mengenai tumblelogging-nya sendiri ramai.
Sekarang sih saya rasa tumblelogging belum melewati tipping point nya ya, tapi arah mengenai trendnya sudah kesana karena para tech savvy yang doyang ngeblog pun mulai “ngepost pendek” di tumblelog nya.
on 06 Apr 2010 / 17:53
Jauhari bilang,
Media… makna sederhana bagi saya adalah wadah. Entah itu Micro Blogging entah itu Blogging atau apapun istilahnya tetaplah media..
Selama saya menggunakan WordPress pun saya pernah mendesain tampilan seperti Micro Blogging yang lagi trend (Tumble, Posterous) yang penting ide dari CONTENT tersalurkan.. entah itu make Twitter, FB, atau blog dan bahkan micro blogging tidak menjadi masalah
on 09 Apr 2010 / 09:54
ardianzzz bilang,
Dengan mesin blog biasa (macam blogspot, WP, TXP dll) kita dapat membuat desain dengan aksesibilitas semudah tubelog atau mikroblog. Jadi tidak masalah
on 12 Apr 2010 / 09:09
Fikri bilang,
yap. tergantung theme-nya juga sih
on 12 Apr 2010 / 20:30
betahita bilang,
tidak akan ada yang mati.
tumbleblog dan blog tradisional punya jalan masing2.
seperti halnya radio dan tv itu.
on 12 Apr 2010 / 19:59
Fikri bilang,
kalau pendapat saya sih, justru menyatakan bahwa “tidak akan ada yang mati” itu terlalu ekstrim. Bukankah kemungkinan segala sesuatu itu ada, termasuk kematian suatu trend? Seperti format kaset dalam gempuran era digital (baca: mp3) ini
on 13 Apr 2010 / 04:16
Darin bilang,
Saya malah baru denger mas
Sebentar saya cek2 dulu deh, takut nti komentarnya nggak nyambung hehe
on 12 Apr 2010 / 19:59
Sudah pernah mencoba TumbleBlog? | Menembus Batas Maya bilang,
[...] Di internet, saya suka mencoba sesuatu yang baru. Dulu saya iseng membuat akun di Posterous, terakhir baru saja mencoba Tumblr, sebuah platform yang katanya pertengahan antara blog dan microblogging. Definisi detail Tumblr bisa dilihat di Bloggingly. [...]
on 25 Apr 2010 / 04:15
Adhie - DesainQu bilang,
Buat saya, Tumblr cocok untuk personal bloggingku. Karena bisa posting hal2 kecil ( microblogging ) tapi dengan kemampuan blog. Tapi semuanya kembali ke pengguna masing2 kok.
IMO tumblog tidak akan membunuh blog karena dia ada di antara blog & microblogging.
Beda dengan kaset & MP3, MP3 adalah teknologi baru yang fungsinya sama dengan kaset. Jadi wajar kalo kaset tergusur.
on 03 May 2010 / 16:11
Fikri bilang,
yap, produk2 tertentu akan mengisi pangsa pasar yang berbeda
on 04 May 2010 / 05:26
Armono @ Notsogeeky bilang,
Setuju sama Jauhari, mau itu tumbleblog (Tumblr, Posterous) atau WordPress, semuanya adalah media.
Ketika dibawa ke wilayah realtimeness, yang membedakan bukan platform nya lagi, melainkan aktivitas dalam pembuatan kontennya.
Saya selalu berpikir bahwa realtimeness = mobile blogging (posting dimana saja, kapan saja). Dengan demikian, kemudahan pengoperasian apps dalam smartphone (atau tablet?) malah bisa jadi yang menentukan dalam pemilihan platform.
Oh, and thanks sudah masukin topik NotSoGeeky buat rujukan disini
on 07 May 2010 / 18:42
prof. helga bilang,
kalo saya tumbler biasanya cuma buat nyimpen gambar yang lucu-lucu
kadang juga nulis quote-quote pendek
hehe
on 20 Jul 2010 / 10:48