Budaya blogging sebagai jurnalisme publik tumbuh subur. Berbagai macam blog, bahkan dengan niche atau topik yang sangat spesifik bermunculan. Beberapa blog membahas fenomena sosial layaknya majalah migguan favorit anda. Beberapa blog lain membahas IT layaknya majalah IT yang anda baca setiap anda hendak membeli gadget baru. Beberapa blog yang lain membahas gaya hidup seperti majalah yang anda baca di kala senggang. Bahkan beberapa blog yang ada membahas hal – hal yang belum di bahas oleh media mainstream.
Media Mainstream yang kami maksud : Exciting Media, media yang sudah ada sekarang : Surat kabar, Majalah, Televisi, Portal Internet, Radio, dll.
Kabar baiknya adalah : ( hampir ) semua blog mendistribusikan kontennya secara gratis. It’s all (almost) for free. Cukup PC, koneksi internet dan akses blog yang anda kehendaki. Tidak seperti media cetak yang sudah ada sekarang yang menuntut anda mengeluarkan dana untuk mengakses informasi yang disediakannya
Pertanyaan emasnya: mungkinkah blog menggantikan posisi media mainstream / media yang sudah ada?
Jawabannya? Kami rasa tidak mungkin.
Mengapa? Karena ada perbedaan mendasar yang ada antara blog dan media mainstream yang sudah ada sekarang :
Media mainstream bersifat objektif. Sedangkan blog, bahkan yang berniche / bertopik spesifik pun, tetap bersifat subjektif. Mengapa? karena blog berdiri diatas individu.
Tidak ada yang salah ketika sebuah blog berniche sosial politik menganggapi satu hal dari satu sudut pandang yang mendukung satu pihak dan mengeluarkan alasan dan opini persuasif yang mengajak pembacanya untuk mendukung pendapatnya. Sedangkan apa yang terjadi jika media mainstream mengeluarkan informasi berfasarkan analisa subjektif?
Jadi teringat tagline sebuah koran ibu kota yang bannernya sering kami lihat di jalan tol dalam kota Jakarta : Kebenaran itu seharusnya tidak memihak!
Jadi bagaimana kedudukan blog terhadap media mainstream?
Komplementer. Saling melengkapi. Teringat sambutan salah seorang perwakilan pemerintah dari DEPRISTEK pada Pesta Blogger 2008 kemarin : Blog tidak mematikan media yang sudah ada, blog merupakan komplemen yang saling melengkapi media yang sudah ada.
Blog dan Media Mainstream merupakan media berbeda yang bermain di area permainan dan pemain yang berbeda. Sama ketika surat kabar jaya, lalu ditemukan teknologi radio. Banyak pihak yang mengkhawatirkan radio akan mematikan industri surat kabar ketika itu. Buktinya? hingga kini industri surat kabar memiliki konsumen dan “wilayah”nya sendiri.
Begitu pula ketika radio jaya, dan televisi muncul. dan ketika televisi sudah menjadi hal yang lumrah, internet booming.
Dan kini, media mainstream, dan blog.
Bagaimana pendapat anda?
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
Saling melengkapi itu betul, kalo blog berusaha adu cepat, maka blog juga bisa menyaingi mainstream. Itulah yang membuat blog tidak bisa bersaing dengan surat kabar. Kalau majalah, masih mungkin.
Tapi bila dibuat adu cepat, sebuah blog pasti lebih unggul bila dikelola lebih rapi. Karena bisa posting artikel terbaru kapan saja. Kalo surat kabar atau media tradisional pasti harus tunggu giliran terbit.
PS: PC Magazine udah tutup versi majalahnya
Koran di Amerika juga sudah bingung karena pengiklan semakin turun.
Yup. Menyaingi masih mungkin. Menggantikan mungkin belum.
Tapi melihat suasana ekonomi global sedang goyah, bisa jadi ini merupakan berkah untuk blog yang biaya oprasionalnya tidak sebesar mainstream y? Mungkinkah terjadi peralihan?
kayaknya enggak deh. yang ada saling melengkapi. emang media mainstream bisa menulis tentang upil ???
Menulis tentang upil? bwahaha, contoh yang menarik. dipikir – pikir, iya juga yh.
sebenarnya bisa saja sih, kalau yang topiknya berhubungan. misalnya, hubungan upil dan kesehatan. Kalau menulis tentang “bagaimana upil telah merubah hidup saya” ( berhubungankah? ) mungkin hanya blog yang bisa