Wordcamp Indonesia

Tahun ini saya cukup beruntung karena dapat mengikuti kopi darat nasional pengguna wordpress bertajuk WordCamp Indonesia. Untuk anda yang (mungkin) belum tahu, WordCamp adalah konfrensi yang berfokus kepada berbagai hal mengenai wordpress. Wordcamp bersifat informal dan diorganisir oleh komunitas, diikuti oleh berbagai macam pengguna wordpress mulai dari pengguna biasa hingga core developer, dari pengguna self hosted wordpress.org hingga pengguna wordpress.com . Wordcamp diseleggarakan diberbagai kota di seluruh penjuru dunia.

Tanpa perlu panjang lebar lagi, pada post kali ini saya ingin berbagi apa saja yang menjadi catatan saya dan apa saja yang saya dapatkan seputar wordcamp 2010 kali ini:

The schedule

Berikut ini rundown wordcamp 2010 (garis besarnya saja):

07.30 – 09.00

  • Breakfast, cofee & networking session

09.00 – 12.30

  • Opening remarks by Valent Mustamin
  • Risman Adnan,Microsoft Corp: Develop & Run PHP Application on Windows
  • Beau Lebens, Automattic, Inc: What’s up with Wordpress?
  • Diskusi panel Risman Adnan & Beau Lebens, dimoderasi oleh Deden Purnamahadi

12.30 – 13.00

  • Break makan siang & networking, dimulainya Acer speed writing contest

13.00 – 15.30

  • Herry Sufehmi, Taking care of Wordpress
  • Komunitas MySQL Indonesia: Why MySQL?
  • Jazz Music Performance

15.45 – 18.30

  • Made Wiryana, Gunadarma University
  • Setyagus Sucipto, iCreativeLabs Studio: Wordpress as Content Management System
  • Sharing Session, Simon Lin dari WpDesignStudio
  • Beau Lebens, Demo IntenseDebate

Arrival, breakfast, coffee & networking session

Saya sangat suka bagaimana Wordcamp Indonesia dimulai: Wordcamp Indonesia dimulai dengan sebuah sesi breakfast ringan dan coffe morning. Sesi ini memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta untuk melakukan networking dan berkenalan dengan para wordpress enthusiast lain yang selama ini hanya ditemui melalui dunia maya. Mana menunya cukup menyenangkan pula. Saya jadi kepikiran, jika Pesta Blogger dimulai dengan sesi seperti ini, saya rasa akan sangat oke ya? :D

Opening Remarks by Valent Mustamin

Saya tidak tahu struktur kepengurusan WordCamp seperti apa, tapi satu hal yang menjadi perbincangan saya dan kawan-kawan adalah nama mas Valent yang tercantum besar-besaran disetiap publikasi WordCamp: WordCamp Indonesia is organized by Valent Mustamin. Rasanya gimanaa gitu ya? Hehe :p

Di sesi ini Valent Mustamin memberikan sambutan yang cukup impresif mengenai wordcamp dan memberikan satu bocoran menarik bahwa ditilik dari jumlah dan daerah asal pesertanya, WordCamp 2010 akan diluar jakarta dan sudah ada dua kandidat untuk lokasi pelaksanaannya: Bandung atau Jogja.

Semoga saja di Bandung ya? *bobotoh mode:on* ;)

Develop & Running PHP on Windows by Risman Adnan

Saya tidak tahu bagaimana ceritanya kok bisa acara mengenai wordpress dibuka dengan presentasi dan pengenalan produk microsoft. No offense to microsoft ya, saya hanya merasa tidak tepat saja: Datang ke acara yang saya harap membahas semua hal tentang Wordpress, tapi malah diberikan demo produk Microsoft.

Secara garis besar, sesi ini menjelaskan bahwa Windows mulai melirik PHP demi pangsa pasar, memperkenalkan Windows Live Writer (aplikasi blogging editor milik microsoft), expressionWeb (script editor), dan Microsoft Azure (cloud computing seperti Amazon S3).

What’s up with Wordpress by Beau Lebens

Di sesi ini, Beau Lebens yang juga merupakan developer di Automattic bercerita panjang lebar mengenai wordpress: bagaimana wordpress menjadi self publishing platform paling digunakan di dunia, bagaimana saat ini wordpress  telah menjadi lebih kepada CMS daripada blogging platform, milestone mengenai wordpress, ulasan singkat wordpress 2.9, dan perkembangan signifikan yang akan di tempuh wordpress pada versi 3.0-nya.

Wordpress 3.0

Versi 3.0 sering diidentikkan sebagai sesuatu yang ‘wah’ dalam lifecycle sebuah software. Berbeda dengan common sense tersebut, bagi wordpress, versi 3.0 hanyalah ‘just another number’. Meskipun begitu, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada Wordpress versi 3.0 yang diharapkan akan dirilis untuk publik pada 13 April 2010 ini:

Merger Wordpress dan Wordpress MU

Setelah wordpress 3.0, wordpress MU (Multi User – Versi lain wordpress untuk banyak pengguna, script yang digunakan untuk wordpress.com) tidak akan lagi ada. Hanya akan ada satu wordpress. Dan setiap instalasi wordpress dapat dibuat menjadi satu blog wordpress atau multiple blog ala wordpress MU.

Post_types

Pada wordpress 3.0 keatas, user dapat membuat post_types-nya sendiri. Persis seperti custom field yang dapat dibuat sesuka hati. Wow, saya jadi membayangkan fleksibilitas wordpress yang semakin menjadi-jadi dengan adanya fitur ini :D

Menu manager

Kedepannya, menu pada wordpress akan dibuat menjadi lebih fleksibel dengan mekanisme drag and drop ala widget sidebar.

New Default Theme

Selamat tinggal Kubrick, setiap file wordpress kini akan ‘dipersenjatai’ dengan default theme yang lebih up to date (inspired by Chris Pearson’s Cutline). Preview tayangan theme default baru ini dapat dilihat di themeshaper.com

Terlepas dari hal-hal mengenai wordpress-nya sendiri, Beau memberikan bocoran informasi berharga lain seputar wordpress:

Wordpress Mobile Application

Yap, trend internet  memang sedang (dan sudah) menuju mobile, dan Automattic menanggapinya dengan sangat serius: mereka merilis aplikasi wordpress untuk iPhone dan Blackberry. Aplikasi untuk device lainpun (sepertinya) akan menyusul, katanya.

New Committers

Meskipun ribuan orang memberi masukan dan revisi terhadap wordpress setiap harinya, hanya ada 5 orang di dunia (CMIIW) yang memiliki hak akses untuk merubah core code wordpress yang nantinya akan dirilis. Nah, seiring dengan pengembangan wordpress 3.0, tim Automattic telah menambah tiga orang baru yang dapat mengakses source code wordpress.

wpdevel.wordpress.com

Ingin tahu kabar terbaru seputar pengembangan wordpress? Now we have it: kunjungi wpdevel.wordpress.com untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan pengembangan wordpress.

Core Plugin

Ada ribuan plugin yang didistribusikan diluar sana. Masalahnya adalah, terkadang kita mendapati plugin keren yang dihentikan pengembangannya oleh sang developer dan plugin yang tidak terupdate ini akan membuka security hole. Belum lagi kebebasan menciptakan plugin terkadang menciptakan dua atau lebih plugin dengan fungsi yang sama dengan sedikit perbedaan fitur. Mengapa tidak memfasilitasi para developer untuk bergabung dan membuat plugin dengan cara yang lebih terorganisir? Itulan ide dasar dari Core Plugin.

Tampilan baru wordpress.org

Saatnya peremajaan! Tampilan wordpress.org akan diperbaharui agar lebih relevan dengan zaman, dan Automattic akan merancang mekanisme yang membuat komunitas dapat berpartisipasi dalam prosesnya. Hubungi janeforshot untuk informasi lebih lanjut.

Pengembangan BuddyPress

Sudah tahu BuddyPress? BuddyPress adalah plugin yang dikembangkan oleh Automattic yang berfungsi untuk menambah fungsi social networking pada instalasi Wordpress MU. Karena setelah Wordpress 3.0 Wordpress MU akan diintegrasikan kepada Wordpress biasa, maka nantinya BuddyPress pun akan dapat diinstal pada semua wordpress. Artinya? Semua orang dapat memiliki social networking site nya sendiri . Wow.

Pengembangan BBPress

BBPress adalah CMS bulletin board yang dikembangkan oleh Automattic. Saat ini, BBPress dikembangkan sebagai CMS yang berdiri sendiri. Kedepannya, BBPress akan dibuat sebagai plugin yang terintegrasi kepada instalasi Wordpress. Wow, akan lebih mudah lagi untuk anda para pemilik blog untuk memiliki forum anda sendiri.

Project GlotPress

Lokalisasi WordPress terus dilakukan kedalam berbagai bahasa. Sudah tahukan kalau WordPress bahkan tersedia dalam bahasa sunda dan basa jawa? GlotPress adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Automattic agar semua orang dapat berpartisipasi dalam project lokalisasi wordpress ini. Ingat aplikasi translasi yang terdapat pada facebook? Yap, sejenis itulah :)

BackPress

Yang satu ini sangat bermanfaat untuk para developer. Salah satu alasan populernya wordpress adalah lengkapnya dokumentasi API yang membuat kustomisasi wordpress menjadi lebih mudah. Jika dokumentasi API di WordPress Codex saja tidak cukup, maka diciptakan lah BackPress. BackPress adalah dokumentasi tentang bagaimana core function PHP wordpress bekerja.

CodePoet

CodePoet adalah tempat untuk para WordPress expert (designer, consultant, theme developer, plugin developer, etc) berkumpul. Kita semua tahu betapa banyaknya wordpress based project yang ada kan? Itulah mengapa CodePoet dibuat: agar klien dengan mudah mendapatkan ahli wordpress yang mereka butuhkan. Anyway, tahu darimana nama CodePoet berasal kan? Dari Code is Poetry yang terdapat di footer situs wordpress itu.

Slide presentasi dari sesi Beau Lebens What’s Up With Wordpress:

Diskusi panel Risman Adnan & Beau Lebens, dimoderasi oleh Deden Purnamahadi

Well, saya tidak terlalu memperhatikan sesi ini. Ada yang mau berpartisipasi untuk menambahkan bagian ini?

Herry Sufehmi, Taking care of Wordpress

Di sesi ini, Harry Sufehmi yang berpengalaman mengelola website bertraffik tinggi berbagi pengalamannya tentang teknik mengatasi traffik tinggi dengan menggunakan squid dan edge server. Saya tidak terlalu mendapatkan aspek teknis dan how to dari teknik ini karena kurang efisiennya waktu dan slide yang digunakan (tulisannya kecil-kecil).  Pak Herry bilang akan mengunggah slide-nya dalam waktu dekat. Ada yang punya link slideshare nya?

Komunitas MySQL Indonesia: Why MySQL?

Again, saya tidak terlalu memperhatikan sesi ini. Ada yang mau berbagi mengenai sesi ini? Yang saya tahu sesi ini dibawakan oleh ekspat dari pihak Zend.

Jazz Music Performance

Yap, (katanya, CMIIW) selalu ada performace Jazz di setiap WordCamp. Ingat Matt Mullenweg yang merupakan seorang penyuka Jazz dan codename setiap rilisan major wordpress yang  seringkali (atau selalu ya?) menggunakan nama musisi Jazz terkenal?

Wordpress as Content Management System oleh Setyagus Sucipto, iCreativeLabs

Di sesi ini, Setyagus Sucipto developer dari iCreativeLabs mendemonstrasikan penggunaan wordpress sebagai content management system, bukan hanya sebagai blogging platform. Di sesi ini Setyagus memperlihatkan project berbasis wordpress yang dikerjakan iCreativeLabs dan aspek-aspek apa saja yang harus dimodifikasi dari wordpress agar dapat bekerja dengan baik sebagai sebuah CMS, bukan sebagai blogging platform.

Nice presentation. Ternyata wordpress masih perlu disederhanakan untuk beberapa user tertentu :D

Bandung Bondowoso Project Workflow dari I Made Wiryana, dosen Universitas Gunadarma

I Made Wiryana adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas situs Presiden SBY. Di sesi ini, I Made Wiryana berbagi mengenai pengalamannya dalam meng-handle ‘gaya project yang indonesia sekali’ alias dadakan, dan bagaimana langkah yang tepat untuk mengembangkan sistem dalam project yang ‘bandung bondowoso’ alias dadakan tersebut.

Meskipun rasanya agak kurang wordpress-related, tapi presentasi dari Pak Made ini sangat fun dan informatif sekali :D

Sharing Session – Simon Lim dari WpDesignStudio

Sharing session adalah sesi dimana peserta wordcamp diberi kesempatan untuk berbagi mengenai pengalamannya mengenai wordpress. Yang sharing pada kesempatan kali ini adalah Simon Lim, WordPress consultant asal Malaysia yang berada dibawah bendera wpdesignstudio. Simon berbagi mengenai bagaimana memanfaatkan Google Infrastructure yang sangat powerful via Google App Engine untuk mempercepat load situs berbasis wordpress. Sebuah sharing yang harus saya akui sangat-sangat menarik sekali . FYI, dia berjanji untuk merilis tutorial mengenai teknik ini di blognya. Follow Simon Lim di twitter untuk mendapatkan notifikasi mengenai hal ini (saya pribadi sangat ingin tahu,anyway) :D

Demo IntenseDebate oleh Beau Lebens

Di sesi ini Beau Lebens mendemonstrasikan penggunaan IntenseDebate untuk wordpress. IntenseDebate adalah advanced commenting system yang dikembangkan oleh WordPress, seperti Disqus begitulah. Ketika saya bertanya kepada Beau mengenai apa kelebihan IntenseDebate dibandingkan dengan Disqus, Beau menjawab diplomatis bahwa “IntenseDebate dikembangkan dan dikelola oleh tim yang mengembangkan WordPress secara langsung dan berpengalaman mengelola scalable sites”.

Photo Sessions!

Yap, sesi terpenting dari sebuah kopdar. Photo yang dirilis oleh Pihak WordCamp bisa dilihat disini. Ada yang mau menambahkan link yang lain? Silahkan cantumkan via komentar, nanti akan kami update :)

The Good of WordCamp

Well, banyak sekali hal yang saya dapatkan dari WordCamp 2010 kali ini. Mulai dari bertemu dengan para wordpress enthusiast dan wordpress guru yang selama ini baru saya jumpai melalui ranah maya seperti Mas Jauhari, Pak Zam, Anggi Krisna, Setyagus, Dian Ara dan pasukan iCreativeLabs lainnya, Gitong dan kru Gagas Imaji, Beau Lebens, Pitra Media Ide, Simon Lim of WpDesignStudio, Pandu Truhandito, Ilman Akbar, Arham Blogpreneur, Armono NotSoGeeky, Aulia Posteorous, dll. Belum lagi bocoran-bocoran mengenai pengembangan wordpress yang membuat saya sangat bersemangat mengenai blogging platform ini dan teknik2 lainnya :D

The Bad of Wordcamp

Tidak ada gading yang tak retak, begitupun WordCamp. Terlepas dari berbagai hal menarik seputar wordCamp, masih banyak hal yang saya rasa bisa ditingkatkan untuk WordCamp selanjutnya. Berikut ini catatan yang saya buat seputar apa-apa yang bisa ditingkatkan dari WordCamp ini:

  • Venue-nya kurang noticeable – terbukti dengan bingungnya peserta yang nyasar karena ternyata kampus Gunadarma itu ada banyak, dan tidak ada informasi tertulis mengenai kampus mana yang digunakan untuk acara wordcamp ini.
  • Venue-nya terlalu dingin – anda tahu berapa kali saya ke toilet selama acara? Lebih dari 10 kali.
  • Venue-nya kurang ‘intim’ – Yap, saya merasa ‘kurang dekat’ dengan pembicara karena saya rasa ruangannya terlalu besar. Mana orangnya sedikit dan AC-nya dingin sekali pula. Saya rasa untuk wordcamp selanjutnya pihak panitia perlu mencari auditorium yang lebih menciptakan ’suasan intim’ lagi :D
  • Speed writing contest is a bad idea – Bisa anda bayangkan ada acara yang dilaksanakan ditengah acara? Ya, perhatian peserta acara yang terpecah.
  • Terlalu banyak sesi yang ‘kurang wordpress banget’ – Yap, bagaimanapun peserta datang untuk ‘mendapatkan sesuatu mengenai wordpress’, bukan hal yang terlalu general atau malah penjelasan produk berbasis cloud yang bahkan belum tahu kapan akan dirilis secara resminya.

Masukan untuk WordCamp selanjutnya

Saat sepulang dari tempat acara, saya sempat mendegar opini teman-teman peserta. Beberapa merasa senang sekali karena hal yang dibahas sangat-sangat teknikal, dan mereka menyukainya karena mereka merupakan developer (anyway, saya termasuk kedalam golongan ini). Di sisi lain, pengguna biasa wordpress merasa kurang ‘in’ dengan WordCamp kali ini karena mereka kurang familiar dengan aspek teknikal dari WordPress. Bagaimana jika kedepannya dibuat lebih memfasilitasi dua ‘kubu’ peserta acara. Mungkin dibuat paralel dimana satu pihak membahas hal-hal yang lebih teknikal dan di satu pihak membahas hal-hal yang lebih bersifat aplikatif dan kasual ATAU porsi presentasi yang lebih seimbang tentang keduanya.

Yang penting, konten acaranya lebih wordpress-related lagi dan tidak ada lagi pesan sponsor yang kurang wordpress banget lah. Kalau pesan sponsornya wordpress banget sih tidak masalah :D

WordCamp, dalam perspektif peserta lain

Banyak sekali blogger yang hadir diacara WordCamp kali ini dan mereka masing-masing membuat ulasan mengenai WordCamp kali ini. Perspektif saya pribadi mengenai WordCamp mungkin kurang memuaskan anda. Jika itu yang terjadi, berikut ini adalah perspektif peserta WordCamp yang lain mengenai acra ini. Here are the links:

P.S.

Sekedar intermezzo saja: tahukan suara yang paling banyak didengar selama penyelenggaraan WordCamp 2010?

Notifikasi Tweetdeck. :D

Hashtag #WordcampID pun ramai sekali digunakan untuk live report para peserta acara :D

Yap, itu dulu dari saya. Ada yang mau menambahkan?

Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !

Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini