Membaca RSS sudah menjadi bagian dari aktifitas rutin harian saya. Bangun tidur, ibadah, lalu nyalakan PC / Laptop, Koneksikan dengan internet, lalu membuka aplikasi web RSS reader pilihan : Google Reader. Awalnya kegiatan ini sangat menakjubkan. Saya dapat mengkonsumsi banyak konten dan keep in touch dengan berita terbaru dari berbagai blog berkualitas. Namun apa yang terjadi kemudian? Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak blog yang saya subscribe. dan ternyata tidak semua dari mereka selalu memberikan update yang bermanfaat. Somehow, ini mulai menyebalkan dan menyita waktu.
Ya, sangat menyita waktu.
Sebenarnya saya bisa saja mengacuhkan setiap update yang masuk, atau hanya membaca konten yang saya beri tanda bintang. Namun apa daya? Saya, dan mungkin anda juga, bukan tipe orang yang senang mengabaikan tumpukan item yang belum terbaca.
Lebih dari itu, saya cukup beruntung untuk memahami bahwa otak bekerja seperti spons. Otak menyerap semua hal yang diberikan, disadari atau tidak. Hubungannya dengan RSS? Tidak semua RSS yang di subscribe selalu memberikan input positif. Terkadang beberapa feed yang saya subscribe, biasanya yang berbentuk personal blog, memberikan konten kurang positif bernada keluhan. Di luar item bermanfaat yang biasa mereka publikasikan.
Mempertimbangkan hal ini, bagaimana posisi RSS menurut anda? Apakah anda merasa RSS mempermudah hidup anda, atau ternyata malah hanya menyita waktu anda tanpa anda sadari? Dan hal yang lebih penting lagi sebagai orang yang tengah membangun karakter efektif, apa solusi yang telah anda gunakan untuk membuat RSS reader menjadi bermanfaat untuk hidup anda, alih – alih menyita waktu?
Silahkan berbagi dan sampaikan pandangan anda.
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

20 Articles di Web pages vs di RSS readers, tentunya lebih efisien di RSS reader, tentunya kalo semua FULL, ga partial.
Masalah banyaknya, itu khan tergantung qualitas. Sekali2 memang saya bersihkan, atau pisahkan menurut kategori. Kalo memang banyak busuknya, ya di delete rssnya.
NavinoT on top khan?!
Yep, lebih efisien di RSS sih. Namun yang saya “pusingkan” itu masalah “menjaga” RSS reader agar tidak terlalu crowded itu. Kadang suka sayang juga kalau mau nge delete Feed. Harus belajar kejam nih
Haha, NavinoT mah on the right track tuh. Gaya juga, ngerelease Full feed, tapi tetap visitable karena orang ingin komentar. Kekuatan komunitas di kolom komentar bermain y.