
Brickshelf RSS feed by teikjoon
RSS Feed. Sebuah pedang bermata dua.
RSS Feed membuat aktifitas membaca konten menjadi lebih mudah. Feed membuat anda tidak perlu lagi terus bulak – balik mengunjungi blog favorit anda hanya untuk menantikan upadte entri terbaru. Cukup langganan Feednya di Feed Reader anda, dan setiap kali blog tersebut mengupdate konten, anda dapat membacanya di Feed Reader anda.
Di satu sisi, Feed membuat segalanya menjadi mudah. Di sisi lain, membuat segalanya menjadi sulit. Terutama untuk blog yang “menjual” banner. Logika sederhana : Jika konten di cukup diakses melalui feed, siapa yang akan mengunjungi blog dan “melihat” banner? Siapa yang akan memasang banner?
Feed Setting : Sebagian dan Semuanya
Dua sisi feed tersebut akhirnya menciptakan dua golongan : Mereka yang menyediakan feed penuh ( Full Text ) untuk kontennya, dan mereka yang hanya menerbitkan feed “separuh” ( Parsial ) saja.
Mengapa Sebagian ( Parsial )?
Terbitkan feed sebagian, dengan harapan pelanggan feed mengetahui ada upadate terbaru dan akan mengunjungi blog ketika mengetahui ada update terbaru.
Masalahnya adalah, tidak sesederhana itu. Tidak semua “preview” blog anda yang terbitkan via feed akan membuat pelanggan feed mengunjungi blog anda demi membaca keseluruhan feed. Sederhananya, hal ini dilakukan demi pageviews. Namun hampir dapat dipastikan bahwa setiap pengguna feed reader men-subscribe banyak feed. Kondisi tersebut membuat mereka hanya membaca topik yang menarik untuk mereka, atau yang menyediakan full feed sekalian.
Untuk anda yang menerbitkan feed secara parsial, coba lihat stat blog anda. Berapa banyak yang di refferer via Feed Reader?
Mengapa Semuanya ( Full Text )?
Alasan saya disini sangat subjektif. Saya percaya satu prinsip sederhana : You get what you give. Anda dapat apa yang anda beri. Semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda menerima. Orang yang takut memberi, rezekinya agak seret.
Dalam pandangan saya, menerbitkan feed secara parsial dapat diartikan bahwa kita takut kehilangan pageviews karena adanya feed : Orang tidak akan mengunjungi lagi blog kita karena mereka sudah membaca konten via feed. Well, takut memberi mengakibatkan tidak memberi. Tidak memberi mengakibatkan tidak menerima.
Padahal jika diperhatikan, memberi feed secara sebagian saja juga tidak membuat pengunjung SELALU datang kembali HANYA untuk membaga keseluruhan post anda kan? Kecuali post anda sangat menarik. Selanjutnya, perhatikan kenyataan bahwa KEBANYAKAN blog dengan feed reader banyak selalu memberikan keseluruhan konten di feednya.
Coba pertimbangkan : Anggaplah anda mendisitribusikan feed secara separuh, lalu di saat anda menerbitkan feed, ternyata topik anda SEDANG kurang menarik bagi pelanggan feed anda. Efeknya? Sudah tentu mereka tidak akan melihat keseluruhan tulisan anda di blog. Tidak menghasilkan pageviews juga. Mengapa tidak terbitkan secara full feed saja sekalian? Sama – sama tidak menghasilkan pageviews, namun setidaknya tulisan anda dibaca oleh pelanggan feed anda.
Setidaknya tulisan anda ada yang membaca kan?
Kesimpulan : Berikan Feed Sebagian Atau Semuanya? Kali ini saya memilih semuanya.
Yap, terbitkan saja semuanya. sebelumnya konten feed bloggingly hanya parsial. Dan hasilnya? sekitar 50 subscriber setelah 4 bulan update setiap hari. Sekarang mari kita rubah kebijakan dan lihat hasilnya.
Tertarik Menerapkan Hal Serupa?
Untuk anda pengguna wordpress, pastikan setting feed anda full text.
SETTINGS > READING > for each article in a feed, show : Full Text
Pengguna Blogspot :
Pengaturan > Feed Situs > Izinkan Feed Blog : Penuh
Bagaimana pendapat anda?
Enjoy!
P.S :
IMHO, sebenarnya menerbitkan feed dengan Full tetap berpotensi menghasilkan pageviews, jika postingan anda cukup menarik untuk di komentari atau di bookmarks