Arsip Untuk Post Dengan Tag ‘RSS’

Beberapa pekan yang lalu saya sempat men-share mengenai bagaimana cara mengimport tulisan dari feed blog ke facebook notes. Yah, memperbesar cakupan audience lah :)

Masalahnya sekarang adalah, kita hanya bisa mengimport satu feed saja ke facebook notes. Bagaimana jika kita memiliki lebih dari satu blog? Contohnya, saya memiliki dua blog: http://fikrirasyid.com yang berisi personal thoughts dan pengembangan diri dan http://bloggingly.com yang merupakan niche blog.

Jawabannya: Dengan Mirror Blog Application.

Saya mengimport feed blog pribadi saya ke facebook menggunakan facebook notes (karena facebook lebih ke personal, jadi yang saya tampilkan sisi personal saya :) ). Nah, untuk bloggingly, saya install mirror blog application, add feed bloggingly, lalu munculkan feed tersebut di sidebar profile. Bisa juga di tab info profile :)

Mudah kan? ;)

Sebenarnya, Mirror Blog Application juga bisa digunakan untuk menulis posting blog via facebook. Namun karena mengharuskan kita mensave username dan password, saya menjadi tidak nyaman karenanya dan tidak menggunakannya. :)

Tertarik menggunakannya? Klik disini untuk mengakses halaman mirror blog application. Di kanan atas ada button add application. Tekan, lalu ikuti saja langkah2 berikutnya :) Yang perlu di perhatikan, di langkah pertama anda akan diminta mensetting apa yang anda inginkan: Sudah memiliki blog, Membuat Blog Baru, atau hanya mengimport feed blog saja (in english tentunya). Pilih yang hanya mengimport blog saja, lalu ikuti langkah selanjutnya.

Anyway, apakah ada yang sudah menggunakannya? Yang sudah menggunakan mirror blog application, share pengalamannya donk :D

Enjoy! :D

23 komentar untuk post ini
facebook

facebook

Beberapa saat yang lalu saya membuat tulisan mengenai komparasi google vs facebook. Salah satunya adalah mengenai facebook notes yang menyerupai fitur blogging ( plus fitur tagging yang menjadi kelebihan facebook ). Kalau bicara dari sisi komparasi facebook – google nya, facebook notes ini seperti blogger-nya google lah. Anda bisa menuliskan apa yang menjadi pikiran anda, di publikasi via facebook notes, dan teman – teman anda bisa membaca dan mengomentarinya.

Mirip blog kan? kecuali kategorisasi dan tagging nya :)

Meskipun di satu sisi facebook notes ini memiliki kekurangan, yaitu tertutupnya konten yang hanya bisa diakses oleh lingkungan jaringan pertemanan anda, namun facebook notes ini juga memiliki beberapa kelebihan : keintiman. Teman anda yang membaca facebook notes tahu dengan jelas bahwa penulis notes tersebut adalah anda. Sedikit berbeda dengan blog yang terkadang anonim.

Sekarang masalahnya adalah : Anda lebih memilih mempublikasikan pemikiran anda via blog karena blog lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Namun disisi lain, anda juga ingin agar entri blog anda itu di ketahui oleh beberapa teman anda yang tidak familiar dengan blogging dan Feed reader, namun senang berlama – lama di facebook. Apa yang harus dilakukan? Apakah anda harus menulis & mempublikasikan ulang apa yang anda tulis di blog ke dalam facebook notes?

Tidak Perlu. Import Feed Blog anda ke facebook notes saja.

Cara mengimport feed blog ke facebook notes pun sangat sederhana :

  1. Login ke facebook account anda
  2. Melalui application menu di bawah, buka notes application
  3. Cari link import a blog di sidebar sebelah kanan. Klik link itu.
  4. Di kolom form Web URL, tuliskan alamat feed lengkap anda. Contoh : http://feeds.feedburner.com/Bloggingly
  5. Centang checkbox di bawahnya sebagai tanda bahwa feed blog yang anda import adalah feed blog anda.

    CATATAN : Anda hanya diizinkan mengimport feed blog milik anda, dan anda hanya diizinkan mengimport satu feed saja.

  6. Klik Start Importing.
  7. Voila! Sekarang, setiap entri yang anda publikasikan di blog anda akan muncul juga di facebook sebagai notes.

Yay, kini teman – teman anda yang tidak familiar dengan blog anda dan RSS Feed bisa membaca pemikiran anda juga :)

Enjoy! :D

10 komentar untuk post ini
Brickshelf RSS feed by teikjoon

Brickshelf RSS feed by teikjoon

RSS Feed. Sebuah pedang bermata dua.

RSS Feed membuat aktifitas membaca konten menjadi lebih mudah. Feed membuat anda tidak perlu lagi terus bulak – balik mengunjungi blog favorit anda hanya untuk menantikan upadte entri terbaru. Cukup langganan Feednya di Feed Reader anda, dan setiap kali blog tersebut mengupdate konten, anda dapat membacanya di Feed Reader anda.

Di satu sisi, Feed membuat segalanya menjadi mudah. Di sisi lain, membuat segalanya menjadi sulit. Terutama untuk blog yang “menjual” banner. Logika sederhana : Jika konten di cukup diakses melalui feed, siapa yang akan mengunjungi blog dan “melihat” banner? Siapa yang akan memasang banner?

Feed Setting : Sebagian dan Semuanya

Dua sisi feed tersebut akhirnya menciptakan dua golongan : Mereka yang menyediakan feed penuh ( Full Text ) untuk kontennya, dan mereka yang hanya menerbitkan feed “separuh” ( Parsial ) saja.

Mengapa Sebagian ( Parsial )?

Terbitkan feed sebagian, dengan harapan pelanggan feed mengetahui ada upadate terbaru dan akan mengunjungi blog ketika mengetahui ada update terbaru.

Masalahnya adalah, tidak sesederhana itu. Tidak semua “preview” blog anda yang terbitkan via feed akan membuat pelanggan feed mengunjungi blog anda demi membaca keseluruhan feed. Sederhananya, hal ini dilakukan demi pageviews. Namun hampir dapat dipastikan bahwa setiap pengguna feed reader men-subscribe banyak feed. Kondisi tersebut membuat mereka hanya membaca topik yang menarik untuk mereka, atau yang menyediakan full feed sekalian.

Untuk anda yang menerbitkan feed secara parsial, coba lihat stat blog anda. Berapa banyak yang di refferer via Feed Reader?

Mengapa Semuanya ( Full Text )?

Alasan saya disini sangat subjektif. Saya percaya satu prinsip sederhana : You get what you give. Anda dapat apa yang anda beri. Semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda menerima. Orang yang takut memberi, rezekinya agak seret. :P

Dalam pandangan saya, menerbitkan feed secara parsial dapat diartikan bahwa kita takut kehilangan pageviews karena adanya feed : Orang tidak akan mengunjungi lagi blog kita karena mereka sudah membaca konten via feed. Well, takut memberi mengakibatkan tidak memberi. Tidak memberi mengakibatkan tidak menerima.

Padahal jika diperhatikan, memberi feed secara sebagian saja juga tidak membuat pengunjung SELALU datang kembali HANYA untuk membaga keseluruhan post anda kan? Kecuali post anda sangat menarik. Selanjutnya, perhatikan kenyataan bahwa KEBANYAKAN blog dengan feed reader banyak selalu memberikan keseluruhan konten di feednya.

Coba pertimbangkan : Anggaplah anda mendisitribusikan feed secara separuh, lalu di saat anda menerbitkan feed, ternyata topik anda SEDANG kurang menarik bagi pelanggan feed anda. Efeknya? Sudah tentu mereka tidak akan melihat keseluruhan tulisan anda di blog. Tidak menghasilkan pageviews juga. Mengapa tidak terbitkan secara full feed saja sekalian? Sama – sama tidak menghasilkan pageviews, namun setidaknya tulisan anda dibaca oleh pelanggan feed anda.

Setidaknya tulisan anda ada yang membaca kan? ;)

Kesimpulan : Berikan Feed Sebagian Atau Semuanya? Kali ini saya memilih semuanya.

Yap, terbitkan saja semuanya. sebelumnya konten feed bloggingly hanya parsial. Dan hasilnya? sekitar 50 subscriber setelah 4 bulan update setiap hari. Sekarang mari kita rubah kebijakan dan lihat hasilnya.

Tertarik Menerapkan Hal Serupa?

Untuk anda pengguna wordpress, pastikan setting feed anda full text.

SETTINGS > READING > for each article in a feed, show : Full Text

Pengguna Blogspot :

Pengaturan > Feed Situs > Izinkan Feed Blog : Penuh

Bagaimana pendapat anda?

Enjoy! :D

P.S :

IMHO, sebenarnya menerbitkan feed dengan Full tetap berpotensi menghasilkan pageviews, jika postingan anda cukup menarik untuk di komentari atau di bookmarks ;)

5 komentar untuk post ini
RSS Reader oleh Domainer Developer

RSS Reader oleh Domainer Developer

Membaca RSS sudah menjadi bagian dari aktifitas rutin harian saya. Bangun tidur, ibadah, lalu nyalakan PC / Laptop, Koneksikan dengan internet, lalu membuka aplikasi web RSS reader pilihan : Google Reader. Awalnya kegiatan ini sangat menakjubkan. Saya dapat mengkonsumsi banyak konten dan keep in touch dengan berita terbaru dari berbagai blog berkualitas. Namun apa yang terjadi kemudian? Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak blog yang saya subscribe. dan ternyata tidak semua dari mereka selalu memberikan update yang bermanfaat. Somehow, ini mulai menyebalkan dan menyita waktu.

Ya, sangat menyita waktu.

Sebenarnya saya bisa saja mengacuhkan setiap update yang masuk, atau hanya membaca konten yang saya beri tanda bintang. Namun apa daya? Saya, dan mungkin anda juga, bukan tipe orang yang senang mengabaikan tumpukan item yang belum terbaca.

Lebih dari itu, saya cukup beruntung untuk memahami bahwa otak bekerja seperti spons. Otak menyerap semua hal yang diberikan, disadari atau tidak. Hubungannya dengan RSS? Tidak semua RSS yang di subscribe selalu memberikan input positif. Terkadang beberapa feed yang saya subscribe, biasanya yang berbentuk personal blog, memberikan konten kurang positif bernada keluhan. Di luar item bermanfaat yang biasa mereka publikasikan.

Mempertimbangkan hal ini, bagaimana posisi RSS menurut anda? Apakah anda merasa RSS mempermudah hidup anda, atau ternyata malah hanya menyita waktu anda tanpa anda sadari? Dan hal yang lebih penting lagi sebagai orang yang tengah membangun karakter efektif, apa solusi yang telah anda gunakan untuk membuat RSS reader menjadi bermanfaat untuk hidup anda, alih – alih menyita waktu?

Silahkan berbagi dan sampaikan pandangan anda.

Enjoy! :D

2 komentar untuk post ini
RSS icon

RSS icon

RSS merupakan singkatan yang merujuk kepada beberapa protokol :

  • Really Simple Syndication ( RSS 2.0 )
  • RDF Site Summary ( 0.9 dan 1.0 )
  • Rich Text Summary ( 0.91 )

lalu, Apa itu RSS?

sederhananya, RSS merupakan versi simple dari isi website dengan format XML. biasanya digunakan di website dengan konten yang dinamis atau berubah – ubah, seperti portal berita dan blog.

begini. tujuan seseorang membuka suatu website adalah untuk mendapatkan informasi dari website tersebut. Namun, ketika anda membuka suatu website, selain informasi dari website tersebut terbuka, ikut pula terbuka banner, widget, header, footer, dan pernak pernik dari website tersebut yang mungkin anda kurang butuhkan. nah, RSS reader merupakan solusi dari masalah ini. RSS merupakan versi simple dari sebuah website yang hanya menampilkan konten atau isi dari website. tanpa banner, tanpa widget, tanpa header atau footer dari website yang sebenarnya anda tidak butuhkan. rss dapat dibaca melalui pembaca RSS atau RSS reader.

terus, manfatnya RSS untuk saya apa?

Untuk memahami manfaat RSS secara lengkap, anda perlu tahu feed terlebih dahulu.

lalu, feed itu apa?

feed , ( atau pengumpan dalam bahasa indonesianya ) adalah suatu format data yang digunakan untuk melayani isi yang sering diperbaharui. Distributor isi mensindikasikan suatu umpan web dan mengizinkan para pengguna untuk berlangganan. Membuat suatu koleksi umpan web yang tersedia pada satu tempat dikenal sebagai agregasi, yang dilakukan oleh agregator (disebut juga pembaca umpan atau pembaca berita).( definisi id.wikipedia ) .

maksudnya begini, feed adalah suatu layanan yang disediakan oleh blog atau website. gunanya adalah mengumpulkan RSS atau versi simple dari suatu blog atau website yang tersedia, lalu mendistribusikannya. mendistribusikan kesiapa? kepada orang yang berlangganan feed tersebut. masih ingat dengan cara membaca RSS diatas? ya, jadi anda bisa mensubscribe atau mendaftarkan alamat feed tersebut ke RSS reader anda, lau setiap blog atau website tersebut memasukkan konten baru, feed tersebut akan mengirimkannya ke RSS reader anda. :)

sebentar, ada yang terlupa. RSS reader itu apa?

RSS reader adalah aplikasi yang digunakan untuk membaca RSS daru sebuah website. cara membaca RSS suatu website adalah, anda masukkan alamat feed website tersebut, lalu RSS akan mengambil RSS dari feed website tersebut. Setiap kali web tersebut di update, versi RSSnya akan disediakan oleh feed, dan akan diambil oleh RSS reader anda.

RSS ada dua tipe : desktop based, dan web based. tipe desktop based ini berupa aplikasi. seperti MS word atau Browser. anda perlu menginstallnya di desktop anda. sedangan tipe web based, ini berupa website. web application. anda tidak perlu menginstallnya, cukup buka browser anda, masuk ke alamatnya, dan sign up. masing – masing tipe memiliki kelebihan. desktip based, anda dapat membacanya secara offline. Web based, anda tidak perlu repot menginstal aplikasi. data anda disimpan secara online, dan dapat anda akses dengan komputer mana pun. :)

untuk RSS reader desktop based, anda bisa gunakan :

*) daftar tersebut berdasarkan post sampepuas.com disini. thanks untuk sampepuas.com untuk listnya yang membantu. sampepuas.com sendiri merekomendasikan snarfer, karena tampilannya yang simple. :)

sedangkan untuk RSS reader web based, anda bisa coba :

saya pribadi sudah pernah menggunakan keduanya, namun Google Reader lebih yahud untuk saya.Selain karena terintegrasi dengan Google Account, fiturnya lebih memuaskan. :)

intinya, apa kegunaan semua teknologi ini? RSS, feed dan RSS reader. keuntungannya apa?

ketiga teknologi ini memungkinkan anda membaca berita terbaru dari 20 blog atau website favorit anda dalam waktu sepuluh menit. loh kok bisa? ya, anda miliki sebuah RSS reader lalu daftarkan feed blog atau website favorit anda. Setiap kali website tersebut mengupdate kontennya, anda akan mendapatkannya! tidak perlu bolak – balik menyantroni blog kesayangan anda untuk mendapatkan konten terbaru darinya. dan lagi, anda tidak perlu lagi memBookmark halaman website favorit anda. Wow! Sebuah inovasi yang memudahkan kegiatan anda berinternet bukan? ;)

33 komentar untuk post ini

tadi malam, saat membaca rss di google reader, saya menemukan sesuatu yang menarik dari disitu.com. Cara men-summon “ninja” di dashboard google reader. :D

Google Reader's Ninja

Google Reader's Ninja

yang anda perlukan adalah, login ke account google reader anda, lalu ketikkan :

atas, atas, bawah, bawah, kiri, kanan, kiri, kanan, B, A

lalu.. jreng jreng!

anda telah mensummon seorang ninja. :D

cara mengembalikannya? ketikkan kembali kombinasi diatas, lalu tampilan google reader anda pun akan kembali. heran y, developer google kok sempat2nya membuat yang seperti ini? :D

ada yang tahu trik2 yang lain? :)

jadilah yang pertama berkomentar!