Arsip Untuk Post Dengan Tag ‘Visi’

Blogging Research Wordle by Kristina B

Blogging Research Wordle by Kristina B

Ok. Sekarang anda telah membaca berbagai “informasi dasar” mengenai blogging. Mulai dari definisi blog hingga cerita nyata bagaimana sebuah kegiatan bernama blogging memberikan banyak hal kepada orang yang melakukannya :)

Kebanyakan, orang tergerak untuk ngeblog setelah terinspirasi melihat blog lainnya. Saya pribadi memulai blogging karena terpesona dengan blook (buku yang diangkat dari blog) Kambing Jantan oleh Raditya Dika.

Blog pertama saya saya udarakan di akhir 2007 menggunakan platform wordpress.com. Kala itu gaya menulis saya sangat Raditya Dika sekali: Hiperbolis. Sayangnya gaya penulisan saya hiperbolis kekanak-kanakkan dan tidak karuan, sedikit berbeda dengan Radhit yang hiperbolis namun menghibur :D

Waktu berjalan hingga akhirnya saya menyadari bahwa apa yang saya tulis di blog dibaca oleh semua orang dan menciptakan persepsi orang lain atas diri saya. Maka dari itu, saya berhenti ngeblog dengan tema yang tidak jelas. Saya mulai membuat blog yang lebih ‘mature’ dengan domain .com menggunakan engine wordpress.org.

Get it? Jadi jika sekarang anda sudah benar-benar sangat terinspirasi untuk mulai menciptakan blog anda, pikirkan baik-baik hal ini:

Untuk apa anda ngeblog? Apa tujuan anda membuat blog?

Ada banyak kemungkinan jawaban dari pertanyaan ini: Mulai dari “sekedar berbagi”, untuk mendapatkan penghasilan tambahan, hingga untuk menciptakan online representative anda di ranah internet. Apapun itu, anda perlu mempertimbangkannya baik-baik karena:

  1. Blog anda akan dapat dilihat oleh semua orang
  2. Menentukan tujuan dari blog anda akan memudahkan anda pada proses selanjutnya seperti memilih nama domain, memilih platform blog, dll.

Saran saya dalam menentukan tujuan blog anda: Jadilah diri sendiri. Saat memutuskan untuk apa ngeblog, anda tdak perlu menjadikan orang lain sebagai alasan keputusan anda. Tidak masalah anda hanya ingin sekedar melepaskan stress dengan menulis blog sementara orang-orang serius membuat blog untuk mendapatkan penghasilan. Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Jadilah diri sendiri.

Untuk anda rekan-rekan yang sudah ngeblog, mungkin bisa membantu rekan-rekan yang baru akan membuat blog dengan berbagi apa tujuan anda ngeblog melalui form komentar di bawah :)

Enjoy! :D

P.S.

Kalau anda mau mengetahui alasan saya ngeblog di bloggingly, anda bisa membacanya di tulisan ini: Tujuan anda melakukan semua ini (blogging) apa?

8 komentar untuk post ini
geometry of death II by deborah d. lattimore

geometry of death II by deborah d. lattimore

Selamat hari senin, selamat awal pekan. Di awal pekan ini, ada dua hal yang bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

Well, Sabtu – Minggu kemarin bisa jadi akhir pekan yang kurang biasa untuk anda yang berlangganan Feed Bloggingly. Untuk pertama kalinya dalam tahun ini, kami miss dalam mengupdate Bloggingly.

Alasannya? Sederhana: Nenek dari pihak ayah, ibunda ayah saya wafat sabtu dini hari kemarin.

Semoga Allah menerima segala amal baiknya dan mengampuni kesalahan – kesalahannya.

Sebenarnya saya sudah menset bahwa bloggingly bukan tempat untuk menyampaikan hal – hal pribadi. Namun saya setuju mengenai beberapa pendapat yang mengatakan bahwa blog bukanlah blog jika tidak melibatkan pengalaman personal. Besides, ada beberapa pelajaran yang saya dapat dari peristiwa ini dan saya rasa hal tersebut akan berguna untuk audience bloggingly.

Sabtu dini hari lalu, saya dan keluarga meluncur ke kampung halaman kami di Cijulang – Pangandaran setelah mendengar kabar kewafatan nenek kami. Pukul 9, prosesi pemakaman dilaksanakan. Beres pemakaman, tebak hal apa yang terlintas di pikiran saya?

Apa yang akan terjadi jika saya meninggal sekarang?

Saya bukan cucu yang ideal. Kedekatan emosional yang saya miliki dengan nenek saya tidak terlalu dalam. Yep, saya rasa dengan rasio pertemuan yang hanya setahun sekali setiap mudik, akan agak sulit membangun kedekatan yang intens.

Semuanya dikarenakan satu hal: Hubungan emosional yang tidak mendalam.

Otak saya mensimulasikan satu hal: Jika suatu saat saya meninggal nanti, siapa yang akan merasa kehilangan atas kepergian saya? Kepada siapa saja saya membangun kedekatan emosional?

Menghubungkan peristiwa ini dalam kegiatan blogging, mari kita coba ambil satu contoh ekstrim. Katakanlah pria yang disebut – sebut sebagai Master Adsense Indonesia dipanggil yang Kuasa (Punten saya jadikan contoh Mas. Contoh harus orang yang baik kan?). Akan banyakkah yang merasa kehilangan? Di luar keluarganya, mereka – mereka yang belajar banyak dengan beliau pasti merasa kehilangan yang amat sangat. Jasa beliau banyak: Men-share ilmunya kepada orang lain. Mereka yang mendapatkan sesuatu dari mengaplikasikan ilmu beliau pasti merasa kehilangan. Seorang bijak pernah bilang: umur fisik itu terbatas, jadi berencanalah untuk hidup panjang melalui kebaikan yang anda berikan untuk orang lain.

Bukankah begitu?

Beberapa dari anda mungkin masih merasa bahwa blogging hanya merupakan satu episode kecil dari kehidupan anda di dunia ini, sementara beberapa dari kita mungkin memiliki harapan besar kepadanya. Tidak ada masalah dengan hal itu, namun saya mempercayai satu hal yang menurut saya sangat indah:

Sekecil apapun suatu hal, jika dilakukan dengan baik akan mendatangkan kebaikan.

Mereka bertugas menyapu jalan, dalam konteks sosial kita mungkin tidak diposisikan tinggi. Namun mereka yang menyapu jalan dengan ikhlas dan niat yang baik tetap memiliki posisi yang baik menurut Yang Maha Baik.

Sekarang lihat diri kita, blogger.

Blog merupakan alat. Entah besar atau kecil anda mengaggap blog, namun kenyataannya blog bisa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan kebaikan. Kebaikan bisa berupa banyak hal: Pengalaman baik yang membantu orang memutuskan sesuatu? Panduan mengenai cara melakukan sesuatu? Pandangan anda akan sesuatu yang menginspirasi orang lain? Tutorial yang memudahkan orang lain dalam melakukan sesuatu? Bisa jadi berbagai macam hal.

Pertanyaannya adalah:

Sudahkan anda menggunakan blog sebagai media menyampaikan kebaikan? Agar jika suatu saat jika anda dipanggil oleh Yang Kuasa, setidaknya orang lain pantas untuk mengenang anda karena anda “memberikan” sesuatu melalui blog anda. Karena anda membantu orang lain melakukan sesuatu karena pandangan yang anda sampaikan di blog anda.

Sudahkah?

Selamat Hari Senin, kawan.

Enjoy!

P.S.

  1. Sebenarnya blogging dan pemanfaatan blog hanya satu lingkup dari pertanyaan yang muncul di otak saya. Pertanyaan asli yang muncul di otak saya adalah: Jika suatu saat nanti saya dipanggil menghadap yang kuasa, hal apa saja yang sudah saya lakukan agar orang lain pantas mengengan saya? Karena bloggingly membahas tentang blogging, maka saya hubungkan hal tema tersebut dengan blogging.
  2. Anyway, meskipun saya menyebutkan diatas bahwa kedekatan emosional saya dengan Nenek saya tidak terlalu intens, hal tersebut bukannya berarti beliau tidak berjasa atas hidup saya. Beliau SANGAT BERJASA ATAS HIDUP SAYA, note that. Hanya saja, karena kedekatan yang kurang intens, ingatan saya akan hal tersebut jadi tidak terlalu clear. Implikasinya ya tadi itu.
  3. Semoga Beliau yang meninggalkan kita diterima disisi-Nya. Amin
2 komentar untuk post ini
Ordering by phone by Bill DAgostino

Ordering by phone by Bill D'Agostino

Kemarin saya membaca sebuah post yang cukup menarik di dailysocial : Tumblr tambahkan fitur Draft & Post Audio.

Menariknya apa? Otak saya tiba – tiba mensimulasikan satu imajinasi baru: Apa yang akan terjadi jika blogging dilakukan by phone?

Bayangkan hal ini : Pihak penyedia jasa blog dan penyedia jasa seluler bekerja sama menyediakan satu nomer khusus. Ketika anda mendapati sesuatu yang menarik dan anda ingin men-sharenya di blog anda, yang anda perlu lakukan adalah menelfon ke nomer khusus tadi, dan berbicara lah.

Pembicaraan anda ke nomer khusus tadi direkam secara otomatis, dan ketika anda menyudahi sambungan telephone nya, secara otomatis hasil percakapan anda ke nomer khusus tadi dipublikasikan di blog anda atau masuk ke draft di dashboard.

Simple kan?

Lalu yang menjadikan ide ini menarik apa?

Ada pepatah menarik : idea have wings. They fly quickly. Ide yang bagus biasanya muncul secara tiba – tiba. Blog dengan konten bermedia teks memang baik, namun terkadang ada jeda antara ide yang menarik muncul hingga saat dimana anda mencapai PC untuk menuliskannya.

Sedangkan handphone? Sudah menjadi komoditas umum. Handphone merupakan salah satu barang yang pasti dibawa setelah dompet. Jika ide kecil ini diimplementasikan, bayangkan bahwa ketika ide mengenai sesuatu muncul, saat itu juga ide tersebut dapat diterbitkan secara online dalam bentuk podcast ataupun bentuk lainnya.

Well, meski terdengar seperti 12second dalam bentuk audio, ide sederhana ini cukup menarik kan? Bagaimana pendapat anda?

Enjoy! :D

P.S.

Ada orang penyedia jasa seluler yang membaca tulisan ini? Bagaimana pendapat anda?

8 komentar untuk post ini
Above The Influence. by KattheBrownhead

Above The Influence. by KattheBrownhead

Selamat hari Senin. mari membuka pekan ini dengan pemikiran baru :

Saya pernah mengalami masa dimana saya sangat menggemari sebuah kelompok musik. Beberapa diantaranya adalah Incubus, KoRn, Muse, Foo Fighters, Linkin Park, dll. In a nutshell, Alternative.

Yang menarik untuk diperhatikan adalah, bagaimana melalui media musik, mereka menularkan pengaruh. Oke, pertama kali saya memang mendengarkan musik mereka. Namun apa yang terjadi setelah saya merasa cocok dengan musik mereka?

Perlahan – lahan saya merasa suara turntable menarik melalui Linkin Park. Saya merasa bahwa brewok itu keren setelah melihat Dave Grohl bernyanyi dengan Foo Fighter dengan macho nya. Saya mulai merasa bahwa dreadlock itu keren setelah melihat para personil KoRn melakukan headbang dengan rambut dreadlocknya.

Refering back to blogging. Jika kita menilik ke dunia blogging, akankah blog sampai ke taraf itu?

Pertama anda menyebarkan informasi melalui entri blog anda. Lama – kelamaan, orang menyukai apa yang anda sampaikan melalui blog anda, dan orang lain mulai terpengaruh atas apa yang anda lakukan, apa yang anda rasa keren, dan apa yang anda pikir sebaiknya orang lain lakukan.

Lalu, anda memiliki pengaruh. melalui blog.

Melalui blogging.

Jika potongan emo yang tengah menjamur tersebut bisa disebarkan oleh media musik dan pelakunya, sanggupkah blog dan pelakuknya menjadi media yang memiliki pengaruh seperti itu?

Jika bisa, kapan?

Well, jika hal tersebut terjadi, akan tiba saatnya dimana orang tidak hanya lagi meng-endorse musisi hanya untuk memasarkan produk mereka. Apakah anda siap di endorse?

Hihi. :P

Pendapat anda?

Selamat memberikan pendapat.

Selamat hari senin, enjoy! :)

UPDATE

Yang saya maksudkan dengan memiliki pengaruh ini adalah di ruang lingkup negara kita tercinta y. Saya agak kurang menjelaskannya di entri ini tentang definisi ruang lingkupnya, mengingat di beberapa negara blog sudah mulai berpengaruh. Trims untuk gagahputra untuk komentarnya yang membuat saya mencermati ulang dan mengedit entri kali ini :)

7 komentar untuk post ini
The Visions of Kai by The Visions of Kai

The Visions of Kai by The Visions of Kai

Dalam sepekan terakhir, ada 2 ungkapan cukup membuka paradigma. Keduanya dari Mario Teguh :

Kalau anda tidak bekerja untuk menjadikan diri anda YANG TERBAIK di pekerjaan anda, hati – hati. Pikirkan lagi apakah anda memilih jalan hidup yang tepat atau tidak.

Anda akan menjadi pemimpin yang besar jika mampu melihat dengan jelas sesuatu di masa hadapan, yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.

( Disesuaikan dengan redaksi saya )

Korelasinya dengan blogging?

Anda membuat blog. Anda memantain blog. Anda menyisihkan 1 jam perharinya untuk memantain dan mengupdate blog. Tapi coba tanyakan pertanyaan ini : Apa sih yang ingin anda capai dengan blog satu tahun kedepan?

Six figure income? 10,000 Subscriber feed? Pengaruh? Branding atas otoritas informasi tertentu? 573 teman baru? Atau yang lainnya?

Entah mengapa, satu cerita yang terpintas di otak saya jika menyangkut blogging adalah kisah ini :

20 – 25 tahun lalu, semua orang mentertawakan ide tentang air minum dalam kemasan ( botol ) yang dijual bahkan lebih mahal dari harga bensin ( ketika itu ). Kala itu air masih sangat mudah didapatkan. Sumber air belum terlalu tercemar seperti saat ini. Siapa yang akan merelakan uangnya untuk membeli air minum dalam kemasan?

Tapi lihat hari ini. Air minum dalam kemasan adalah hal yang biasa. Mainstream. Tidak ada yang aneh dengan air minum dalam kemasan. Dan mereka yang bersegera memenangkan pasar dengan lebih dulu terjun ke area yang ditertawakan orang tersebut, membuat mereknya menjadi sinonim atas air minum dalam kemasan.

Sekarang, kita lihat dengan objek yang berbeda. Sekarang banyak orang yang bertanya “untuk apa sih ngeblog?” atau “untuk apa sih merelakan diri untuk memangkas waktu istirahat hanya untuk ngeblog?” yep, persis cerita 20 – 25 tahun yang lalu tentang air minum dalam kemasan. Itu yang berada di benak saya.

5 sampai 10 tahun dari sekarang, bukan tidak mungkin blog merupakan satu hal yang mainstream.

Pendapat anda? Apa sih tujuan anda melakukan semua ini?

Enjoy! :)

5 komentar untuk post ini
Crowdsurfing, gambar dari <a href=

Crowdsurfing, gambar dari http://richardpchapman.typepad.com

Salah satu pandangan kami mengenai masa depan blogging. Berikan pendapat anda. Mungkinkah akan terjadi?

Rockstar, Superstar, apapun istilah untuk seorang musisi yang sangat terkenal dan setiap gerak gerik langkahnya dapat di monetize (melalui endorsing dll), adalah satu status sosial yang bahkan belum dikenali hingga setengah abad yang lalu.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seorang / sekelompok musisi menciptakan karya musikal yang diterima oleh masyarakat luas, katakanlah hingga berjuta – juta copy. Lalu melakukan tur dan menciptakan awareness. Setelah menciptakan awareness, muncul satu golongan masyarakat (yang sekarang kita kenal dengan istilah fans) yang menyukai musisi tersebut dan “mengikuti” perilaku musisi tersebut. Nah, perilaku tersebut yang dapat dimonetize. Sang musisi menggunakan produk A, fans ikut menggunakan produk A. Musisi menggunakan produk B, penggemar menggunakan produk B. Musisi mengatakan C, penggemar setuju dengan C.

intinya, terlibat dalam kehidupan BANYAK orang (dengan cara yang baik dan memberikan manfaat harusnya), ciptakan fans yang “mengikuti” perilaku anda.

Sesederhana itu. Kuncinya adalah, pastikan jumlah pengikutnya BANYAK. SANGAT BANYAK bahkan.

Nah, pertanyaan emasnya adalah, akankah hal ini juga berlaku untuk blog dan blogger?

Katakanlah anda, seorang blogger, menciptakan suatu karya (blog) yang diterima oleh banyak orang (bertraffic tinggi), dan perilaku anda entah dalam penggunaan produk atau apapun memiliki pengaruh cukup kuat kepada pengunjung anda.

Melihat kondisi sosial ekonomi dan awareness masyarakat terhadap blog saat ini, akankah endorser berbondong bondong datang mensponsori anda dan blog anda?

Ini masalah keyakinan dan pandangan anda dalam melihat situasi. You have to answer this. Mari kita berdiskusi melalui form komentar. :)

Menurut kami dulu? Ok. Kami percaya hal itu akan terjadi. Sekarang mungkin profesi “blogger yang di endorse” di indonesia belum muncul. Tapi lihat sekeliling anda, betapa banyak profesi yang bahkan belum eksis hingga satu dekade lalu muncul dan eksis saat ini. Katakanlah, bintang sinetron? Publisher Adsense? Affiliate?

Jika semuanya berjalan lancar, Tinggal menunggu waktu hingga blogger mendapatkan uang dari endorsment kan? Yang diperlukan adalah blogger yang yakin hal ini akan terjadi, diiringi kerja keras dan konsistensi ;)

Bagaimana menurut anda?

Enjoy! :D

9 komentar untuk post ini