Domain Name Choice by Tyrone Shum

Domain Name Choice by Tyrone Shum

Memilih nama (untuk apapun, -termasuk untuk blog) adalah salah satu pekerjaan paling menyenangkan sekaligus paling menyebalkan. Alasannya sederhana: Nama mencerminkan identitas. Salah memilih nama berarti membiarkan identitas anda salah arah.

Dalam ruang lingkup blogging, memilih nama domain memiliki makna lebih dari sekedar memberikan identitas pada blog anda. Nama domain turut menentukan apakah blog anda akan dikunjungi oleh banyak (nama domain turut berpengaruh dalam search engine optimization, anyway) visitor atau tidak.

Memilih nama domain untuk blog anda seperti memilih nama untuk bayi anda, atau bisnis anda, atau mungkin ayam peliharan anda. Maka dari itu, saya beredar mencari referensi untuk topik ini dan mengkombinasikannya dengan pengalaman pribadi saya:

Tips Memilih Nama Domain Untuk Blog

Start with an end in mind (Stephen Covey’s 7 Habits). Ketahui tujuan blog anda, dan apa yang ingin anda capai melalui blog tersebut. Aturan berbeda berlaku untuk tujuan berbeda. Penamaan blog personal, corporate blog, dan niche blog yang membahas topik tertentu tentulah berbeda. Lebih detail lagi: ketahui apa yang hendak anda bahas melalui blog tersebut, seperti apa gaya menulis anda, siapa saja yang anda harapkan mengungjungi blog anda dan membaca tulisan anda.

Mengetahui sumber traffic blog anda. Merujuk pada Darren Rowse (ProBlogger), setidaknya ada tiga jenis sumber traffic (traffic source):

  1. Search Engine (Pengunjung datang melalui search engine seperti Google)
  2. Loyal Readers (Direct Traffic)
  3. Refferal Traffic (website lain yang me-link ke blog anda)

Ketiga jenis sumber traffic ini menciptakan tiga kategori bagaimana blogger pada umumnya menamai blog mereka:

  1. Penamaan blog yang mengandung keyword.
    Dalam perspektif SEO (Search Engine Optimization – terjemahan bebas: ilmu membuat halaman web anda tampil di halaman pertama hasil pencarian Google. Baca disini untuk lebih detailnya), nama domain turut mempengaruhi urutan munculnya halaman blog anda di SERP – Search Engine Page Result (Halaman hasil cari di search engine). Aplikasi dari hal ini: Jika blog anda berbicara mengenai photography, maka sertakan keyword photography dalam nama domain anda. Tralala! blog http://digital-photography-school.com/ muncul di halaman pertama google ketika anda mengetikkan keyword digital photography. Get what i mean? ;)
  2. Penamaan blog yang mengutamakan brand.
    Perduli amat dengan SEO, masih ada Social Media Marketing! nama adalah brand! Jika nama blog catchy, mudah diingat dan menggambarkan karakteristik dari blog, itu sudah cukup sebagai sebuah nama. Aplikasi dari konsep ini: http://navinot.com, http://boingboing.com, etc
  3. Kombinasi dari nama domain yang mengandung nama dan brandable.
    Cerdas kan? cari frase yang catchy dan mengandung kata kunci yang di targetkan, maka kedua keuntungan dari penamaan domain diatas turut diambil. Contoh dari aplikasi ini: http://problogger.net yang mengandung kata kunci blog, dan blogger. Anyway, http://bloggingly.com juga menggunakan cara penamaan seperti ini ;)

Berangkat dari poin kedua diatas, sekarang saatnya kita mulai brainstorming mencari nama domain untuk blog anda. Dalam menentukan nama domain, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Cari nama domain yang mudah diingat
  2. Cari nama domain yang mudah diketik – agar pengunjung tidak salah mengetikkan alamat blog anda. Well,
  3. Buat nama domain anda sependek mungkin – agar mudah diketik dan mudah diingat.
  4. Hindari penggunaan angka – Jika seseorang mengatakan “satu tujuh puluh dot com”, bagaimana penulisannya? www.170.com atau www.satutujuhpuluh.com?
  5. Pertimbangkan apakah nama tersebut akan terus relevan untuk jangka panjang? Hindari lucu-lucuan dalam memilih nama domain, karena sering kali hal yang lucu sekarang tidak lagi lucu di masa mendatang.
  6. Hindari memilih nama blog yang memiliki unsur copyright. Hindari tuntutan hukum yang tidak perlu.

Tips diatas efisien baik untuk anda yang membeli domain atau menggunakan blog service seperti blogger atau wordpress.com. Namun jika anda berniat membeli domain name, ada tips tambahan:

  • Utamakan membeli TLD (top level domain) .com. Bagaimanapun, sudah terbentuk image bahwa yang namanya website yang umumnya berakhiran .com. Meskipun untuk beberapa hal seperti personal branding dan aktualisasi diri (menunjukkan keunikan diri), bisa juga menggunakan TLD yang aneh-aneh. http://ma.tt dan http://daus.trala.la contohnya

Dalam memilih nama domain, satu hal lagi yang patut diperhatikan dalam memilih domain: ketersediaan. Terkadang kita sudah menemukan nama yang sangat kena banget, namun apa daya ternyata sudah ada yang menggunakan nama domain tersebut. Dalam kasus seperti ini tipsnya hanya satu: Miliki banyak alternatif nama domain, kecuali anda punya dana banyak untuk membeli nama domain milik orang lain dari pemiliknya ;)

Ok, cukup teorinya. Sebagai tambahan untuk anda, pembaca bloggingly.com, saya sertakan pengalaman saya memilih nama domain bloggingly.com:

  1. Langkah pertama, menentukan tujuan. Saya menemukan bahwa blogging sebagai hal teknis, sosial dan kultural adalah sesuatu yang sangat menarik! Dan belum ada blog berbahasa indonesia yang menggarap topik ini dengan matang. Ok, saya memutuskan untuk membuat blog tentang blogging disitu.
  2. Lalu saya memutuskan untuk membahas tentang blogging. And for the sake of SEO and branding, saya menginginkan ada kata blogging di nama domain saya. Dan karena memutuskan untuk mengeksekusinya dengan serius, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan domain sendiri.
  3. Lalu saya mulai menuliskan berbagai alternatif nama. Mulai dari bloggingpath.com, bloggingleaf.com, bloggingline.com, dll
  4. Mengecek ketersediaan nama domain tersebut. Sebenarnya ada banyak tools untuk mengecek ketersediaan nama domain, namun saya sering menggunakan domain checker-nya idwebhost. Simple sih.
  5. Setelah banyak cek ketersediaan, akhirnya berakhir di bloggingly.com: unik, berkarakter, bermakna, simple, pendek, mudah dieja, mengandung kata kunci blog dan blogging, serta brandable.
  6. Beli domainnya! :D

That’s it. Langkah-langkah memilih nama domain untuk blog. Bagaimana dengan anda? Bagaimana pengalaman anda memilih nama domain untuk blog? ;)

Enjoy! :D

P.S.

kalau butuh rujukan lebih dalam memilih nama domain untuk blog anda, saya rekomendasikan link ini:

Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !

Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini