Lanjutan dari seri Tutorial Cara Membuat Theme Wordpress Sendiri. Untuk memastikan tidak ada miskonsepsi, kami rekomendasikan anda membaca seri post ini dari awal :
- Langkah #0 : Pendahuluan, serta tools – tools yang dibutuhkan
- Langkah #1 : Memahami Struktur File Theme Wordpress
- Langkah #2 : Memahami Tag – tag XHTML & Kegunaannya, dan aturan penulisannya
Ok. untuk materi persiapannya kami kira cukup dengan 3 post diatas. sekarang kita masuk ke langkah – langkah membuat theme. Pada post kali ini kita akan membuat file dasar Theme Wordpress : index.php & style.css.
Perlu anda ketahui, tidak ada aturan baku langkah per langkah membuat theme wordpress. Selama theme tersebut bekerja, lakukan. jadi langkah yang kami buat disini adalah langkah “versi kami”, berdasarkan apa yang sudah kami lakukan
Sekarang, seperti yang sudah kami katakan pada langkah #0 : anda membutuhkan Engine Wordpress yang terinstall pada komputer lokal anda. sekarang, nyalakan XAMPP Control Panel, nyalakan server apache dan Database Mysql.
Buat direktori dengan nama latihantheme pada direktori themes wp-content anda. Jika anda menginstall sesuai petunjuk kami pada partisi C, lokasinya direktorinya berarti ada di : C:\xampp\wordpress\wp-content\themes\ . buat direktori latihantheme disini
lalu buka wordpress lokal anda : Buka browser anda, jika anda mengikuti panduan instalasi wordpress pada halaman lokal ini, maka ketik url address ini : http://localhost/wordpress/
Lalu, buka aplikasi Notepad++ anda.
Membuat File style.css
Ketik / Copy Paste script ini pada notepadd ++ anda :
/*
Theme Name: Theme Latihan
Theme URL: http://www.bloggingly.com
Description: Theme untuk latihan
Version: 0.1
Author: Nama Saya
Author URL: http://namabloganda.com
Tags: red, fixed width, two columns, widget readyTheme ini di desain oleh <a href=”http://namabloganda.com”>Nama Anda</a>
*/
Save dengan nama style.css di direktori latihantheme ( C:\xampp\wordpress\wp-content\themes\latihantheme )
Membuat File index.php
Buka file baru pada notepad ++ anda.
Ketik / Copy Paste script ini pada notepadd ++ anda :
<!DOCTYPE HTML PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”>
<html>
<head>
</head><body>
</body>
</html>
Save dengan nama index.php di direktori latihantheme ( C:\xampp\wordpress\wp-content\themes\latihantheme )
Memahami apa yang baru saja kita lakukan :
Sekarang masuk ke dashboard wordpress lokal anda. masuk ke bagian Design > Themes, Anda akan mendapati ada kolom baru untuk Theme Latihan :
- Data yang anda ketik setelah Theme Name : menjadi nama theme anda
- Data yang anda ketik setelah Theme URL : menjadi link nama theme anda
- Data yang anda ketik setelah Description : muncul menjadi deskripsi theme anda
- Data yang anda ketik setelah Tags : muncul menjadi tag untuk theme anda
- Version. Author, Autor URL dan data Theme ini di desain oleh <a href=”http://namabloganda.com”>Nama Anda</a> tidak muncul di dashboard admin anda, namun anda tetap harus menuliskannya, karena data ini akan berguna ketika anda mensubmit theme ke direktori theme wordpress, atau ketika desain orang ingin melihat siapa pembuat theme melalui file style.css ini.
Yup, cukup untuk pembahasan post ini. Yang kami bahas pada post kali ini memang hanya pembuatan file dasar theme wordpress saja : index.php dan style.css
Ada pertanyaan? atau Ada langkah yang kurang jelas? Atau mungkin ada yang terlewat? izinkan kami mengetahuinya. silahkan sampaikan pandangan anda melalui kolom komentar
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
makasi tuto nya cz
aslm, salam kenal
pertama saya dah istal XAMPP dan angine wordpress, tapi bukan pada C:\xampp\wordpress\wp-content\themes\ . buat direktori latihantheme, nelainkan di C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes\ pada desaign themenya cuman muncul layar theme blank, itu gmn ?
di halaman Designnya belum ada screenshotnya? Ooh, itu karena belum file image screenshotnya.
nah ini dia gw cari.,…,.,.,…
than’s om ane mo coba2
Nice Post Deh. Tq. Ilmu yang diberikan semoga bermanfaat buat kita semua
lengkap bgd nih, cukup jelas..
tapi kalo server itu kita gunakan localhost dari dreamwever bisa ga?
dreamwever kn juga otomatis meminta folder dimana kita bisa menyimpan file-file design tersebut