Masalah umum yang sering terjadi pada blogger :
Membuat blog dengan semangat 45 pada bulan bulan awal, dan putus asa pada bulan ketiga karena traffic kunjungan perhari belum naik - naik , subscriber RSS segitu -segitu saja, dan comment dari tiap post tidak ada yang melebihi sepuluh - sepuluh acan ( sunda ).
Setelah itu?
1. merasa kecewa dan salah memilih niche, lalu meninggalkan blog yang sudah dikelola selama 3 bulanan itu.
Atau
2. Terus mengupdate blog dengan harapan traffic akan naik, namun dengan konten yang asal-buat, asal-cepat, asal-update, dan terus kecewa dengan pergerakan trafficnya.
Jawaban untuk pilihan pertama :
Apapun yang anda kerjakan, Tidak ada sesuatu yang besar yang hanya dibangun dalam 3 bulan.
Jawaban untuk pilihan kedua :
Percuma mengupdate blog dengan kondisi emosi yang tidak baik. Sejujurnya, hal ini sempat terjadi pada kami. namun untungnya saya teringat salah satu training Financial Revolution-nya Tung Desem Waringin yang pernah asaya ikuti :
Orang gagal, selalu menginginkan dirinya di menangkan terlebih dahulu baru orang lain merasa menang.
Dalam bahasa blogging :
mengupdate blog hanya karena ingin trafficnya naik, bukan karena ingin memberikan sesuatu yang dapat membantu kehidupan pengunjung blognya. Yang mana lama kelamaan blog anda akan ditinggalkan oleh pengunjung blognya karena pengunjung anda tidak mendapatkan apapun yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan dirinya melalui kunjungan ke blog anda.
Sedangkan orang sukses, selalu fokus untuk memberikan nilai tambah kepada orang lain, baru keuntungan datang padanya dengan sendirinya.
Atau, dalam bahasa blogging :
Fokus untuk memberikan yang terbaik pada pengunjung blog, seperti konten2 yang bermanfaat, file2 yang berguna dan membantu pengunjung blog anda, baru traffic naik dengan sendirinya baik melalui word of mouth karena pengunjung anda merasa terbantu dengan blog anda, atau entah dengan cara lain. dengan karma mungkin?
Konklusinya?
Update blog dengan niat ingin memberikan sesuatu yang akan berguna bagi pengunjung blog anda.
P.S. :
Personally, sebenarnya ini peringatan untuk diri saya. ahaha. Tapi, adakah dari anda yang juga merasa tersindir?
Enjoy! ![]()
------------------------------------------------------------------------------------
Anda merasa post di blog ini bermanfaat untuk anda?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
Langganan feed RSS bloggingly disini. GRATIS.
gw setuju, skrg org rata2 “latah” ngikut2 bikin blog tapi isinya malah “nyeleneh” dan ga penting… kemaren gw denger salah satu radio di jakarta, blog itu udah berevolusi yg tadinya isinya ttg pribadi sudah berkembang menjadi opini dan informasi yang berguna buat org lain.
jadi skrg kalo mo bikin blog kudu mesti tau dulu tujuannya, ngak boleh latah ngikut2an trend aja, yang nanti ujung2nya nasibnya cuma 1-3 bulan hihi.
yup. Saya setuju kalau definisi dari blog itu sendiri sudah berevolusi : dari personal online diary, hingga menjadi online media berbasis personal. Nah, pada blog yang berupa media berbasis personal ini lah yang perlu “perencanaan” yang matang.
kalo tujuannya ngeblog hanya untuk membuang racun dikepala, mengabaikan segala macam statistik, gimana?
Kalau blognya di fungsikan sebagai media penyalur unek - unek saja tanpa mempedulikan pengunjung, saya rasa tanpa perencanaan yang matang pun jadi.
tapi lebih enak membuang unek - unek dan ada yang merespon kan? Maka dari itu, coba berikan nilai tambah pada unek - unek yang anda posting, agar unek - unek anda “lebih menarik” untuk ditanggapi. ditambah perspektif atau opini anda mungkin? atau ditambah bumbu humor seperti yang dilakukan Raditya Dika mungkin?
meskipun demikian, itu semua kembali kepada anda sih
Correct! Aku mendapati, saat ini banyak blogger yang hanya rush into writing. Kali karena banyaknya tips yang suggest untuk being consistent, after then, salah persepsi dan terdistorsi pada aktifitas yang hanya merupakan sebuah rutinitas dan disobey the value of creating High-Quality Content.
Hmm….
Nggak usah nyindir aku ya
yup. Karena mengejar konsistensi update-an, jadinya terburu - buru dalam mempost konten dan terkadang “lupa” untuk memberikan nilai tambah pada tulisan dan terjebak ke paradigma “yang penting konsistensi terjaga”.
Well,sounds familiar to me.
kadang - kadang saya terjebak juga. Untung disadari dari sekarang. hmm.. sepertinya saya yang tersindir nih. 
Dulu saya juga begitu. Setiap artikel dipikirkan matang-matang, diuji dan berusaha dimaksimalkan untuk kepentingan pengunjung dengan sedikit melibatkan personality saya di dalam artikel..
Sayangnya, setelah semuanya berjalan, mulai banyak blog peng-copas yang mengambil artikel2 saya, tanpa memberi linkback. Pada akhirnya, blog saya yang biasanya berjalan lambat terancam dianggap blog copas sama Google. Jadinya sekarang saya berusaha update secara berkala, dan berselingan temanya alias ga sefokus dulu.. cuma itu yang bisa dilakukan, cape ngomong baik2 sama copaster, cuma dicuekin..
Well, semua bidang dalam hidup memiliki masalah, dan masalah dalam blog adalah copas.
blog saya juga bernah di copas. begitu ketahuan, saya bilang baik2 kepada si pencopas. Alhamdulillah di tanggapi secara baik pula.
Masalah selalu datang dan pergi. yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya bukan?
kalau saya, percaya bahwa hukum sebab - akibat pasti berlaku.