proses mengupload plugin atau themes untuk sebagian orang bisa menjadi sesuatu hal yang menyebalkan bagi sebagian orang :
- buka software ftp
- masukan username dan password
- select file, lalu drag and drop ke direktori plugin / themes
- buka wp-admin
- login
- klik menu plugin
- activate
7 langkah yang sebenarnya bisa di hemat. “kenapa wordpress tidak menyiapkan fitur upload themes atau plugtin langsung dari dashboard admin?” itu pertanyaan yang berputar di kepala saya dulu. Namun hingga versi 2.6, wordpress masih belum menambahkan fitur tersebut sebagai default.
Tapi ucapkan thanks kepada Chris Jean. blogger yang beralamat di http://gaarai.com yang samu ini menciptakan plugin yang sangat usefull untuk kita. Please welcome, WP Easy Uploader

Screenshot WP Easy Uploader
dengan plugin ini, anda bisa :
- mengupload file baik dari PC anda atau URL
- memilih destinasi penyimpanan file yang anda upload : direktori Uploads, Plugin, Theme, atau Manual Path
- mengover-write file dengan file yang diupload
- me rename file yang d upload jika file dengan nama yang sama sudah ada
- mengupload dalam format terkompres ( .zip, .tar, .gx, .tar.gz, .tgz, .tar.bz2, tbz ) dan otomatis diekstrak di direktori tujuan
- menghapus archive setelah pengekstrakkan berhasil
- memasukan file ke dalam direktori dengan nama yang sama.
overall, plugin ini akan sangat berguna dalam kegiatan blogging anda. Top reccomended. skala 9 dari 10.
sayangnya, pengujian di local server kami, plugin ini bekerja dengan sangat baik di wordpress versi 2.5 keatas. pada versi 2.3.3, mengupload file bekerja dengan baik, namun ekstraksi file sedikit bermasalah.
dengan besar file hanya sebesar 208 KB, anda bisa mengistirahatkan sortware FTP anda untuk kegiatan ngeblog anda.
Anda bisa download via wordpress.org disini.
ingin mengucapkan terima kasih atas kinerja plugin yang sanga membantu anda? silahkan donasi via paypal ke account Chris jean di halaman ini.
Note :
jika anda mengupload file plugin yang terekstrak, coba perhatikan, terkadang file dalam archivenya tersusun sebagai berikut : namaplugin > namaplugin > plugin.php . jika susunan plugin di direktori plugin seperti ini, plugin anda tidak akan terdeteksi oleh wordpress anda. Ekstrak di PC anda, lalu kompress kembali dengan urutan direktori namaplugin > plugin.php.
enjoy.
Anda merasa post di blog ini bermanfaat untuk anda?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini



Ngeblog semakin menarik kalau gini nih ..